Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Boran

Boran adalah ratu Sasaniyah (banbishn) Iran dari 630 hingga 632, dengan interupsi beberapa bulan. Dia adalah putri dari raja Khosrow II dengan putri Kekaisaran Romawi Timur, Maria. Dia merupakan wanita kedua dari hanya tiga wanita yang memerintah dalam sejarah Iran, selain Musa dari Partia, dan saudari Boran Azarmidokht.

Wikipedia article
Diperbarui 29 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Boran
Ratu Sasaniyah dari IranTemplat:SHORTDESC:Ratu Sasaniyah dari Iran
Artikel ini bukan mengenai Borana atau Boron.
Untuk jenis sapi, lihat sapi boran.
"Poran" beralih ke halaman ini. Untuk film 2022, lihat Poran (film).
Boran
Ratu dari Segala Ratu Iran
Dinar emas Boran (Museum Seni Rupa, Boston)
Ratu Kekaisaran Sasaniyah
Pemerintahan pertama630
PendahuluShahrbaraz
PenerusShapur-i Shahrvaraz
Pemerintahan ke-2Juni 631—Juni 632
PendahuluAzarmidokht
PenerusYazdegerd III
Permaisuri Kekaisaran Sasaniyah
Masa jabatan628
KematianJuni 632
Ctesiphon
PasanganKavad II
WangsaWangsa Sasaniyah
AyahKhosrow II
IbuMaria
AgamaZoroastrianisme

Boran (juga dieja Buran, bahasa Persia Pertengahan: ) adalah ratu Sasaniyah (banbishn) Iran dari 630 hingga 632, dengan interupsi beberapa bulan. Dia adalah putri dari raja (atau shah) Khosrow II (m. 590–628) dengan putri Kekaisaran Romawi Timur, Maria. Dia merupakan wanita kedua dari hanya tiga wanita yang memerintah dalam sejarah Iran, selain Musa dari Partia, dan saudari Boran Azarmidokht.

Pada tahun 628, ayahnya digulingkan dan dieksekusi oleh saudara laki-laki sekaligus suaminya, Kavad II, yang juga mengeksekusi semua saudara kandung dan saudara tiri Boran, yang menandai dimulainya periode perpecahan dalam kekaisaran. Kavad II meninggal beberapa bulan kemudian, dan digantikan oleh putranya yang berusia delapan tahun, Ardashir III, yang setelah memerintah hampir dua tahun, dibunuh dan dirampas kekuasaannya oleh perwira militer Iran Shahrbaraz. Boran segera naik takhta dengan bantuan komandan militer Farrukh Hormizd, yang membantunya menggulingkan Shahrbaraz.

Dia dan saudara perempuannya adalah satu-satunya pewaris sah yang dapat memerintah pada saat itu. Boran mewarisi kekaisaran yang sedang merosot akibat perang saudara antara dua faksi utama, keluarga bangsawan Persia (Parsig) dan Partia (Pahlav). Dia berkomitmen untuk membangkitkan kembali kenangan dan prestise ayahnya, yang pada masa pemerintahannya Kekaisaran Sassaniyah telah berkembang hingga mencapai wilayah kekuasaan terluasnya.

Nama

Nama Boran muncul sebagai Bōrān (atau Burān) pada uang koinnya,[1] yang dianggap oleh sejarawan Prancis Gignoux sebagai hipokoristik dari *baurāspa ('memiliki banyak kuda').[2] Penyair Persia abad pertengahan Ferdowsi menyebutnya sebagai Pūrāndokht dalam puisi epiknya,Shahnameh ("Kitab Para Raja"). Akhiran dokht (-dukht dalam bahasa Persia Pertengahan), yang berarti "anak perempuan", merupakan suatu perkembangan baru yang dilakukan dalam rumpun bahasa Iran Pertengahan untuk lebih mudah membedakan nama perempuan dari nama laki-laki.[3][4]

Referensi

  1. ↑ Daryaee 1999, hlm. 78, 81.
  2. ↑ Al-Tabari 1985–2007, v. 5: p. 404 (note 996).
  3. ↑ Schmitt 2005a.
  4. ↑ Schmitt 2005b.

