Bintuju merupakan salah satu kelurahan yang berada di dalam wilayah Kecamatan Angkola Muara Tais, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Bintuju | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Sumatera Utara | ||||
| Kabupaten | Tapanuli Selatan | ||||
| Kecamatan | Angkola Muara Tais | ||||
| Kodepos | 22773 | ||||
| Kode Kemendagri | 12.03.32.1001 | ||||
| Kode BPS | 1203013006 | ||||
| Luas | ... km² | ||||
| Jumlah penduduk | ... jiwa | ||||
| Kepadatan | ... jiwa/km² | ||||
| |||||
Bintuju merupakan salah satu kelurahan yang berada di dalam wilayah Kecamatan Angkola Muara Tais, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Indonesia.
Kelurahan Bintuju lahir sekitar 200 tahun yang lalu di Tapanuli Selatan. Kelurahan ini dahulu merupakan sebuah desa yang didirikan oleh seorang raja bermarga Harahap dari garis keturunan Pijor Koling yang berjulukan Harahap Ulok bersama istrinya, Boru Simbolon.
Bintuju adalah nama sejenis kayu, tetapi juga berarti anak ketujuh, karena Raja Ulok adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara.
Pernikahan Raja Ulok dan Boru Simbolon menghasilkan anak kembar, yang seorang berwujud manusia dan yang satunya lagi bewujud ular. Anak yang berwujud manusia diberi nama Sutan Moma, dan yang berwujud ular diberi nama Sutan Sinanar. Sutan Sinanar lebih sering menyusu daripada Sutan Moma, sehingga diasingkan oleh orang tuanya ke daerah pegunungan di suatu tempat yang bernama Parlayanan. Konon hingga saat ini, Sutan Sinanar masih sering menampakkan diri di sungai yang mengaliri wilayah Parlayanan, tetapi semua keturunannya mengantarkannya ke Gunung Gongonan. Menurut kepercayaan masyarakat, keturunan Sutan Sinanar tidak boleh diayun.
harahap ulok ini mendidikan sebuah bagas godang, yang didirikan dengan tidak menggunakan paku sebagai penyangganya tetapi semua peralatan didatangkan dari bahan-bahan tradisional .hingga saat ini bagas godang ini masih berdiri kokoh ditengah-tengah pemukiman masyarakat bintuju dan masih dihuni oleh boru harahap (Maswani harahap,1952) .
Bintuju merupakan desa binaan yang baru-baru ini mengadakan acara MTQN ke 46 sekabupaten tapanuli selatan (dari tanggal 20-23 maret 2014) .
Pada tahun 2018, kelurahan ini bersama 14 desa dan kelurahan dari Kecamatan Batang Angkola dimekarkan dan termasuk dalam wilayah Kecamatan Angkola Muara Tais yang baru.[1][2]
Bintuju memiliki jumlah penduduk berkisar 625 kepala keluarga, kelurahan ini memiliki potensi untuk lahan bisnis dan perekonomian diakibatkan jumlah penduduknya yang banyak.[butuh rujukan]
1.batas-batas wilayah bintuju
sebelah timur berbatasan dengan Desa Holbung
sebelah tenggara berbatasan dengan Muara Tais 2
sebelah selatan berbatasan dengan Muara tais
sebelah barat berbatasan dengan pegunungan parlayanan
(Dina Mariana panjaitan,Mahasiswa bahasa Inggris KKL UGN Padang sidimpuan 2014Ô)