Charissa Marcaida Ferrera adalah seorang peneliti kelautan asal Filipina. Penelitiannya terkait dampak kontaminasi nitrogen dan fosfor pada badan air, menerima dukungan dana 7600 USD dari Yayasan L'Oreal dan UNESCO pada 2018.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Charissa Marcaida Ferrera adalah seorang peneliti kelautan asal Filipina. Penelitiannya terkait dampak kontaminasi nitrogen dan fosfor pada badan air, menerima dukungan dana 7600 USD dari Yayasan L'Oreal dan UNESCO pada 2018.[1]
Dr. Ferrera merupakan peneliti aktif di Universitas Filipina Diliman. Fokus penelitiannya adalah Ilmu Hayati, tepatnya kelautan. [2]
Sejak 2012, Ferrera bekerja sebagai peneliti di UP MSI, dengan berfokus pada penelitian kualitas air di komunitas lokal di Bolinao dan Anda, Provinsi Pangasinan, yang berjarak lima jam dari Manila. Ia meneliti soal fosfor dalam kandungan air, yang terbukti berdampak besar pada ekosistem terumbu karang di dua wilayah tersebut. [1]
Berdasarkan penelitiannya, air di Bolinao memiliki kandungan fosfor yang lebih tinggi daripada nitrogen. Hal ini disebabkan oleh sisa pakan ikan yang berakhir di kolam air dan sediman, yang melepaskan fosfor ketika terutai. Pada akhirnya, fosfor yang menumpuk tersebut berpengaruh pada kualitas air. [1] Penemuannya ini dilengkapi dengan detail waktu pada musim kemarau.
Sisi lain, penemuan berbeda yang berfokus pada nitrogen yang berlebihan juga dilakukan oleh Dr. Ferrrera. Masih dalam wilayah yang sama, ia menegaskan adanya kontaminasi nitrogen pada musim hijau. Ketika musim penghujan, fitoplankton akan kekurangan nitrogen dan berkembang dengan pesat. Akibatnya, muncul yang dinamakan dengan pasang merah (red tride) yang tumbuh dari alga-alga berbahaya. [1] Dampak lainnya terjadi pada ikan yang kekurangan kebutuhan oksigen ketika alga merajalela.
Dua penelitian tersebut yang mengantarkan Dr. Ferrera sebagai penerima dukungan dana 7600 USD dari Yayasan L'Oreal dan UNESCO pada 2018. Dana yang setara dengan 400.000 Peso tersebut dipergunakan dua hal, yaitu memperluas cakupan penelitian ke studi isotop oksigen dan kedua, menyediakan materi sosialisasi sains untuk masyarakat terdampak, di Bolinao dan Anda. [1] L’Oréal-UNESCO For Women in Science (FWIS) National Fellowship yang diberikan kepadanya sendiri adalah penghargaan untuk para peneliti yang mengabdikan penelitiannya untuk kajian ilmiah dan masyarakat. Secara historis per 2018, Ferrera adalah ilmuwan kelima yang menerima FWIS dari negaranya, Filipina.
Selain menerima L’Oréal-UNESCO For Women in Science (FWIS) National Fellowship, prestasi Ferrera semakin diakui dengan namanya dalam daftar Asian Scientist 100 pada 2019. [3] Sama-sama berasal dari Universitas Filipina Diliman, Ferrera ditemani oleh rekannya, Prof. Gay Jane Perez, PhD dalam daftar yang sama.
Diterbitkan oleh lembaga dari Singapura, Asian Scientist 100 adalah penghargaan tahunan oleh Asian Scientist Magazine (ASM) yang menyasar ilmuwan, akademisi, inovator, hingga pebisnis di kawasan Asia-Pasifik. [3]