Sumber

  • Al-Tabari, Abu Ja'far Muhammad ibn Jarir (1985–2007). Ehsan Yar-Shater (ed.). The History of Al-Ṭabarī. Vol. V. Albany, NY: State University of New York Press. ISBN 978-0-7914-4355-2.
  • Chaumont, Marie Louise (1989). "Bōrān". Encyclopaedia Iranica, Vol. IV, Fasc. 4. hlm. 366.
  • Daryaee, Touraj (1999). "The Coinage of Queen Bōrān and Its Significance for Late Sāsānian Imperial Ideology". Bulletin (British Society for Middle Eastern Studies). 13: 77–82. JSTOR 24048959. (perlu mendaftar)
  • Daryaee, Touraj (2009). "Šāpur II". Encyclopaedia Iranica.
  • Daryaee, Touraj (2014). Sasanian Persia: The Rise and Fall of an Empire. I.B.Tauris. ISBN 978-0-85771-666-8. Ikon gembok hijau terbuka
  • Daryaee, Touraj (2018). "Boran". Dalam Nicholson, Oliver (ed.). The Oxford Dictionary of Late Antiquity. Oxford: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-866277-8.
  • Emrani, Haleh (2009). Like Father, Like Daughter: Late Sasanian Imperial Ideology & the Rise of Bōrān to Power. University of California.
  • Ghanoonparvar, Mohammad R. (1989). "Būrānī". Encyclopaedia Iranica, Vol. IV, Fasc. 5. hlm. 554–555.
  • Gignoux, Ph. (1987). "Āzarmīgduxt". Encyclopaedia Iranica, Vol. III, Fasc. 2. hlm. 190.
  • Howard-Johnston, James (2010). "Ḵosrow II". Encyclopaedia Iranica.
  • Kia, Mehrdad (2016). The Persian Empire [2 volumes]: A Historical Encyclopedia. ABC-CLIO. ISBN 978-1-61069-391-2.
  • Malek, Hodge Mehdi; Curtis, Vesta Sarkhosh (1998). "History and Coinage of the Sasanian Queen Bōrān (AD 629-631)". The Numismatic Chronicle. 158. Royal Numismatic Society: 113–129. JSTOR 42668553. (perlu mendaftar)
  • Martindale, John Robert; Jones, Arnold Hugh Martin; Morris, J., ed. (1992). The Prosopography of the Later Roman Empire, Volume III: A.D. 527–641. Cambridge, United Kingdom: Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-20160-5.
  • Pourshariati, Parvaneh (2008). Decline and Fall of the Sasanian Empire: The Sasanian-Parthian Confederacy and the Arab Conquest of Iran (PDF). London and New York: I.B. Tauris. ISBN 978-1-84511-645-3. Ikon gembok hijau terbuka
  • Schmitt, Rüdiger (2005a). "Personal Names, Iranian iv. Sasanian Period". Encyclopaedia Iranica.
  • Schmitt, Rüdiger (2005b). "Personal Names, Iranian iv. Parthian Period". Encyclopaedia Iranica.
  • Shahbazi, A. Shapur (2005). "Sasanian dynasty". Encyclopaedia Iranica.

Bacaan lanjutan

  • Kuntz, Roger; Warden, William B. (1983). "A Gold Dinar of the Sasanian Queen Buran". Museum Notes. 28. The American Numismatic Society: 133–5. JSTOR 43573666. (perlu mendaftar)
  • l
  • b
  • s
Penguasa Kekaisaran Sasaniyah (224–651)
  • Ardashir I (224–242)
  • Syapur I (240–270)
  • Hormizd I (270–271)
  • Bahram I (271–274)
  • Bahram II (274–293)
  • Bahram III (293)
  • Narseh (293–302)
  • Hormizd II (302–309)
  • Adur Narseh (309)
  • Syapur II (309–379)
  • Ardashir II (379–383)
  • Syapur III (383–388)
  • Bahram IV (388–399)
  • Yazdegerd I (399–420)
  • Syapur IV§ (420)
  • Khosrow sang Perampas Kekuasaan§ (420)
  • Bahram V (420–438)
  • Yazdegerd II (438–457)
  • Hormizd III (457–459)
  • Peroz I (459–484)
  • Balash (484–488)
  • Kavadh I (488–496)
  • Djamasp (496–498)
  • Kavadh I (498–531)
  • Khosrow I (531–579)
  • Hormizd IV (579–590)
  • Khosrow II (590)
  • Bahram VI Chobin§ (590–591)
  • Khosrow II (591–628)
  • Vistahm§ (591–596)
  • Kavadh II (628)
  • Ardashir III (628–629)
  • Shahrbaraz§ (629)
  • Khosrow III§ (629)
  • Borandukht (629–630)
  • Syapur-i Shahrvaraz§ (630)
  • Peroz II§ (630)
  • Azarmidokht (630–631)
  • Farrukh Hormizd§ (630–631)
  • Hormizd VI§ (630–631)
  • Khosrow IV§ (631)
  • Farrukhzad Khosrow V§ (631)
  • Boran (631–632)
  • Yazdegerd III (632–651)
  • Peroz III (pretender)
  • Narsieh (pretender)
§ perampas kekuasaan atau pengeklaim rival

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Nama
  2. Referensi
  3. Sumber
  4. Bacaan lanjutan

Artikel Terkait

Jing Boran

penyanyi asal Republik Rakyat Tiongkok

Tari Boran

adalah tarian tradisional khas Lamongan, Jawa Timur, yang terinspirasi dari kehidupan para penjual nasi boran.

Boran-sur-Oise

Boran-sur-Oise merupakan komune di departemen Oise yang terletak pada sebelah utara Prancis. Komune di departemen Oise INSEE

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026