Che Abdullah Langputeh adalah seorang politikus Thailand keturunan Melayu dari wilayah Satun (Setul), Thailand Selatan. Ia merupakan salah satu tokoh Muslim Melayu awal yang berperan dalam pemerintahan Thailand modern. Ia pernah menjabat sebagai anggota parlemen Thailand selama lima periode (1946–1973), Menteri Kabinet (1948–1949), serta Wakil Menteri Kesehatan Thailand (1957–1958).
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Che Abdullah Langputeh | |
|---|---|
| เจ๊ะอับดุลลาห์ หลังปูเต๊ะ چيء عبدالله لڠ ڤوتيه | |
Potret Che/Encik/Jae Abdullah dari Satun | |
| Wakil Menteri Kesehatan Thailand | |
| Masa jabatan 15 Desember 1957 – 1958 | |
| Perdana Menteri | Pote Sarasin (1957) Thanom Kittikachorn (1958) |
| Menteri Kabinet Thailand | |
| Masa jabatan 1948–1949 | |
| Perdana Menteri | Plaek Phibunsongkhram |
| Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Thailand | |
| Masa jabatan 1946–1973 | |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | (1890-10-16)16 Oktober 1890 Ban Tham Nieb, La-ngu, Satun, Thailand |
| Meninggal | 25 November 1986(1986-11-25) (umur 96) Satun, Thailand |
| Kebangsaan | Thailand |
| Partai politik | Independen |
| Pekerjaan | Politikus, qadi, Dato Yutitham |
Che Abdullah Langputeh (bahasa Thai: เจ๊ะอับดุลลาห์ หลังปูเต๊ะ; Jawi: چيء عبدالله لڠ ڤوتيه; 16 Oktober 1890 – 25 November 1986) adalah seorang politikus Thailand keturunan Melayu dari wilayah Satun (Setul), Thailand Selatan. Ia merupakan salah satu tokoh Muslim Melayu awal yang berperan dalam pemerintahan Thailand modern. Ia pernah menjabat sebagai anggota parlemen Thailand selama lima periode (1946–1973), Menteri Kabinet (1948–1949), serta Wakil Menteri Kesehatan Thailand (1957–1958).[1]
Selain itu, ia juga dikenal sebagai Qadi (hakim syariah), Dato Yutitham di Satun, serta anggota Komite Islam Pusat Thailand sejak 1947.[2]
Che Abdullah Langputeh lahir pada 16 Oktober 1890 di Ban Tham Nieb, Tambon Kota, Amphoe La-ngu, Provinsi Satun. Ia merupakan anak dari Che Muhammad Saad dan Che Rommah Wansoo.[1]
Ia tumbuh dalam lingkungan masyarakat Melayu-Islam yang kuat. Ia memperoleh pendidikan bahasa Melayu hingga tingkat menengah dan mempelajari bahasa Thai secara otodidak. Pada usia 15 tahun, ia mulai bekerja sebagai juru tulis di pengadilan La-ngu sebelum beralih ke sektor perdagangan.[1]
Pada tahun 1916, ia diangkat sebagai penasihat agama untuk wilayah Thung Wa dan La-ngu. Pada dekade 1920-an, ia sempat bekerja sebagai wartawan di Indonesia dan Malaysia. Tahun 1926 ia diangkat sebagai Qadi, dan pada 1930 menjadi Dato Yutitham di Pengadilan Satun.[1]
Che Abdullah memulai karier politik nasional sebagai wakil rakyat Satun di Dewan Perwakilan Rakyat Thailand. Ia terpilih sebanyak lima kali antara tahun 1946 hingga 1973.[1]
Ia dikenal sebagai politikus pragmatis yang tetap mempertahankan identitas Melayu-Islamnya, termasuk mengenakan songkok di parlemen dan menjalankan ibadah secara konsisten.[1]
Ia juga aktif dalam organisasi Islam nasional dan menjadi anggota Komite Islam Pusat Thailand sejak 1947.[1]
Selama kariernya, ia pernah menjabat:
Beberapa sumber juga menyebutkan bahwa ia pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pendidikan pada akhir 1940-an.[2]
Di luar politik, Che Abdullah memiliki peran penting dalam masyarakat Muslim Thailand Selatan, antara lain:[1]
Ia memperjuangkan:
Ia juga berperan sebagai jembatan antara pemerintah pusat Thailand dan masyarakat Muslim di wilayah selatan.[1]
Che Abdullah Lang Puteh wafat pada 25 November 1986 di Satun pada usia 96 tahun karena sebab alami.[1]
Che Abdullah dianggap sebagai pelopor keterlibatan Muslim Melayu dalam politik nasional Thailand. Ia menjadi contoh integrasi elite Melayu ke dalam sistem negara modern tanpa kehilangan identitas budaya dan agama.[1]
Perannya dinilai penting dalam menjaga stabilitas dan hubungan antara negara Thailand dengan komunitas Muslim di Satun.[1]