Budaya material adalah istilah dalam antropologi dan ilmu sosial yang merujuk pada seluruh benda fisik yang diciptakan, digunakan, dan dimaknai oleh manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Budaya material mencakup objek nyata seperti alat, pakaian, rumah, kendaraan, karya seni, hingga bangunan monumental, yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari serta warisan sejarah suatu masyarakat.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Budaya material adalah istilah dalam antropologi dan ilmu sosial yang merujuk pada seluruh benda fisik yang diciptakan, digunakan, dan dimaknai oleh manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Budaya material mencakup objek nyata seperti alat, pakaian, rumah, kendaraan, karya seni, hingga bangunan monumental, yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari serta warisan sejarah suatu masyarakat.[1]
Menurut Kathy S. Stolley, budaya material mencakup semua produk nyata yang dihasilkan oleh interaksi manusia, yaitu objek fisik yang dapat dilihat, disentuh, dan digunakan.[2] Budaya material berbeda dari budaya non-material, yang meliputi gagasan, nilai, norma, dan kepercayaan yang tidak berwujud fisik.[2]
Beberapa contoh budaya material dalam kehidupan sehari-hari antara lain:
Budaya material memiliki peran penting dalam masyarakat, antara lain:
Dalam antropologi, studi budaya material digunakan untuk memahami hubungan manusia dengan lingkungannya, proses adaptasi, serta perkembangan teknologi dan ekonomi. Analisis budaya material juga erat kaitannya dengan arkeologi, melalui penemuan dan interpretasi artefak masa lalu.[6]