Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiBizhu
Artikel Wikipedia

Bizhu

Festival Bizhu dirayakan oleh masyarakat Chakma di Bangladesh dan India sebagai Tahun Baru tradisional yang jatuh sekitar 12 sampai 14 April.

Wikipedia article
Diperbarui 7 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bizhu
Bizhu
Chakmas observing the Bizu festival at Khagrachhari
Nama resmiBizu
Dirayakan olehChakma people
MaknaChakma New Year
Tanggal12–14 April
FrekuensiAnnual
Terkait denganSouth and Southeast Asian solar New Year

Festival Bizhu dirayakan oleh masyarakat Chakma di Bangladesh dan India sebagai Tahun Baru tradisional yang jatuh sekitar 12 sampai 14 April.[1]

Bizhu

Bizhu berlangsung selama tiga hari dan menandai pergantian tahun bagi masyarakat Chakma. Festival ini jatuh pada Chaitra-sankranti atau hari terakhir dalam kalender Bengali. Perayaan dimulai pada hari Chaitra-sankranti dan berlanjut selama tiga hari. Pada masa lalu, Bizhu diperkirakan berlangsung hingga dua minggu. Bizhu memiliki keterkaitan erat dengan praktik budidaya jhum dan diyakini berawal sebagai ritual permohonan kepada bumi agar hasil panen melimpah setelah turunnya hujan pertama pada musim tanam. Dalam perkembangannya, makna agraris Bizhu mulai berkurang dan berubah menjadi perayaan sosial. Ritual yang menyertai Bizhu juga semakin sederhana dari waktu ke waktu.[2]

Perayaan dimulai pada hari pertama yang dikenal sebagai Phool Bizhu. Rumah dibersihkan dan dihias dengan bunga. Pada malam hari masyarakat Chakma mengadakan doa khusus kepada Buddha dan menyalakan lampu di rumah serta kuil Buddha. Hari kedua, Mul Bizhu, menjadi waktu untuk bersosialisasi. Masyarakat saling berkunjung, mengikuti permainan tradisional dan menyiapkan hidangan khas serta makanan manis. Dalam kepercayaan Chakma, seseorang yang meninggal pada hari Mul Bizhu dipercaya akan masuk surga. Mul Bizhu ditutup dengan pertunjukan tari Bizhu. Hari terakhir, Gojjepojje din, diperuntukkan bagi berbagai kegiatan keagamaan dan sosial.

Busana

Perempuan Chakma mengenakan pinon dan hadi serta perhiasan perak. Laki-laki mengenakan penutup kepala yang disebut khabang, dhoti dan jaket.[2]

Tari Bizhu

Tari Bizhu adalah tarian yang ditampilkan masyarakat Chakma pada Tahun Baru Bizu dan merupakan salah satu tarian tradisional mereka. Tarian ini dilakukan secara berkelompok dengan posisi penari membentuk pola persegi atau lingkaran. Para penari mengenakan busana tradisional Chakma. Tarian ini diyakini berasal dari ritual persembahan di area kuil. Ciri khasnya adalah jeda mendadak selama pertunjukan. Dalam beberapa tahun terakhir, tari Bizhu semakin populer karena ritmenya yang menarik dan alunannya yang mudah diikuti. Melalui tarian ini, masyarakat Chakma melepas tahun yang berlalu dan menyambut tahun yang baru.[3][4]

Alat musik pengiring

Daya tarik tarian Bizhu juga berasal dari musik yang mengiringinya. Seruling dan drum memberikan ritme pada pertunjukan. Alat musik yang digunakan antara lain dhol, baajhi, khenggarang dan dhuduk. Khenggarang dan dhuduk dibuat dari bambu. Dhol merupakan alat musik perkusi dan baajhi adalah jenis seruling.[5]

Referensi

  1. ↑ Lena, Chiangmi Talukder (2021-04-13). "Bizu festival in the hills". The Daily Star (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-17.
  2. 1 2 exporting southern Italian Festivals from south to north:. University of Illinois Press. hlm. 59–102.
  3. ↑ "Easrern Zonal Cultural Centre". ezccindia.org. Diakses tanggal 2025-11-17.
  4. ↑ "North Central Zone Cultural Centre". www.univresults.in. Diakses tanggal 2025-11-17.
  5. ↑ "Original PDF". doi.org. Diakses tanggal 2025-11-17.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Bizhu
  2. Busana
  3. Tari Bizhu
  4. Alat musik pengiring
  5. Referensi

Artikel Terkait

Tahun Baru Asia Selatan dan Tenggara

Assam, India Buisu: Tripura, India Gudi Padwa di Maharashtra & Goa, India Bizhu: Chakma di Mizoram, Tripura, dan Bangladesh Ugadi: Andhra Pradesh, Telangana

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026