Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Caturpurusarta

Caturpurusarta , dalam agama Hindu, secara harfiah berarti "empat tujuan hidup manusia". Ini merupakan konsep penting dalam agama Hindu, dan mengacu kepada empat macam hal yang harus dicapai dalam kehidupan manusia. Keempat purusarta meliputi: Darma, Arta, Kama, dan Moksa.

Wikipedia article
Diperbarui 1 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Caturpurusarta
Bagian dari seri
Agama Hindu
  • Umat
  • Sejarah
Topik
  • Sejarah
  • Mitologi
  • Kosmologi
  • Dewa-Dewi
Keyakinan
  • Brahman
  • Atman
  • Karmaphala
  • Samsara
  • Moksa
  • Ahimsa
  • Purushartha
  • Maya
Filsafat
  • Samkhya
  • Yoga
  • Mimamsa
  • Nyaya
  • Waisesika
  • Wedanta
    • Dwaita
    • Adwaita
    • Wisistadwaita
Pustaka
  • Weda
    • Samhita
    • Brāhmana
    • Aranyaka
    • Upanishad
  • Wedangga
  • Purana
  • Itihasa
  • Bhagawadgita
  • Manusmerti
  • Arthasastra
  • Yogasutra
  • Tantra
Ritual
  • Puja
  • Meditasi
  • Yoga
  • Bhajan
  • Upacara
  • Mantra
  • Murti
  • Homa
Perayaan
  • Dipawali
  • Nawaratri
  • Siwaratri
  • Holi
  • Janmashtami
  • Durgapuja
  • Nyepi
  •  Portal Hindu
  • l
  • b
  • s
Relief Hindu di India

Caturpurusarta (Dewanagari: चतुर्पुरुषार्थ; ,IAST: Caturpuruṣārtha, चतुर्पुरुषार्थ), dalam agama Hindu, secara harfiah berarti "empat tujuan hidup manusia".[1] Ini merupakan konsep penting dalam agama Hindu, dan mengacu kepada empat macam hal yang harus dicapai dalam kehidupan manusia. Keempat purusarta meliputi: Darma (kebenaran, nilai-nilai moral), Arta (kemakmuran, kebutuhan pokok), Kama (kenikmatan jasmani-rohani, kasih sayang), dan Moksa (kemerdekaan, nilai-nilai spiritual).[2][3]

Semua bagian Caturpurusarta bersifat penting, tapi dalam hal konflik kepentingan, Darma dianggap sebagai yang paling penting daripada Arta maupun Kama menurut filsafat Hindu.[4] Moksa diyakini sebagai tujuan sejati dalam hidup manusia.[5]

Para cendekiawan India menyadari dan memperdebatkan perselisihan antara usaha mengejar kemakmuran (arta) dan kenikmatan (kama), dan menolak harta benda maupun kenikmatan demi kebebasan spiritual (moksa). Mereka menyatakan "hidup dengan penolakan", atau "bebas dari ketergantungan, hidup berlandaskan darma", yang juga disebut Nishkam Karma sebagai solusi memungkinkan terhadap perselisihan tersebut.[6]

Referensi

  1. ↑ puruSArtha Sanskrit-English Dictionary, Koeln University, Germany
  2. ↑ (Flood 1996, hlm. 17), (Olivelle 1993, hlm. 216–219); Cf. also (Apte 1965, hlm. 626); (Hopkins 1971, hlm. 78)
  3. ↑ M Hiriyanna (2000), Philosophy of Values, in Indian Philosophy: Theory of value (Editor: Roy Perrett), Routledge, ISBN 978-0-8153-3612-9, pages 1–10
  4. ↑ Gavin Flood (1996), The meaning and context of the Purusarthas, in Julius_Lipner (Editor) - The Fruits of Our Desiring, ISBN 978-1-896209-30-2, pp 16–21
  5. ↑ Alban Widgery (1930), The Principles of Hindu Ethics, International Journal of Ethics, 40(2): 239–240
  6. ↑ GH Rao (1926), The Basis of Hindu Ethics, International Journal of Ethics, 37(1): 19–35
Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Moksa

kepuasan emosional). Secara bersamaan, empat konsep ini disebut sebagai Caturpurusarta dalam agama Hindu. Di beberapa mazhab agama India, moksa dianggap sama

Kama

diri, kebebasan, kemerdekaan). Empat tujuan hidup tersebut dinamakan Caturpurusarta. See: Kate Morris (2011), The Illustrated Dictionary of History, ISBN

Pururawa

mitologi

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026