Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiCarlos Finlay
Artikel Wikipedia

Carlos Finlay

Carlos Juan Finlay adalah seorang dokter dan ilmuwan Kuba yang diakui sebagai pelopor dalam penelitian demam kuning.

dokter asal Spanyol
Diperbarui 14 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Carlos Finlay

Carlos Finlay
Carlos Finlay
Lahir(1833-12-03)3 Desember 1833
Camagüey, Kuba
Meninggal20 Agustus 1915(1915-08-20) (umur 81)
Havana, Kuba
KebangsaanKuba
AlmamaterJefferson Medical College
Dikenal atasPenelitian mengenai nyamuk dan demam kuning

Carlos Juan Finlay (3 Desember 1833 – 20 Agustus 1915) adalah seorang dokter dan ilmuwan Kuba yang diakui sebagai pelopor dalam penelitian demam kuning.

Kehidupan awal dan pendidikan

Finlay lahir dengan nama Juan Carlos Finlay y Barres di Puerto Príncipe (kini Camagüey), Kuba. Ia berdarah Prancis dan Skotlandia. Pada tahun 1853, Finlay berkuliah di Jefferson Medical College di Philadelphia, Pennsylvania, dan lulus pada tahun 1855. Ia lalu melanjutkan pendidikannya di Havana dan Paris, setelah itu ia menetap di Havana dan membuka praktik medis.

Karier profesional

Riset Finlay dimulai selama tahun 1870-an, dan mulai diakui pada tahun 1900. Ia adalah orang pertama yang menyatakan bahwa nyamuk adalah pembawa organisme vektor yang menyebabkan demam kuning; menurutnya, nyamuk yang menggigit korban terinfeksi bisa menginfeksi orang yang sehat melalui gigitan.[1] Setahun kemudian, Finlay menemukan bahwa nyamuk dari genus Aedes adalah organisme yang menularkan demam kuning. Teorinya ini diikuti oleh rekomendasi untuk mengontrol populasi nyamuk sebagai cara untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini. Hipotesisnya ini kemudian dibuktikan hampir dua puluh tahun kemudian oleh Walter Reed pada tahun 1900. Finlay kemudian menjadi kepala petugas kesehatan di Kuba pada tahun 1902-1909.

Finlay adalah anggota Havana's Royal Academy of Medical, Physical and Natural Sciences. Ia fasih berbahasa Prancis, Jerman, Spanyol, dan Inggris, dan bisa membaca aksara Latin. Ia juga menulis berbagai artikel mengenai kusta, kolera, gravitasi, dan penyakit tanaman, tetapi ketertarikan utamanya adalah mengenai demam kuning. Atas teorinya mengenai demam kuning ini, Finlay telah dinominasikan sebanyak tujuh kali sebagai penerima Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran, tetapi tidak pernah mendapatkannya. Ia menerima penghargaan Legion of Honour dari Prancis pada tahun 1908.[2]

Kematian

Finlay wafat di rumahnya pada tanggal 3 Desember 1915 akibat serangan stroke yang disebabkan oleh kejang otak parah, ia dikebumikan di Havana, Kuba.[butuh rujukan]

Catatan kaki

  1. ↑ Carlos Juan Finlay (presented: August 14, 1881 ; published: 1882) "El mosquito hipoteticamente considerado como agente de trasmision de la fiebre amarilla" (The mosquito hypothetically considered as an agent in the transmission of yellow fever) Anales de la Real Academia de Ciencias Médicas, Físicas y Naturales de la Habana, 18: 147-169. Available on-line in English at:
    • Charles Finlay, with Rudolph Matas, translator (1881) "The mosquito hypothetically considered as an agent in the transmission of yellow fever poison," New Orleans Medical and Surgical Journal, 9: 601-616.
    • Delta Omega.org Diarsipkan 2012-05-09 di Wayback Machine.
  2. ↑ Crosby, M.C. 2006. The American Plague: The Untold Story of Yellow Fever, The Epidemic That Shaped Our History. Berkley Books. ISBN 0-425-21202-5

Referensi

  • Del Regato, J A (2001). "Carlos Juan Finlay (1833-1915)". Journal of public health policy. 22 (1). Journal of Public Health Policy, Vol. 22, No. 1: 98–104. doi:10.2307/3343556. JSTOR 3343556. PMID 11382093.
  • Tan, S Y (2008). "Carlos Juan Finlay (1833-1915): of mosquitoes and yellow fever". Singapore medical journal. 49 (5): 370–1. PMID 18465043. ; bkfa
  • Amster, L J (1987). "Carlos J. Finlay: the mosquito man". Hosp. Pract. (Off. Ed.). 22 (5): 223–5, 229–30, 233 passim. PMID 3106375.
  • Del Regato, J A (1987). "Carlos Finlay and the Nobel Prize in Physiology or Medicine". The Pharos of Alpha Omega Alpha-Honor Medical Society. Alpha Omega Alpha. 50 (2): 5–9. PMID 3299405.
  • , (1966). "Carlos J. Finlay (1833-1915) student of yellow fever". JAMA. 198 (11): 1210–1. doi:10.1001/jama.198.11.1210. PMID 5332541. ; Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  • Rodriguez Cabarrocas, R (1960). "Carlos J. FINLAY and yellow fever". The Bulletin of the Tulane Medical Faculty. 19: 219–28. PMID 13742573.
  • Mellander, Gustavo A. (1971) The United States in Panamanian Politics: The Intriguing Formative Years. Danville, Ill.: Interstate Publishers. OCLC 138568.
  • Mellander, Gustavo A.; Nelly Maldonado Mellander (1999). Charles Edward Magoon: The Panama Years. Río Piedras, Puerto Rico: Editorial Plaza Mayor. ISBN 1-56328-155-4. OCLC 42970390.
  • Pierce J.R., J, Writer. 2005. Yellow Jack: How Yellow Fever Ravaged America and Walter Reed Discovered its Deadly Secrets. John Wiley and Sons. ISBN 0-471-47261-1
  • Crosby, M.C. 2006. The American Plague: The Untold Story of Yellow Fever, The Epidemic That Shaped Our History. Berkley Books. ISBN 0-425-21202-5
  • Jefferson Medical College hosted an international symposium celebrating accomplishments of Dr. Carlos Finlay Yellow Fever, A Symposium in Commemoration of Carlos Juan Finlay, 1955.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Italia
  • Australia
  • Republik Ceko
  • Belanda
  • Yunani
  • Swedia
  • Polandia
  • Vatikan
  • Israel
  • Katalonia
Akademik
  • CiNii
Orang
  • Trove
  • Deutsche Biographie
Lain-lain
  • IdRef
  • SNAC

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan awal dan pendidikan
  2. Karier profesional
  3. Kematian
  4. Catatan kaki
  5. Referensi

Artikel Terkait

Daftar penerima Nobel Fisiologi atau Kedokteran

Karolinska Swedia kepada ilmuwan dan dokter yang terlibat dalam penemuan luar biasa di dalam bidang fisiologi atau kedokteran. Penghargaan tersebut adalah salah

Roberto Canessa

dokter asal Uruguay

Al-Andalus

Wilayah Semenanjung Iberia di bawah kekuasaan Moor antara 711 dan 1492

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026