Bobomani atau Bomomani, adalah salah satu kampung atau desa yang berada di distrik Mapia, kabupaten Dogiyai, provinsi Papua, Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bobomani | |
|---|---|
| Negara | |
| Provinsi | Papua |
| Kabupaten | Dogiyai |
| Distrik | Mapia |
| Kode Kemendagri | 94.06.02.2001 |
| Luas | 0,74 km2 |
| Jumlah penduduk | 3.124 jiwa (2020) |

Bobomani atau Bomomani, adalah salah satu kampung atau desa yang berada di distrik Mapia, kabupaten Dogiyai, provinsi Papua, Indonesia.
Secara geografis, kampung ini terletak pada sekitar 4°03'57" Lintang Selatan dan 135°49'04" Bujur Timur, dengan ketinggian sekitar 1.129 meter (3.704 kaki) di atas permukaan laut. Desa tersebut merupakan bagian dari Distrik Mapia yang mencakup beberapa desa lainnya, antara lain Abaimaida, Abaugi/Obaikagopa, Dawaikunu, Gabaikunu, Gapoya, dan Magode.
Di Kampung ini terdapat satu Gereja Katolik sebagai pusat paroki yang bernama Paroki Maria Menerima Kabar Gembira. Juga terdapat tiga Gereja Kristen masing-masing Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jemaat Bethesda Bibiyepa sebagai pusat Daerah atau Klasis Mapia yang menaungi beberapa jemaat lainnya, Gereja Kristen Injili (GKI) Agape, dan Gereja Kemah Injil Kingmi (GKIP).
Dari segi infrastruktur, Bomomani memiliki lembaga pendidikan seperti SMAN 1 Dogiyai, sebuah sekolah menengah atas negeri yang terletak di desa tersebut. Selain itu, desa tersebut juga diuntungkan oleh program BBM Satu Harga, yang telah mendirikan SPBU Kompak untuk menyediakan bahan bakar dengan harga standar, sehingga meningkatkan aksesibilitas bagi masyarakat setempat.
Secara budaya, Bomomani dihuni oleh Suku Mee yang dikenal dengan kerajinan tradisionalnya membuat noken anggrek, sejenis tas tradisional. Masyarakat setempat memanfaatkan berbagai tanaman liar, termasuk anggrek, pakis, dan rotan, sebagai bahan utama pembuatan tas ini