COVID-19 CPI, juga dikenal sebagai Pandemic CPI, Coronavirus CPI, atau COVID CPI, adalah sebuah komisi penyelidikan parlementer yang dibentuk di Brasil, dengan tujuan untuk menyelidiki dugaan kelalaian dan kesalahan penanganan dalam pemerintahan federal yang terjadi pada masa pandemi Covid-19 di Brasil. Komisi tersebut dibentuk pada 13 April 2021 dan resmi diberlakukan dalam Senat Brasil pada 27 April 2021. Komisi tersebut berakhir dengan pemungutan suara terhadap laporan akhir pada 26 Oktober 2021.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Desember 2022) |
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2022) |
Sesi COVID-19 CPI 4 Mei 2021 | |
| Nama asli | CPI da COVID-19 |
|---|---|
| Tanggal | 27 April – 26 Oktober 2021 (2021-04-27 – 2021-10-26) |
| Waktu | (UTC−3) |
| Durasi | 5 bulan dan 29 hari |
| Tempat | Senat Brasil |
| Lokasi | Brasil |
| Nama lain | Pandemic CPI Coronavirus CPI COVID CPI |
| Jenis | Komisi Penyelidikan Parlementer |
| Penyebab | Pandemi COVID-19 di Brasil dan Krisis saniter Brasil pada 2021 |
| Motif | Tindakan pemerintahan Brasil pada masa pandemi |
COVID-19 CPI, juga dikenal sebagai Pandemic CPI, Coronavirus CPI,[1][2] atau COVID CPI,[3] adalah sebuah komisi penyelidikan parlementer yang dibentuk di Brasil, dengan tujuan untuk menyelidiki dugaan kelalaian dan kesalahan penanganan dalam pemerintahan federal yang terjadi pada masa pandemi Covid-19 di Brasil. Komisi tersebut dibentuk pada 13 April 2021[4] dan resmi diberlakukan dalam Senat Brasil pada 27 April 2021.[5] Komisi tersebut berakhir dengan pemungutan suara terhadap laporan akhir pada 26 Oktober 2021.[6]
Com a aprovação, a comissão de inquérito criada para investigar ações e omissões do governo durante a pandemia encerra os seis meses de trabalhos pedindo o indiciamento de 78 pessoas e duas empresas.