Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Candi gelung kori gilimanuk

Candi Gelung Kori Gilimanuk ini dibangun sekitar tahun 1996. Monumen ini berdiri kokoh dan melintang di atas jalan raya Gilimanuk menuju Singaraja dan Denpasar. Kira-kira berjarak 1,5 km dari pelabuhan Gilimanuk. Desainnya berbentuk empat ekor ular naga yang menyatu di bagian tengah, dengan ornamen ukiran hitam khas Bali dan ditopang oleh empat pilar. Di bagian tengahnya terdapat sebuah bangunan pura.

Wikipedia article
Diperbarui 7 Januari 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Candi gelung kori gilimanuk
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Candi gelung kori gilimanuk" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Desember 2024)
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Candi gelung kori gilimanuk" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Candi Gelung Kori Gilimanuk


Candi Gelung Kori Gilimanuk (Aksara Bali: ᬘᬦ᭄ᬤᬶᬕᬾᬮᬸᬗ᭄ᬓᭀᬭᬶᬕᬶᬮᬶᬫᬦᬸ​ᬓ᭄᭟) ini dibangun sekitar tahun 1996. Monumen ini berdiri kokoh dan melintang di atas jalan raya Gilimanuk menuju Singaraja dan Denpasar. Kira-kira berjarak 1,5 km dari pelabuhan Gilimanuk. Desainnya berbentuk empat ekor ular naga yang menyatu di bagian tengah, dengan ornamen ukiran hitam khas Bali dan ditopang oleh empat pilar. Di bagian tengahnya terdapat sebuah bangunan pura.[1][2]

Etimologi

Candi Gelung Kori Gilimanuk, atau dikenal juga sebagai "Gelung Kori Unik Empat Naga," adalah sebuah gerbang pintu yang menandai perbatasan wilayah Bali di bagian barat, tepatnya di kawasan Gilimanuk. Nama "Gilimanuk" berasal dari bahasa Madura, yang berarti "pulau kecil dengan banyak burung" (gili = pulau kecil, manuk = burung).

Sejarah

Wilayah Gilimanuk awalnya adalah hutan lebat yang dihuni oleh satwa liar. Pada tahun 1930-an, pemerintah kolonial Belanda memindahkan sekitar 100 tahanan kelas berat dari Desa Candikusuma ke wilayah ini dan membangun sebuah penjara. Di bawah pengawasan Raden Mas Jasiman dari Negara, sebuah penjara didirikan di Gilimanuk, yang menjadi tempat tinggal pertama di kawasan tersebut.

Tak hanya penjara, kehadiran seorang pegawai perusahaan Belanda bernama Tuan Cola juga membawa perubahan besar. Dengan izin untuk membuka hubungan dagang antara Jawa dan Bali, Tuan Cola menjadikan Gilimanuk sebagai titik penting perdagangan lintas pulau. Bersama dengan para tahanan dan pekerja dari berbagai suku, Gilimanuk mulai berkembang menjadi komunitas kecil yang beragam, dengan penduduk dari Jawa, Madura, Makassar, dan Bugis.

Pada waktu itu, orang Jawa yang sesekali melintasi wilayah ini menyebutnya "Tanjung Selat", sementara orang Bali mengenalnya sebagai "Ujung". Kala itu, tak ada yang berani menetap di wilayah tersebut karena wilayah ini dianggap terlalu liar dan berbahaya.

Suatu saat terdapat perahu terdampar di sebuah teluk yang kini dikenal sebagai Teluk Gilimanuk. Orang Madura menyebut pulau kecil dengan sebutan gili, dan kebetulan di sana banyak buruk yang dalam bahasa Madura disebut Manuk atau Manok.

Pada tahun 1996, Pemerintah membangun Bangunan Candi Gelung Kori Gilimanuk yang bertujuan sebagai pintu gerbang Pulau Dewata bagian barat yang tepat mengenai bangunan Gereja Katolik perdana ini. Sehingga, dikeluarkannya Surat Perjanjian Hak Guna Bangunan (HGB) oleh Bupati Jembrana Ida Bagus Indugosa, SH, dengan Ketua Dewan Gereja Katolik Paroki Palasari Bapak Ir. B. I Gusti Ngurah Wisnu Purwadi, tertanggal 31 Januari 1996, dengan nomor A.III/17.18/T.PEM/1996. Surat tersebut menyatakan bahwa tanah seluas 690 m² (bagian timur) digunakan untuk Bangunan Candi Gelung Kori, sedangkan tanah seluas 690 m² (bagian barat) boleh dimohon sebagai Hak Guna Bangunan (HGB) dan dalam jangka waktu 1 tahun, bangunan harus sudah terlaksana.

Mengingat Bangunan Candi Gelung Kori Gilimanuk telah selesai, dilanjutkan dengan penataan taman di sekitarnya. Pada tanggal 10 Juli 1996, Bupati Jembrana menyarankan agar bangunan Gereja perdana ini dipindahkan oleh umat sendiri ke sebelah barat dengan suratnya No. 590/1958/T.Pem/1996. Namun, karena wilayah tersebut juga dijadikan kawasan wisata, maka lokasi Gereja perdana ini digusur ke tempat lain untuk kepentingan daerah (yang pertama untuk Gelung Kori, dan yang kedua untuk pengembangan pariwisata).[3]

Peresmian

Upacara piodalan atau ulang tahun pemelaspasan pura Gelung Kori ini diadakan setiap tahun pada purnama sada, sekitar bulan Juni. Prosesi ritual ini melibatkan bedawangnala jangkep dengan pedagingan cupu manik beserta rerajahan dewata nawa sanga, dimohonkan kepada semua dewa di sembilan penjuru mata angin untuk menyucikan dan memberi kekuatan kepada bangunannya.[4]

Lihat Juga

  • Pelabuhan Gilimanuk
  • Kelurahan Gilimanuk
  • Kecamatan Melaya
  • Taman Nasional Bali Barat

Catatan Kaki

  1. ↑ "Gelung Kori Unik Empat Naga di Gilimanuk – Nusaweek". nusaweek.com. Diakses tanggal 2024-12-03.
  2. ↑ Velantina, Viany (2023-01-28). "Keunikan Gelung Kori Empat Naga di Gilimanuk". denpasar360. Diakses tanggal 2024-12-05.
  3. ↑ "Sejarah Gereja Stasi Gilimanuk – Gereja Katolik HKY Palasari". gerejahkypalasari.com. Diakses tanggal 2024-12-03.
  4. ↑ "Gelung Kori Unik Empat Naga di Gilimanuk – Nusaweek". nusaweek.com. Diakses tanggal 2024-12-03.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Etimologi
  2. Sejarah
  3. Peresmian
  4. Lihat Juga
  5. Catatan Kaki

Artikel Terkait

Gilimanuk, Melaya, Jembrana

kelurahan di Kabupaten Jembrana, Bali

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026