Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Bulang hulu (heraldik)

Di dalam ilmu perbentaraan, bulang hulu adalah selingkar pelintiran kain yang ditempatkan di sekitar puncak ketopong dan pangkal jambul. Bulang hulu memiliki faedah ganda, yaitu menutup persambungan ketopong dan jambul, serta menjaga agar mantel tetap terpasang pada tempatnya.

hiasan luar perisai, berwujud pelintiran bahan sandang di antara puncak ketopong dan pangkal jambul
Diperbarui 17 Juli 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bulang hulu (heraldik)
Bagian dari seri
Kelengkapan Heraldis
Unsur-unsur lambang kebesaran lengkap
Tameng
Latar
Penopang
Jambul
Bulang Hulu
Tengkuluk
Ketopong
Mahkota
Lapik
Bubuhan
Semboyan/Slogan
Lambang Kebesaran
Hulu
Outline of a coat of arms
  • l
  • b
  • s

Di dalam ilmu perbentaraan, bulang hulu adalah selingkar pelintiran kain yang ditempatkan di sekitar puncak ketopong dan pangkal jambul. Bulang hulu memiliki faedah ganda, yaitu menutup persambungan ketopong dan jambul, serta menjaga agar mantel tetap terpasang pada tempatnya.

Adakalanya bulang hulu keliru disangka sebagai tanda mata, semisal saputangan atau gelendong benang, yakni barang kenang-kenangan pemberian kekasih hati untuk disematkan pada pakaian tempur kesatria yang hendak turun berperang atau berlaga di gelanggang tarung kesatria. Kesalahpahaman ini timbul lantaran asal-usul bulang hulu sudah dilupakan orang manakala jambul kian distilisasi dan semakin tidak mencerminkan kegunaanya.

Bulang hulu dijabarkan sebagai bagian dari jambul. Sebagai contoh, jabaran jambul Lambang Kebesaran Kanada adalah On a wreath of the colours Argent and Gules, a lion passant guardant Or imperially crowned proper and holding in the dexter paw a maple leaf Gules (di atas bulang hulu perak berselang-seling merah, singa emas lenggang menyamping toleh ke muka, bermahkota bak maharaja, tungkai kanan depan mencengkeram daun mapel merah sehelai). Pada umumnya pulasan bulang hulu tidak disebut-sebut dalam jabarannya, karena dianggap sudah pasti akan diserasikan dengan logam dan warna pulasan utama pada perisai. Sama seperti mantel, bulang hulu harus selalu dipulasi satu logam dan satu warna. Lazimnya pulasan bulang hulu sama persis dengan pulasan mantel. Di dalam kaidah lambang Inggris, bulang hulu biasanya ditampilkan dalam wujud selembar bahan sandang yang dipelintir enam kali, dan dipulasi berselang-seling dengan logam dan warna.[1]

Adakalanya bulang hulu diganti dengan mahkota atau mahkota ningrat yang disebut "makhota ningrat berjambul". Pada masa lampau, praktik mengganti bulang hulu dengan mahkota ningrat merupakan hal yang lumrah di semua kalangan, tetapi kini menjadi hak istimewa keluarga kerajaan dan bangsawan tinggi, kecuali dalam kasus-kasus tertentu. Beberapa tokoh masyarakat dari kalangan rakyat jelata mengakali kaidah ini dengan menempatkan mahkota ningrat di atas bulang hulu, alih-alih menggantikannya.

Bulang hulu juga kerap digunakan sebagai hiasan pada satwa heraldik, yakni dipasang melingkari dahi atau lehernya. Gambar Orang Moro dan orang Sarasen dalam heraldik juga lazim ditampilkan berdestar bulang hulu.

Galeri

  • Gambar bulang hulu pada umumnya
    Gambar bulang hulu pada umumnya
  • Bulang hulu
    Bulang hulu
  • Mahkota ningrat berjambul pada lambang kebesaran Sidang Majelis Daerah Suffolk. Jambul ditempatkan di atas "mahkota purba" alih-alih di atas bulang hulu sebagaimana lazimnya
    Mahkota ningrat berjambul pada lambang kebesaran Sidang Majelis Daerah Suffolk. Jambul ditempatkan di atas "mahkota purba" alih-alih di atas bulang hulu sebagaimana lazimnya
  • Lambang kebesaran Sardinia bergambar empat kepala orang Moro berdestar bulang hulu
    Lambang kebesaran Sardinia bergambar empat kepala orang Moro berdestar bulang hulu
  • Jambul di atas bulang hulu pada lambang kebesaran Gubernur Jenderal Kanada
    Jambul di atas bulang hulu pada lambang kebesaran Gubernur Jenderal Kanada

