Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

C.L. Coolen

Coolen adalah seorang peranakan Rusia-Belanda dan Jawa. Ibunya, seorang puteri bangsawan Jawa, ia mewarisi kebudayaan Jawa yang sedikit banyak sudah bercampur dengan Islam. Coolen lahir pada tahun 1775 dan meninggal pada tahun 1873. Pada tahun 1827 ia membuka kawasan hutan yang luas di Ngoro, sekitar 60 km dari Surabaya, yang kemudian berkembang menjadi desa yang makmur. di Ngoro sebagai pemimpin desa, Coolen mempraktikkan kekristenannya sambil tetap menghormati warga desanya yang Muslim dengan mengizinkan mereka membangun mesjidDengan kata lain, Coolen tidak memaksa orang Muslim pada masa itu bergabung untuk menjadi Kristen. Sikapnya itu membuat coolen diseganin oleh pemuka agama Islam dan Kristen.

Wikipedia article
Diperbarui 16 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Coolen adalah seorang peranakan Rusia-Belanda dan Jawa. Ibunya, seorang puteri bangsawan Jawa, ia mewarisi kebudayaan Jawa yang sedikit banyak sudah bercampur dengan Islam. Coolen lahir pada tahun 1775 dan meninggal pada tahun 1873.[1] Pada tahun 1827 ia membuka kawasan hutan yang luas di Ngoro, sekitar 60 km dari Surabaya, yang kemudian berkembang menjadi desa yang makmur. di Ngoro sebagai pemimpin desa, Coolen mempraktikkan kekristenannya sambil tetap menghormati warga desanya yang Muslim dengan mengizinkan mereka membangun mesjidDengan kata lain, Coolen tidak memaksa orang Muslim pada masa itu bergabung untuk menjadi Kristen. Sikapnya itu membuat coolen diseganin oleh pemuka agama Islam dan Kristen.

Dalam ritual Kristen yang dilaksanakan oleh Coolen ada beberapa unsur Islam maupun budaya atau kepercayaan asli Jawa.[1] Pendek kata, Coolen memberi tempat bagi nilai-nilai budaya dan religiositas Jawa yang sudah bercampur dengan Islam di dalam kekristenan yang ia kembangkan di Ngoro.[1] Coolen sangat berbeda dengan penginjil lainnya yang identik ingin menjauhkan budaya Jawa maupun dari dari pengaruh agama Islam.[2] Salah satu hal yang membuat Coolen sangat disegani dan dihormati adalah keberaniannya dalam menentang sistem tanam paksa pada tahun 1842-1844 yang hendak diberlakukan oleh pemerintah pada masa itu.[2]

Berdasarkan sikap terpujinya Coolen juga mempunyai sifat dan perilaku yang kurang baik yaitu, egosentrisme, megalomania, kelobaan akan kekayaan dan kehidupan perkawinannya yang tidak bersih dari skandal.[2] Coolen meninggalkan isteri dan kelima anaknya di Surabaya kemudian pergi ke Ngoro. akhirnya Coolen menikah lagi di masjid.[2] Bagaimanapun kekurangan itu, Coolen tetap dipandang sebagai ornag yang berjuang mengupayakan serta berani mengungkapkan iman Kristen dalam cara dan bentuk yang kontekstual, baik yang bernuansa Jawa maupun Islam.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 Jan.S. Aritonang. 2006. Sejarah Perjumpaan Kristen dan Islam di Indonesia. Jakarta. BPK Gunung Mulia. Hlm. 87.
  2. 1 2 3 4 Claude Guillot. 1985. Kiai Sadrach:Riwayat Kristenisasi di Jawa(terj.). Jakarta. Grafiti Pers. Hlm. 33.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Greja Kristen Jawi Wetan

gereja di Indonesia

Nance Coolen

penyanyi dan pembawa acara televisi perempuan asal Belanda

Karolus Wiryoguno

Musqab Gaib ini membawanya ke Ngoro dan bertemu dengan guru Coolen. Penjelasan C.L. Coolen ini membuat Wiryoguno semakin tertarik mendalami ilmu tersebut

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026