Centaurea akamantis adalah spesies tanaman berbunga yang termasuk dalam famili Asteraceae. Tanaman ini hanya ditemukan secara alami di Siprus, tepatnya di tiga lokasi di Semenanjung Akamas di bagian barat pulau tersebut. Wilayah sebarannya sekitar tujuh kilometer persegi, tetapi tanaman hanya menempati kurang dari satu kilometer persegi. Spesies ini tumbuh di tebing batu kapur yang curam, teduh, dan lembap, di mana vegetasi lain juga hidup di celah-celahnya. Karena jangkauan dan jumlah populasinya yang sangat terbatas serta adanya penurunan kualitas habitat, tanaman ini diklasifikasikan sebagai kritis terancam punah dalam Daftar Merah IUCN, dengan perkiraan populasi sekitar 800 individu. Centaurea akamantis dilindungi di bawah Lampiran I Konvensi Berne serta Lampiran II dan IV dari Habitats Directive.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Centaurea akamantis | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Asteridae |
| Ordo: | Asterales |
| Famili: | Asteraceae |
| Genus: | Centaurea |
| Spesies: | C. akamantis |
| Nama binomial | |
| Centaurea akamantis T.Georgiadis & G.Chatzikyriakou | |
Centaurea akamantis adalah spesies tanaman berbunga yang termasuk dalam famili Asteraceae. Tanaman ini hanya ditemukan secara alami di Siprus, tepatnya di tiga lokasi di Semenanjung Akamas di bagian barat pulau tersebut. Wilayah sebarannya sekitar tujuh kilometer persegi, tetapi tanaman hanya menempati kurang dari satu kilometer persegi. Spesies ini tumbuh di tebing batu kapur yang curam, teduh, dan lembap, di mana vegetasi lain juga hidup di celah-celahnya. Karena jangkauan dan jumlah populasinya yang sangat terbatas serta adanya penurunan kualitas habitat, tanaman ini diklasifikasikan sebagai kritis terancam punah dalam Daftar Merah IUCN, dengan perkiraan populasi sekitar 800 individu. Centaurea akamantis dilindungi di bawah Lampiran I Konvensi Berne serta Lampiran II dan IV dari Habitats Directive.[1]
Spesies ini merupakan tanaman herba semi-kayu dengan tunas yang menggantung, yang dapat mencapai panjang hingga 60 sentimeter. Daunnya tersusun secara bergantian dan berbentuk majemuk, terbagi satu atau dua kali. Selebaran berwarna hijau keabu-abuan berbentuk linier atau seperti tombak, dengan lebar antara 1 hingga 5 milimeter, tertutup rambut putih kusut. Bunga-bunganya berwarna ungu muda hingga ungu tua, berukuran kecil, dan tersusun rapat dalam kepala bunga terminal yang menyerupai satu bunga besar. Bunga bagian luar memiliki satu kelopak besar, sedangkan bunga bagian dalam berbentuk tabung. Buahnya berupa buah kurung yang menyerupai biji gandum dan ditutupi oleh banyak rambut halus.[2]
Tanaman ini pertama kali diterbitkan dan dijelaskan dalam publikasi Willdenowia Vol.23 pada halaman 157 pada tahun 1993.[3]
Centaurea akamantis memiliki periode berbunga dan berbuah yang sangat lama. Periode mekar dari tanaman ini adalah antara bulan Mei dan November. Periode berbuahnya adalah antara bulan Juli hingga Desember.[2]
Centaurea akamantis merupakan spesies endemik Siprus, yang hanya ditemukan di tiga lokasi di Semenanjung Akamas di bagian barat pulau, yaitu ngarai Avakas, Koufon, dan Falkonias. Wilayah sebarannya sekitar tujuh kilometer persegi, tetapi tanaman ini hanya menempati kurang dari satu kilometer persegi. Spesies ini tumbuh di tebing batu kapur yang curam, teduh, dan lembap, di mana vegetasi lain juga berkembang di celah-celahnya, pada ketinggian antara 70 hingga 150 meter.[1]