Baca juga

Iqal

Rujukan

  1. ↑ James Parker: A Glossary of terms used in Heraldry
  • l
  • b
  • s
Heraldik
  • Pihak berwenang
  • Anugerah
  • Sejarah
  • Undang-undang
  • Mantri
    • Manggala
    • Abyantara
    • Cantrik
    • Partikelir
Ragam
  • Lambang negara
    • Lambang daulat
    • Lambang praja
  • Lambang gerejawi
    • Paus
  • Borjuis
  • Lambang kaum hawa
  • Lambang ternisbat
Tameng
Latar
Penopang
Jambul
Bulang Hulu
Tengkuluk
Ketopong
Mahkota
Lapik
Bubuhan
Semboyan/Slogan
Lambang Kebesaran
Hulu
Outline of a coat of arms
Topik
  • Penyandang lambang
  • Salin jirim lambang
    • Lambang terjungkir
  • Lambang bihari dan kiwari
  • Lambang perikatan
    • Lambang bersitabik
  • Pemerian lambang
  • Tanda nasab
    • Ciri khusus
  • Lambang bertutur
  • Lambang turun mutu
  • Latar
    • Pembelahan
    • Variasi
  • Lambang lancungan
  • Pengatakan
    • Memperempat
    • Menyula
  • Tradisi nasional
  • Serikat
Kelengkapan
  • Lambang kebesaran
  • Mahkota dan jamang
  • Jambul
  • Lapik
  • Tameng
  • Ketopong
  • Tengkuluk
    • Ceteri
  • Semboyan
    • slogan
  • Penopang
  • Bulang hulu
Bubuhan
  • Gelagat
  • Penggal
  • Kelim
  • Batas
Prasaja
  • Gelang-gelang
  • Kalang
  • Selempang
  • Pematang
  • Penjuru
  • Kasau (Łękawica)
  • Lorek
  • Salib
  • Liku
  • Hulu
  • Sabuk
  • Pengapit
  • Tetes
  • Kikik
  • Tual
  • Otar
  • Kajai
  • Wajik
  • Pagar
  • Sula
  • Dwisula
  • Baji
  • Cakram
  • Silang
Margasatwa
  • Beruang
  • Celeng
  • Banteng
  • Ajak
  • Jerapah
  • Rusa
  • Kangguru
  • Macan
  • Singa
  • Serigala
Paksi
  • Alerion
  • Angsa hitam
  • Jago
  • Gagak
  • Merpati
  • Rajawali
    • Dwimuka
    • Trimuka
    • Szaszor
  • Sriti
  • Undan
Lain-lain
  • Tawon
  • Katak puru
  • Sikudomba
  • Semut
  • Ikan tombak
  • Pintu kerek
  • Keluang
  • Simping
  • Ular
  • Wolfsangel
Satwa legenda
  • Allocamelus
  • Alphyn
  • Amfipteron
  • Basiliskus
  • Biscione
  • Qianlima
  • Cocatrix
  • Naga
    • Naga Tionghoa
  • Enfield
  • Garuda
  • Grifon
  • Harpia
  • Hipokampos
  • Hipogrif
  • Lampago
  • Lindorm
  • Mantikora
  • Putri duyung
  • Musimon
  • Ouroboros
  • Pantheon
  • Pantera
  • Pegasus
  • Foiniks
  • Salamander
  • Grifon duyung
  • Singa duyung
  • Harimau
  • Ekacula
  • Singa paksi
  • Orang liar
  • Wyvern
  • Yale
Stawara
  • Fleur-de-lis
  • Bumban dafnah
  • Pasang
  • Caturpatra
  • Mawar
  • Semanggi
    • Tripatra
  • Waga-waga
  • Lobak cina
  • Patra tunjung
Simpul
  • Bowen
  • Dacre
  • Harrington
  • Heneage
  • Hinckaert
  • Hungerford
  • Lacy
  • Savoye
  • Stafford
  • Wake
Pulasan
  • Kaidah pulasan
  • Penyandian
  • Pengarsiran
Logam
  •    Selaka (putih)
  •    Kencana (kuning)
Urna
  •    Berma (merah)
  •    Langking (hitam)
  •    Nila (biru)
  •    Wilis (hijau)
  •    Wungu (ungu)1
Bulu
  • Cerpelai
  • Bajing
    • Kruk
Noda
  •    Pirau
  •    Darah
  •    Deragem
Logam langka1
  •   Tembaga
  •   Bungalan (logam di Amerika Serikat)
Urna langka1
  •    Biru langit
  •   Soga
  •   Bungalan (warna di Kanada)
  •   Kelabu
  •   Hartal
  •   Jingga
  •   Dadu
Realistis
  • Alami
  • Jangat
Terkait
  • Mon
  • Emblem
    • sosialis
  • Logotipus
  • Faleristika
  • Veksilologi
  • Sigilografi
  • 1 Nontradisional, regional, atau jarang dipakai (kadang-kadang dianggap tidak heraldis)
  • Daftar heraldik tertua

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Galeri
  2. Baca juga
  3. Rujukan
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026