Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Bunbun Indah, Leuser, Aceh Tenggara

Bunbun Indah adalah sebuah kute di Kecamatan Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, Indonesia.

gampong di Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh
Kute in Aceh, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia{{SHORTDESC:Kute in Aceh, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia|noreplace}}
Bunbun Indah
Negara Indonesia
ProvinsiAceh
KabupatenAceh Tenggara
KecamatanLeuser
Kodepos
24677[1]
Kode Kemendagri11.02.16.2012 Suntingan nilai di Wikidata
Luas... km²
Jumlah penduduk... jiwa
Kepadatan... jiwa/km²

Bunbun Indah adalah sebuah kute di Kecamatan Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, Indonesia.

Sejarah Desa

Sejarah terbentuknya Desa Bun Bun Indah, Kecamatan Leuser, sebelumnya merupakan Hutan Belantara. Tahun 1993 terjadi pembukaan hutan untuk dijadikan lahan pertanian, selanjutnya mulai mendirikan permukiman sebagai tempat tinggal, dan awalnya Desa Bun Bun Indah bagian dari Desa Bun Bun Alas dari Tahun 1998 s/d 2007. Pada tahun 2007 Desa Bun Bun Indah resmi mekar dan memiliki pemerintahan desa sendiri yang di pimpin oleh Nurudin sebagai kepala desa pertama.

Demografi

Desa Bun Bun Indah memiliki area berbukit serta memiliki akses jalan desa yang kurang baik, dan merupakan salah satu desa terpencil serta jauh dari ibukota kabupaten berjarak + 57 km, sedangkan jarak desa ke ibu kota kecamatan + 14 km, sedangkan jarak tempuh dari ibu kota kabupaten menggunakan transportasi darat + 4 jam, sedangkan menggunakan alat transportasi sungai (perahu mesin) + 2 – 3 jam. Dan letak desa langsung berbatasan dengan Kawasan TNGL SPTN Wilayah IV Badar, secara administrasi desa langsung berbatasan dengan Kabupaten Karo, Kabupaten Dairi, dan Kabupaten Aceh Selatan. Sedangkan batas antar desa adalah, Desa Bun Bun Alas, Desa Serakut, Desa Tunas Mude, dan Desa Ukaht Peseluk.

Secara geografis batas desa bun bun indah adalah:

  1. Sebelah barat desa bun-bun Indah berbatasan dengan Lawe Alas
  2. Sebelah Timur dengan Desa Sade Ate dan Desa Arih Mejile
  3. Sebelah Utara dengan Desa Bun-bun Alas
  4. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Ukhat Peseluk dan Sungai Renun.

Topografi desa ini mulai dari bergelombang sampai berbukit dengan kemiringan sampai 40% bahkan lebih, dengan ketinggian sekitar 100–350 m DPL. Mengingat lokasinya yang berada di perbukitan, di desa Bun-bun Indah memiliki keterbatasan dalam mengakses telekomunikasi menggunakan telepon seluler. Beberapa orang Masyarakat menggunakan repeater atau penguat sinyal sederhana yang diarahkan ke desa lain yang memiliki tower BTS, dan membagikan sinyalnya lewat tethering hotspot dengan fee tertentu. Listrik sudah masuk ke desa Bun-bun Indah

Desa Bun-bun Indah memiliki 3 dusun yaitu dusun Mawar, Dusun Aman dan dusun Sepakat. Menurut data BPS (Kecamatan Leuser Dalam Angka 2022), jumlah penduduk di desa Bun-bun Indah berjumlah 282 Jiwa dengan rincian 139 jiwa laki-laki dan 143 jiwa Perempuan dan terdiri dari 75 KK. Karena Masyarakat Bun-bun Indah Sebagian besar adalah pendatang, maka desa Bun- bun Indah terdiri dari beberapa suku, yaitu suku Alas, Gayo, Fak-fak dan Nias.

Potensi Desa

Hasil analisis spasial untuk penggunaan lahan aktual menunjukkan bahwa desa Bun-bun Indah masih terdapat tutupan hutan sekunder atau berasosiasi dengan bekas tebangan seluas 50% dari luas wilayah desa atau dengan luas sekitar 84 ha, diikuti dengan penggunaan lahan berupa tanaman palawija yaitu jagung sebanyak 20% dari total luas atau ±33 ha, kemiri 14% (±23 ha) dan kelapa sawit 11% (±19 ha) dan kebun campuran seperti coklat seluas 2% atau kira-kira 3 ha dari luas total. Sisanya berupa permukiman, jalan dan Sungai dengan total 3% dari luas area. Jagung merupakan tanaman yang dominan diusahakan hampir oleh semua Masyarakat desa Bun-bun Indah, termasuk kemiri juga merupakan tanaman alternatif yang memiliki nilai ekonomis sebagai tambahan pendapatan Masyarakat.

Tanaman Jagung yang biasa dibudidayakan adalah varitas unggul antara lain bisi B32, NK 212 dan Pioner. Persiapan lahan dilakukan dengan cara membakar lahan dan pada lahan dengan kemiringan lereng yang curam (kemiringan lereng 25% sampai lebih dari 40%) dilakukan tanpa konservasi lahan seperti pembuatan terasering, sehingga sering ditemukan kejadian tanah longsor di lahan kebun jagung. Pemupukan penggunaan pestisida dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan modal.

Selain jagung, budidaya yang diusahakan masayarakat desa Bun-bun Indah adalah kemiri. Kemiri ditanam di pinggir desa dengan jarak tanam 7 x 10 m dimana pada usia 6 tahun sudah bisa di panen. Rata-rata 1 pohon dapat di panen sekitar 3 kg sekali panen dan dijual ke pengumpul di desa Bun-bun Indah dengan harga basah Rp. 6.500/kg atau harga kering Rp. 7.700/kg. Jika sudah di kupas, kemiri dapat mencapai harga 30.000/kg nya. Dari melihat langsung perdagangan yang dilakukan oleh Masyarakat, kemiri cukup menjanjikan sebagai salah satu tanaman cash crop yang prospektif.

Informasi dari pengumpul kemiri, satu orang pengumpul dapat membeli sekitar 200 kg per harinya pada kondisi normal, namun bisa meningkat sampai 1 ton per hari pada saat buah sedang banyak yaitu pada saat akhir awal atau awal tahun.

Selain Jagung dan Kemiri, Masyarakat juga ditemui menanam coklat. Persiapan tanaman coklat yang dilakukan Masyarakat cukup sederhana yaitu dengan membakar lahan untuk persiapan lahan, dan membuat pembibitan coklat dari biji coklat yang dipanen sebelumnya, kemudian menanam bibit coklat di lahan.

Tanaman lain berupa sayuran, cabe dan hortikultur ditanam ibu-ibu di sekitar desa dan pekarangan untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi untuk lahan di sekitar desa sering mengalami serangan hama dari Beruk, monyet ekor panjang, dan babi hutan. Khusus unutk babi hutan, meskipun sudah dipasang jaring tetapi tetap tidak efektif untuk mencegah masuknya babi sehingga petani sering mangalami gagal panen.

Referensi

  1. "Kode pos Kecamatan Leuser". www.nomor.net. Diakses tanggal 16 November 2023.

Pranala luar

Bagikan artikel ini

Share: