Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Busana tradisional Batak

Busana tradisional Batak terdiri dari beraneka ragam jenis pakaian yang secara tradisional digunakan oleh masyarakat Batak di Sumatera Utara. Salah satu catatan penting dalam sejarah pakaian tradisional Batak adalah laporan perjalanan John Anderson pada tahun 1823 di daerah pantai timur Sumatra. Pada masa itu, pakaian masyarakat Batak di daerah pantai timur Sumatra telah berakulturasi dengan bentuk pakaian masyarakat Melayu, kecuali kelompok masyarakat Batak Karo yang berasal dari Tongging. Berdasarkan ilustrasi oleh juru gambar Anderson, kelompok masyarakat Batak Karo itu masih menggunakan bentuk pakaian tradisional Batak yang belum berakulturasi. Anderson juga mencatat jenis-jenis kain tradisional Batak yang dijual di berbagai daerah di pantai timur Sumatra: Langkat, Deli, dan Asahan. Menurut catatan Anderson, kain-kain tradisional Batak yang diperdagangkan di Langkat adalah Junjong, Ragi Padang, Ragi Tubba, Katmanga, dan Surisuri. Kain-kain tradisional Batak yang diperdagangkan di Deli adalah Ragi Tiga, Ragi Surisuri, Junjong, Ragi Seantar. Sedangkan di daerah Asahan, kain-kain tradisional Batak yang diperdagangkan adalah Mergum Sisi, Guru Gundang, Surusuru, Rinjap.

busana tradisional khas Batak
Diperbarui 26 Oktober 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Busana tradisional Batak
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Busana tradisional Batak" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Oktober 2024)
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Busana tradisional Batak" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Busana tradisional Batak terdiri dari beraneka ragam jenis pakaian yang secara tradisional digunakan oleh masyarakat Batak di Sumatera Utara. Salah satu catatan penting dalam sejarah pakaian tradisional Batak adalah laporan perjalanan John Anderson pada tahun 1823 di daerah pantai timur Sumatra. Pada masa itu, pakaian masyarakat Batak di daerah pantai timur Sumatra telah berakulturasi dengan bentuk pakaian masyarakat Melayu, kecuali kelompok masyarakat Batak Karo yang berasal dari Tongging. Berdasarkan ilustrasi oleh juru gambar Anderson, kelompok masyarakat Batak Karo itu masih menggunakan bentuk pakaian tradisional Batak yang belum berakulturasi.[1] Anderson juga mencatat jenis-jenis kain tradisional Batak yang dijual di berbagai daerah di pantai timur Sumatra: Langkat, Deli, dan Asahan. Menurut catatan Anderson, kain-kain tradisional Batak yang diperdagangkan di Langkat adalah Junjong[a], Ragi Padang[b], Ragi Tubba[c], Katmanga[d], dan Surisuri[e]. Kain-kain tradisional Batak yang diperdagangkan di Deli adalah Ragi Tiga, Ragi Surisuri[f], Junjong, Ragi Seantar[g]. Sedangkan di daerah Asahan, kain-kain tradisional Batak yang diperdagangkan adalah Mergum Sisi[h], Guru Gundang, Surusuru[i], Rinjap[j].

Proses menenun Ulos Sadum Angkola.

Catatan

  1. ↑ Ulos Jungjung, kain tenun Batak mirip syal dengan warna belang merah yang berasal dari daerah Sitoluhuta.
  2. ↑ Kain dengan warna belang biru yang digunakan oleh pria dan wanita tua di Simalungun.
  3. ↑ Uis Teba, kain tenun Batak bewarna nila yang digunakan di panggul dan berasal dari daerah Karo.
  4. ↑ Dikenal di daerah Karo, Simalungun, dan Sitoluhuta sebagai Hati Rongga, Gaci Ronga atau Gaci Renga.
  5. ↑ Ulos Surisuri yang berasal dari daerah Toba dan dikenakan pula oleh orang-orang Batak di Karo, Simalungun, dan Pakpak.
  6. ↑ Ulos Surisuri yang berasal dari Toba.
  7. ↑ Kain tenun yang berasal dari Siantar dengan warna gelap di bagian sisinya dan warna terang di bagian tengah dan tambahan beludru merah, putih, hitam.
  8. ↑ Ulos Simarinjam Sisi, kain tenun Batak Toba yang berasal dari daerah selatan Danau Toba.
  9. ↑ Ulos Surisuri yang berasal dari Toba.
  10. ↑ Ulos Runjat, kain tenun Batak Toba yang berasal dari daerah selatan Danau Toba. Menurut Meint Joustra, ulos ini berasal dari daerah Tano Hurung dan Bila Atas.

Referensi

  1. ↑ Niessen 1993, hlm. 18.

Daftar pustaka

  • Niessen, Sandra A. (1993). Batak Cloth and Clothing: A Dynamic Indonesian Tradition (dalam bahasa Inggris). Oxford: Oxford University Press. ISBN 978-967-6530-40-0. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)

Pranala luar

Cari tahu mengenai Busana tradisional Batak pada proyek-proyek Wikimedia lainnya:
Definisi dan terjemahan dari Wiktionary
Gambar dan media dari Commons
Berita dari Wikinews
Kutipan dari Wikiquote
Teks sumber dari Wikisource
Buku dari Wikibuku

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Catatan
  2. Referensi
  3. Daftar pustaka
  4. Pranala luar

Artikel Terkait

Busana tradisional

ekspresi identitas melalui busana

Suku Karo

salah satu kelompok etnik Batak

Indonesia

negara di Asia Tenggara dan Oseania

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026