Brocchinia reducta adalah tanaman karnivora yang termasuk dalam keluarga bromeliadae. Tanaman ini berasal dari selatan Venezuela, Brasil, Kolombia, dan Guyana, dan biasanya ditemukan di wilayah dengan tanah miskin nutrisi serta kelembapan tinggi. B. reducta dapat berkembang dalam kondisi yang jarang, terbukti dari kemampuannya menggunakan akar sebagai jangkar di atas batu. Bentuk corong dan lapisan lilinnya, bersama dengan ciri-ciri lainnya, menunjukkan bahwa tanaman ini bersifat karnivora.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Brocchinia reducta | |
|---|---|
| Brocchinia reducta di Gunung Roraima | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Monokotil |
| Klad: | Commelinidae |
| Ordo: | Poales |
| Famili: | Bromeliaceae |
| Genus: | Brocchinia |
| Spesies: | B. reducta |
| Nama binomial | |
| Brocchinia reducta Baker 1882 | |
| Persebaran Brocchinia reducta | |
Brocchinia reducta adalah tanaman karnivora yang termasuk dalam keluarga bromeliadae. Tanaman ini berasal dari selatan Venezuela, Brasil, Kolombia, dan Guyana, dan biasanya ditemukan di wilayah dengan tanah miskin nutrisi serta kelembapan tinggi. B. reducta dapat berkembang dalam kondisi yang jarang, terbukti dari kemampuannya menggunakan akar sebagai jangkar di atas batu. Bentuk corong dan lapisan lilinnya, bersama dengan ciri-ciri lainnya, menunjukkan bahwa tanaman ini bersifat karnivora.[1][2][3]
B. reducta telah dijual secara komersial di beberapa situs peramban tanaman karnivora sebagai spesimen karnivora yang dapat dimiliki orang di rumah.[4][5]
Brocchinia reducta, seperti banyak bromeliadae lainnya, membentuk cangkir penampung air melalui daun-daunnya yang saling tumpang tindih, dengan warna hijau dan kuning cerah yang berpadu, membentuk struktur silinder yang menyerupai mawar saat tumbuh di luar ruangan. Daun yang mengelilingi cangkir ini dilapisi oleh lapisan lilin tebal namun longgar, yang memantulkan sinar ultraviolet secara efektif. Refleksi ultraviolet ini tidak hanya melindungi tanaman dari radiasi berbahaya, tetapi juga berfungsi sebagai umpan, karena banyak serangga tertarik pada cahaya ultraviolet, sama seperti pada bunga. Selain itu, air di dalam cangkir mengeluarkan aroma manis yang dapat menarik semut dan serangga kecil lainnya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa fungsi utama dari lapisan lilin reflektif ini adalah menyebabkan serangga tergelincir ke dalam cangkir air. Setelah terperangkap, serangga hampir tidak mungkin keluar dari permukaan daun yang licin dan curam, sehingga mereka akhirnya tenggelam. Strategi ini menjadikan B. reducta salah satu bromeliadae karnivora yang sangat efektif dalam memanfaatkan serangga sebagai sumber nutrisi tambahan, sekaligus menunjukkan adaptasi morfologis yang rumit untuk bertahan di lingkungan yang miskin nutrisi.[1][3][2]
B. reducta masih menyimpan banyak hal yang belum diketahui, dan di kalangan ahli biologi terdapat perdebatan mengenai apakah tanaman ini benar-benar dapat dikategorikan sebagai karnivora. Namun, bukti yang ada menunjukkan bahwa tanaman ini layak disebut sebagai bromeliadae karnivora, bersama dengan Brocchinia hechtioides dan Catopsis beteroniana. Permukaan lilinnya, kemampuan menampung air, pelepasan aroma, serta potensi enzim pencernaan di dalam cangkir air semuanya mengindikasikan mekanisme jebakan pasif. Selain itu, daun B. reducta dilapisi trikoma yang dapat menyerap nutrisi. Trikoma ini, yang terdapat di dinding sel luar, mampu mengangkut molekul sekecil 6,6 nm.[6][7][8]