Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Caitanya Mahaprabhu

Caitanya Mahaprabhu (1486–1534) adalah tokoh suci dari India dan pembaru sosial di India Timur pada abad ke-16 Masehi, diyakini oleh pengikut Gaudiya Waisnawa sebagai penjelmaan Kresna sepenuhnya. Sri Kresna Caitanya adalah pendukung terkemuka Bhakti Yoga aliran Waisnawa berdasarkan filsafat dari Bhagawatapurana dan Bhagawadgita. Secara khusus ia menyembah Radha dan Kresna dan memopulerkan lagu Hare Krishna maha mantra, dan telah menyusun Siksastakam dalam bahasa Sanskerta. Garis perguruan pengikutnya, dikenal sebagai Gaudiya Waisnawa, dia dihormatinya sebagai awatara Kresna tapi penggabungan Awatara dengan Radharani yang muncul dalam suatu sloka dalam Bhagawatapurana.

Wikipedia article
Diperbarui 14 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Caitanya Mahaprabhu
Sri Caitanya dan Nityananda, tampak sedang melakukan 'kirtan' di sebuah jalan di Nabadwip, Bengal.

Caitanya Mahaprabhu (,IAST: Caitanya mahāprabhu,; juga disingkat Caitanya) (Bengali: চৈতন্য মহাপ্রভু) (1486–1534) adalah tokoh suci dari India dan pembaru sosial di India Timur (khususnya wilayah Bangladesh pada masa kini dan negara bagian Bengal Barat, Bihar, Jharkhand dan Orissa di India) pada abad ke-16 Masehi,[1] diyakini oleh pengikut Gaudiya Waisnawa sebagai penjelmaan Kresna sepenuhnya.[2] Sri Kresna Caitanya adalah pendukung terkemuka Bhakti Yoga aliran Waisnawa (penyembahan sepenuh kasih terhadap Kresna/Tuhan) berdasarkan filsafat dari Bhagawatapurana dan Bhagawadgita.[3] Secara khusus ia menyembah Radha dan Kresna dan memopulerkan lagu Hare Krishna maha mantra,[4] dan telah menyusun Siksastakam dalam bahasa Sanskerta. Garis perguruan pengikutnya, dikenal sebagai Gaudiya Waisnawa, dia dihormatinya sebagai awatara Kresna tapi penggabungan Awatara dengan Radharani yang muncul dalam suatu sloka dalam Bhagawatapurana.[5]

Kadang kala ia dijuluki Gaura (bahasa Sanskerta yang artinya "Yang Berkulit Emas") karena corak kulitnya yang cerah,[6] dan Nimai karena ia terlahir di bawah pohon Neem.[7] Ada beberapa biografi yang menjabarkan detail kehidupan Caitanya, yang terkemuka adalah Chaitanya Charitamrita karya Krishnadasa Kaviraja Goswami dan Chaitanya Bhagavata awal karya Vrindavana Dasa Thakura[8] (semua aslinya ditulis dalam bahasa Bengali tetapi sekarang tersedia dalam bahasa lainnya) dan Chaitanya Mangala, ditulis oleh Lochana Dasa Thakura.[9]

Catatan kaki

  1. ↑ "Britannica: Caitanya Movement". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-01-27. Diakses tanggal 2010-12-20.
  2. ↑ "Ravi Shankar discusses Sri Chaitanya Mahaprabhu". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-02-27. Diakses tanggal 2010-12-20.
  3. ↑ "Srimad Bhagavatam (Introduction)". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-05-25. Diakses tanggal 2010-12-20.
  4. ↑ Sri Chaitanya Mahaprabhu "He spread the Yuga-dharma, or the practice most recommended for the attainment of pure love for Sri Sri Radha-Krishna."
  5. ↑ "Bhag-P 11.5.32". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-02-08. Diakses tanggal 2010-12-20.
  6. ↑ In the Name of the Lord (Deccan Herald)
  7. ↑ KCM Archive
  8. ↑ Gaudiya Literature
  9. ↑ Biography of Sri Locana Dasa Thakura Diarsipkan 2013-06-13 di Wayback Machine. (salagram.net)
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Australia
  • Republik Ceko
  • Spanyol
  • Belanda
  • Norwegia
  • Latvia
  • Swedia
  • Polandia
  • Israel
  • Katalonia
Akademik
  • CiNii
Orang
  • DDB
Lain-lain
  • IdRef
  • Yale LUX


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Catatan kaki

Artikel Terkait

Waisnawa

aliran utama dalam agama Hindu

Badarayana

templat Wikimedia

Ateisme dalam Hindu

Jayatirtha Wyasatirtha Shuddhadwaita Wallabha Acintya Bheda Abheda Caitanya Mahaprabhu Swabhawika Bhedabheda Nimbarka Sriniwasacarya Purusottama Kesawa

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026