Calas adalah sejenis dumpling yang terutama terbuat dari nasi matang, ragi, gula, telur, dan tepung; adonan yang dihasilkan kemudian digoreng. Hidangan ini secara tradisional disajikan sebagai sarapan, biasanya bersama kopi atau café au lait, dan disebutkan dalam banyak buku masak hidangan Kreol. Calas juga dikenal sebagai fritter nasi Kreol atau donat nasi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |

Calas (/kəˈlɑː/) adalah sejenis dumpling yang terutama terbuat dari nasi matang, ragi, gula, telur, dan tepung; adonan yang dihasilkan kemudian digoreng. Hidangan ini secara tradisional disajikan sebagai sarapan, biasanya bersama kopi atau café au lait,[1] dan disebutkan dalam banyak buku masak hidangan Kreol. Calas juga dikenal sebagai fritter nasi Kreol atau donat nasi.
Asal-usul calas umumnya dikaitkan dengan budak yang berasal dari wilayah penghasil padi di Afrika.[2][3] Sebuah resep Prancis dari tahun 1653, beignets de riz, juga menunjukkan kemungkinan asal-usul Prancis. Nama "calas" diyakini berasal dari kata Nupe kara, yang berarti "kue goreng".[4]
Penjual makanan jalanan Kreol, umumnya perempuan, menjajakan calas hangat di French Quarter, New Orleans, sambil berseru, "Bel calas tout chauds!" (dalam bahasa Kreol: "Calas cantik, masih panas"). Penjual ini, yang dikenal sebagai "perempuan calas", menjual kue mereka pada pagi hari dari keranjang atau mangkuk yang dibawa di atas kepala.[1][5]
Pada dekade pertama abad ke-20, para penulis mencatat bahwa calas mulai jarang dijual sebagai makanan jalanan.[5][6] Meski tidak banyak dijual, calas tetap dibuat di rumah menggunakan nasi sisa, dan menjadi hidangan sarapan khas di New Orleans awal abad ke-20.[4][7]
Setelah Perang Dunia II, sementara beignet tetap populer, calas menjadi semakin jarang ditemui. Dari hidangan sarapan, calas kemudian bertransformasi menjadi makanan khusus untuk perayaan Mardi Gras dan Komuni Pertama di kalangan keluarga Kreol Louisiana.[4][8] Beberapa restoran menerima pesanan khusus untuk calas. Berkat upaya pelestari kuliner, minat terhadap calas kembali muncul, dan hidangan ini mulai muncul di menu beberapa restoran.[7][9]
Dalam resep calas awal, nasi direbus lalu didinginkan, kemudian ragi ditambahkan untuk membuat adonan awal yang dibiarkan mengembang semalaman. Kemudian adonan ditambahkan telur, gula, dan sedikit tepung sebagai perekat. Tepung beras lebih disukai, tetapi menurut Eustis sulit didapat. Sejumput garam bisa ditambahkan, dan parutan pala merupakan tambahan khas. Adonan dijatuhkan satu sendok demi satu sendok ke dalam lemak babi yang mendidih dan digoreng hingga kecokelatan.[1][5]
Resep modern menyesuaikan dengan ketersediaan bahan, praktik memasak, dan selera. Ragi kadang digantikan dengan bubuk pengembang, minyak sayur digunakan sebagai pengganti lemak babi, dan variasi gurih juga telah dikembangkan.[4][7]