Chineze Anyaene adalah pembuat film, sutradara dan produser film asal Nigeria. Dia terkenal karena filmnya yang berjudul Ijé: The Journey (2010). Film ini memenangkan Fitur Film Terbaik di Arizona Black Film Showcase di Phoenix, penghargaan Golden Ace di Las Vegas International Film Festival, penghargaan Silver Palm di Mexico International Film Festival. Anyaene juga memenangkan penghargaan dalam Kanada Festival Film Internasional.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Chineze Anyaene (lahir 28 Desember 1983) adalah pembuat film, sutradara dan produser film asal Nigeria. Dia terkenal karena filmnya yang berjudul Ijé: The Journey (2010). Film ini memenangkan Fitur Film Terbaik di Arizona Black Film Showcase di Phoenix, penghargaan Golden Ace di Las Vegas International Film Festival, penghargaan Silver Palm di Mexico International Film Festival. Anyaene juga memenangkan penghargaan dalam Kanada Festival Film Internasional.[1]
Chineze Anyaene lahir dan sibesarkan di Abuja, Nigeria, Afrika Barat. Ia adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Ia memperoleh gelar B.A. dalam Seni Teater dari Universitas Abuja. Pada 2005, ia pindah ke Amerika Serikat di mana ia memperoleh gelar Master dalam bidang Penyutradaraan di New York Film Academy (NYFA).[2] Ia mengatakan bahwa keluaranya sangat beragam. Keluarganya bergerak di bidang konstruksi. Ibunya adalah seorang guru, dan juga memiliki seseorang di bidang medis.[3]
Ia menikah dengan kekasihnya, Chibuzor Abonyi pada April 2017.[4][5][6]
Ia adalah pendiri dan juga menjabat sebagai CEO untuk Xandria Productions, sebuah studio terintegrasi penuh yang fokus dalam produksi, akuisisi, pemasaran dan distribusi gambar teater di Afrika dan Pasar film internasional.[7] Film pertamanya adalah Ije: The Journey (2010),[8] diproduksi dan disutradarai oleh Chineze Anyaene yang dibintangi Omotola Jalade-Ekeinde dan Genevieve Nnaji dengan sponsor produksi dari Kodak.[9] Film tersebut bercerita tentang dua saudara perempuan Nigeria, Chioma dan Anya, dan bagaimana Chioma melakukan perjalanan ke AS untuk membantu menyelamatkan saudara perempuannya dari tuduhan pembunuhan.[10][11][12] Film pertamanya yang berlatar belakang di Nigeria dan Amerika Serikat mendapat banyak ulasan positif. Film ini memenangkan Fitur Film Terbaik di Arizona Black Film Showcase di Phoenix, penghargaan Golden Ace di Las Vegas International Film Festival, penghargaan Silver Palm di Mexico International Film Festival. Anyaene juga memenangkan penghargaan dalam Kanada Festival Film Internasional.[13]
Pada 2012, Anyaene memproduksi film pendek dengan judul 20 Years Later yang disutradarai oleh Larry Ulrich dan dibintangi oleh Jeff Handy, Chris Oliver, dan Angel Princess.[14] Ia mengatakan salah satu alasan ia tidak terlibat dalam produksi film lainnya, karena besarnya biaya yang ia keluarkan pada saat pembuatan film Ije: The Journey. Walaupun itu mendapatkan keuntungan yang banyak, sebagain besar dari pendapatan tersebut tidak diterimanya. Hal ini dikarenakan pembagain penghasilan dengan bioskop dan faktor lainya.[15]
Chineze menjadi salah satu pembicara di African Business Club Edisi ke-14, Harvard Business School, dengan subjek ‘Hiburan: Hubungan antara Industri Film dan Musik di Afrika'. African Business Club adalah acara yang dikelola mahasiswa terbesar di dunia yang berfokus pada bisnis di Afrika. Acara ini menyatukan lebih dari 900 peserta, profesional bisnis dari seluruh dunia sambil memberikan kesempatan yang luar biasa bagi para pemimpin bisnis, masyarakat, perusahaan, sponsor, mahasiswa, alumni MBA Harvard yang ada, prospektif siswa dari program lain dan pendidik dari seluruh dunia untuk bertemu membangun relasi. Tema edisi ke 14 yang diikuti oleh Chineze adalah Africa Incorporated: Cultivating a Integrated Market.[2]
Chineze Anyaene memimpin delegasi dengan Tope Oshin Ogun, Ramsey Nouah, Charles Novia untuk mewakili industri film Nigeria di World Economic Forum yang diadakan di Abuja pada 2014 sebagai panel untuk membahas Nollywood dan prospeknya.[16]
Chineze Anyaene membentuk Nigerian Oscar Selection Committee (NOSC) dan menerima persetujuan dari Academy of Motion Picture Arts and Sciences pada 2012 ketika organisasi Nigeria menyetujui untuk menyerahkan dan mewakili entri film fitur negara itu dalam kategori Film Fitur Internasional (IFF). Komite yang dia pimpin disetujui untuk masa jabatan 5 tahun.[17] Komite tersebut kembali disetujui pada 2019 oleh Academy of Motion Picture Arts and Sciences, di mana ia masih menjabat sebagai Ketua komite. Pada 2019 panitia menyerahkan entri pertama Nigeria untuk Oscar untuk kategori Film Fitur Internasional Terbaik yang sebelumnya disebut kategori bahasa Asing Terbaik.[18]
Lionheart, sebuah film oleh Netflix yang disutradarai oleh Genevieve Nnaji menjadi film pilihan untuk seleksi Oscar untuk Film Fitur Internasional. Film yang diproduksi oleh Chinny Onwugbenu, Chichi Nwoko dan Genevieve Nnaji merupakan film Nigeria pertama ke Oscar.[19][20][21]