Festival Bizhu dirayakan oleh masyarakat Chakma di Bangladesh dan India sebagai Tahun Baru tradisional yang jatuh sekitar 12 sampai 14 April.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Bizhu | |
|---|---|
Chakmas observing the Bizu festival at Khagrachhari | |
| Nama resmi | Bizu |
| Dirayakan oleh | Chakma people |
| Makna | Chakma New Year |
| Tanggal | 12–14 April |
| Frekuensi | Annual |
| Terkait dengan | South and Southeast Asian solar New Year |
Festival Bizhu dirayakan oleh masyarakat Chakma di Bangladesh dan India sebagai Tahun Baru tradisional yang jatuh sekitar 12 sampai 14 April.[1]
Bizhu berlangsung selama tiga hari dan menandai pergantian tahun bagi masyarakat Chakma. Festival ini jatuh pada Chaitra-sankranti atau hari terakhir dalam kalender Bengali. Perayaan dimulai pada hari Chaitra-sankranti dan berlanjut selama tiga hari. Pada masa lalu, Bizhu diperkirakan berlangsung hingga dua minggu. Bizhu memiliki keterkaitan erat dengan praktik budidaya jhum dan diyakini berawal sebagai ritual permohonan kepada bumi agar hasil panen melimpah setelah turunnya hujan pertama pada musim tanam. Dalam perkembangannya, makna agraris Bizhu mulai berkurang dan berubah menjadi perayaan sosial. Ritual yang menyertai Bizhu juga semakin sederhana dari waktu ke waktu.[2]
Perayaan dimulai pada hari pertama yang dikenal sebagai Phool Bizhu. Rumah dibersihkan dan dihias dengan bunga. Pada malam hari masyarakat Chakma mengadakan doa khusus kepada Buddha dan menyalakan lampu di rumah serta kuil Buddha. Hari kedua, Mul Bizhu, menjadi waktu untuk bersosialisasi. Masyarakat saling berkunjung, mengikuti permainan tradisional dan menyiapkan hidangan khas serta makanan manis. Dalam kepercayaan Chakma, seseorang yang meninggal pada hari Mul Bizhu dipercaya akan masuk surga. Mul Bizhu ditutup dengan pertunjukan tari Bizhu. Hari terakhir, Gojjepojje din, diperuntukkan bagi berbagai kegiatan keagamaan dan sosial.
Perempuan Chakma mengenakan pinon dan hadi serta perhiasan perak. Laki-laki mengenakan penutup kepala yang disebut khabang, dhoti dan jaket.[2]
Tari Bizhu adalah tarian yang ditampilkan masyarakat Chakma pada Tahun Baru Bizu dan merupakan salah satu tarian tradisional mereka. Tarian ini dilakukan secara berkelompok dengan posisi penari membentuk pola persegi atau lingkaran. Para penari mengenakan busana tradisional Chakma. Tarian ini diyakini berasal dari ritual persembahan di area kuil. Ciri khasnya adalah jeda mendadak selama pertunjukan. Dalam beberapa tahun terakhir, tari Bizhu semakin populer karena ritmenya yang menarik dan alunannya yang mudah diikuti. Melalui tarian ini, masyarakat Chakma melepas tahun yang berlalu dan menyambut tahun yang baru.[3][4]
Daya tarik tarian Bizhu juga berasal dari musik yang mengiringinya. Seruling dan drum memberikan ritme pada pertunjukan. Alat musik yang digunakan antara lain dhol, baajhi, khenggarang dan dhuduk. Khenggarang dan dhuduk dibuat dari bambu. Dhol merupakan alat musik perkusi dan baajhi adalah jenis seruling.[5]