Boran adalah ratu Sasaniyah (banbishn) Iran dari 630 hingga 632, dengan interupsi beberapa bulan. Dia adalah putri dari raja Khosrow II dengan putri Kekaisaran Romawi Timur, Maria. Dia merupakan wanita kedua dari hanya tiga wanita yang memerintah dalam sejarah Iran, selain Musa dari Partia, dan saudari Boran Azarmidokht.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Boran | |
|---|---|
| Ratu dari Segala Ratu Iran | |
Dinar emas Boran (Museum Seni Rupa, Boston) | |
| Ratu Kekaisaran Sasaniyah | |
| Pemerintahan pertama | 630 |
| Pendahulu | Shahrbaraz |
| Penerus | Shapur-i Shahrvaraz |
| Pemerintahan ke-2 | Juni 631—Juni 632 |
| Pendahulu | Azarmidokht |
| Penerus | Yazdegerd III |
| Permaisuri Kekaisaran Sasaniyah | |
| Masa jabatan | 628 |
| Kematian | Juni 632 Ctesiphon |
| Pasangan | Kavad II |
| Wangsa | Wangsa Sasaniyah |
| Ayah | Khosrow II |
| Ibu | Maria |
| Agama | Zoroastrianisme |
Boran (juga dieja Buran, bahasa Persia Pertengahan:
) adalah ratu Sasaniyah (banbishn) Iran dari 630 hingga 632, dengan interupsi beberapa bulan. Dia adalah putri dari raja (atau shah) Khosrow II (m. 590–628) dengan putri Kekaisaran Romawi Timur, Maria. Dia merupakan wanita kedua dari hanya tiga wanita yang memerintah dalam sejarah Iran, selain Musa dari Partia, dan saudari Boran Azarmidokht.
Pada tahun 628, ayahnya digulingkan dan dieksekusi oleh saudara laki-laki sekaligus suaminya, Kavad II, yang juga mengeksekusi semua saudara kandung dan saudara tiri Boran, yang menandai dimulainya periode perpecahan dalam kekaisaran. Kavad II meninggal beberapa bulan kemudian, dan digantikan oleh putranya yang berusia delapan tahun, Ardashir III, yang setelah memerintah hampir dua tahun, dibunuh dan dirampas kekuasaannya oleh perwira militer Iran Shahrbaraz. Boran segera naik takhta dengan bantuan komandan militer Farrukh Hormizd, yang membantunya menggulingkan Shahrbaraz.
Dia dan saudara perempuannya adalah satu-satunya pewaris sah yang dapat memerintah pada saat itu. Boran mewarisi kekaisaran yang sedang merosot akibat perang saudara antara dua faksi utama, keluarga bangsawan Persia (Parsig) dan Partia (Pahlav). Dia berkomitmen untuk membangkitkan kembali kenangan dan prestise ayahnya, yang pada masa pemerintahannya Kekaisaran Sassaniyah telah berkembang hingga mencapai wilayah kekuasaan terluasnya.
Nama Boran muncul sebagai Bōrān (atau Burān) pada uang koinnya,[1] yang dianggap oleh sejarawan Prancis Gignoux sebagai hipokoristik dari *baurāspa ('memiliki banyak kuda').[2] Penyair Persia abad pertengahan Ferdowsi menyebutnya sebagai Pūrāndokht dalam puisi epiknya,Shahnameh ("Kitab Para Raja"). Akhiran dokht (-dukht dalam bahasa Persia Pertengahan), yang berarti "anak perempuan", merupakan suatu perkembangan baru yang dilakukan dalam rumpun bahasa Iran Pertengahan untuk lebih mudah membedakan nama perempuan dari nama laki-laki.[3][4]