Budaya Kurdi merupakan sekumpulan ciri kebudayaan khas yang dijalankan oleh masyarakat Kurdi. Budaya Kurdi merupakan warisan dari berbagai bangsa kuno yang membentuk identitas Kurdi modern dan kehidupan sosial mereka.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Budaya Kurdi merupakan sekumpulan ciri kebudayaan khas yang dijalankan oleh masyarakat Kurdi. Budaya Kurdi merupakan warisan dari berbagai bangsa kuno yang membentuk identitas Kurdi modern dan kehidupan sosial mereka.
Orang Kurdi adalah kelompok etnis Iran[1][2][3] yang tinggal di kawasan Timur Tengah bagian utara, di sebuah wilayah yang oleh orang Kurdi disebut Kurdistan Raya. Kurdistan Raya membentang di sepanjang Pegunungan Zagros dan Pegunungan Taurus, dan saat ini mencakup wilayah Irak timur laut, Iran barat laut, Suriah timur laut, dan Turki tenggara. Terdapat banyak kontroversi mengenai masyarakat Kurdi, mulai dari asal-usul mereka, sejarah mereka, hingga masa depan politik mereka. Kurdi merupakan salah satu kelompok etnis terbesar di dunia yang tidak memiliki negara merdeka yang diakui secara universal.[4]
Artikel utama: Bahasa-bahasa Kurdi
Bahasa Kurdi (Kurdî) termasuk dalam divisi Barat Laut dari cabang bahasa Iran dalam rumpun bahasa Indo-Eropa.[5]
Artikel utama: Mitologi Kurdi

Orang Kurdi memiliki tradisi folklor yang kaya, namun semakin terancam punah akibat modernisasi, urbanisasi, dan penindasan budaya. Kurdi merayakan tahun baru pada Newroz, dan perayaannya sering kali dilarang oleh otoritas di Turki dan Suriah.[6][7] Salah satu kisah terkenal dalam tradisi sastra Kurdi adalah Mem û Zîn.[8]
Zembilfrosh (Kurdi: زەمبیلفرۆش; berarti “penjual keranjang”) adalah sebuah cerita rakyat yang populer di Kurdistan Turki dan Kurdistan Irak. Zembilfrosh adalah putra seorang penguasa Kurdi yang berkuasa, namun ia meninggalkan rumah dan kehidupannya demi menempuh kehidupan spiritual sebagai seorang darwis. Ia mengembara di pedesaan bersama istrinya yang setia, dan mereka bertahan hidup dengan membuat serta menjual keranjang. Suatu hari, mereka tiba di ibu kota sebuah emirat Kurdi, di mana istri sang pangeran melihat Zembilfrosh dan jatuh cinta kepadanya. Ia memanggil Zembilfrosh ke istana dan menyatakan cintanya sambil berusaha merayunya. Zembilfrosh menolak, tetapi ia terus mendesak dan menjanjikan kekayaan besar. Zembilfrosh tetap tidak tergoyahkan, sehingga ia dikurung di sebuah menara kastel, namun akhirnya berhasil melarikan diri. Istri pangeran kemudian menyamar dan mulai mencari Zembilfrosh sampai akhirnya menemukan keberadaannya. Ia menipu istri Zembilfrosh dengan meminta meminjam pakaian dan mengusirnya dari rumah. Ketika Zembilfrosh kembali pada malam hari, keadaan gelap dan ia tidak mengenali istri pangeran yang menyambutnya masuk ke tempat tidur. Namun, sebuah gelang perak di kakinya mengungkap identitas perempuan itu, sehingga Zembilfrosh melarikan diri dan dikejar oleh perempuan yang berusaha memilikinya itu. Ketika Zembilfrosh menyadari bahwa tidak ada jalan untuk melarikan diri, ia berdoa kepada Tuhan agar dibebaskan dari dunia yang penuh penderitaan. Tuhan mengabulkan permintaannya, dan ia meninggal seketika. Melihat jasad Zembilfrosh, istri pangeran begitu terpukul hingga ia pun meninggal. Keduanya kemudian dimakamkan berdampingan. Tempat peristirahatan mereka diklaim berada di kota Batifa, sebuah subdistrik di distrik Zakho, provinsi Duhok, Kurdistan Irak.[9]

Musik rakyat Kurdi merupakan bagian penting dari kebudayaan Kurdi dan secara tradisional digunakan untuk mewariskan kisah-kisah tentang sejarah Kurdi melalui Dengbêj. Dengbêj (para pendongeng atau penyanyi rakyat, secara harfiah berarti “suara–nyanyi”[10]) dikenal luas karena lagu-lagu ratapan atau stran.[11] Banyak musikus Kurdi populer pada abad ke-20 seperti Hassan Zirak dan Ahmet Kaya menyanyikan lagu-lagu dalam bahasa Turki atau Persia selain dalam bahasa Kurdi.
Artikel utama: Sinema Kurdi
Sinema Kurdi berfokus pada masyarakat dan kebudayaan Kurdi. Nasib orang Kurdi sebagai suatu bangsa tanpa negara sangat membentuk karakter sinema mereka. Film-film Kurdi kerap menampilkan keluhan sosial, penindasan, penyiksaan, pelanggaran hak asasi manusia, serta kehidupan sebagai orang asing. Sinema Kurdi memiliki arti penting bagi orang Kurdi karena memberikan kesempatan untuk menyoroti kondisi mereka melalui cara artistik. Namun, akibat represi negara, sebagian besar film diproduksi di pengasingan. Contoh paling jelas terjadi di Turki, di mana orang Kurdi tidak diperbolehkan menggunakan bahasa asli mereka hingga tahun 1991. Pembatasan tersebut membuat perkembangan sinema Kurdi menjadi jauh lebih sulit.[12]