Cagar Alam Pulau Saobi merupakan cagar alam yang terletak di Saobi, Kangayan, Sumenep. Cagar ini memiliki luas 430 dan berdiri sejak 25 Oktober 1926 di era Hindia Belanda melalui Surat Keputusan Gubernur Hindia Belanda No. 83 Stbl. 469. Legalitas cagar alam tersebut kemudian diperbarui melalui Surat Keputusan No. 133/Menlhk/Setjen/PLA.0/3/2018. Cagar alam ini terkenal karena spesies burung gosong kaki merah, meski terkadang ada upaya dari warga sekitar untuk mencuri telurnya dan menjualnya dengan harga murah.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2025) |
Cagar Alam Pulau Saobi merupakan cagar alam yang terletak di Saobi, Kangayan, Sumenep. Cagar ini memiliki luas 430 dan berdiri sejak 25 Oktober 1926 di era Hindia Belanda melalui Surat Keputusan Gubernur Hindia Belanda No. 83 Stbl. 469.[1] Legalitas cagar alam tersebut kemudian diperbarui melalui Surat Keputusan No. 133/Menlhk/Setjen/PLA.0/3/2018.[2] Cagar alam ini terkenal karena spesies burung gosong kaki merah, meski terkadang ada upaya dari warga sekitar untuk mencuri telurnya dan menjualnya dengan harga murah.[3]
Pulau Saobi memiliki vegetasi berupa hutan musim yang hutan tersebut dikelilingi oleh bukit-bukit kecil.[4] Meskipun Pulau Saobi telah ditetapkan sejak lama sebagai cagar alam, pernah ada suatu masa ketika warga sering menebang kayu secara liar sehingga membuat pulau ini menjadi gersang.[5] Terkadang, warga setempat juga membuang puntung rokok sembarangan dan membakar daun kering, menjadikan hutan di pulau ini rawan kebakaran.[6]
Terdapat berbagai macam satwa di cagar alam ini. Satwa-satwa tersebut adalah burung gosong (Megapodius reinwardtii), rusa timor (Cervus timorensis), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), biawak (Varanus salvator), ayam hutan (Gallus varius), elang laut (Haliastur leucogaster), kalong (Pteropus edulis), dan lain-lain.[1] Burung gosong kaki merah adalah hewan yang terkenal di cagar ini. Sarang burung gosong mencapai 89 sarang di cagar ini dan jumlah populasi mereka sekitar 180 ekor.[7] Burung ini sering berbaur dengan ayam di halaman rumah warga. Walau burung gosong kaki merah merupakan satwa terkenal di area ini, masih belum ada fasilitas penangkaran dan rumah penetasan telur untuk burung tersebut.[3]
Flora di Cagar Alam Pulau Saobi didominasi oleh semak belukar, alang-alang, dan herba. Dijumpai pula di cagar ini sawo kecik (Manilkara kauki), kesambi (Schleichera oleosa), trenggulun (Protium javanicum), ketapang (Terminalia catappa), dan lain-lain.[1] Selain itu, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur telah mengidentifikasi 78 jenis pohon kayu dan menandai tiga ribu pohon di kawasan tersebut.[7]