Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Bibir dalam Pispot

Bibir dalam Pispot adalah judul buku kumpulan cerita pendek karya Hamsad Rangkuti yang diterbitkan pada tahun 2003 oleh Penerbit Buku Kompas. Buku ini mengantarkan nama Hamsad Rangkuti sebagai peraih Penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa pada tahun 2003. Penghargaan kali ke-tiga ini diberikan tanpa kategori, setelah Sajak-sajak Lengkap, 1961-2001 karya Goenawan Mohamad (2001) dan Kerudung Merah Kirmizi karya Remy Sylado (2002).

kumpulan cerita pendek karya Hamsad Rangkuti
Diperbarui 6 November 2023

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bibir dalam Pispot
PengarangHamsad Rangkuti
BahasaIndonesia Indonesia
PenerbitPenerbit Buku Kompas
Tanggal terbit
Maret 2003
Halaman174 halaman
ISBNISBN 979-709-064-7

Bibir dalam Pispot adalah judul buku kumpulan cerita pendek karya Hamsad Rangkuti yang diterbitkan pada tahun 2003 oleh Penerbit Buku Kompas. Buku ini mengantarkan nama Hamsad Rangkuti sebagai peraih Penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa pada tahun 2003. Penghargaan kali ke-tiga ini diberikan tanpa kategori, setelah Sajak-sajak Lengkap, 1961-2001 karya Goenawan Mohamad (2001) dan Kerudung Merah Kirmizi karya Remy Sylado (2002).[1][2][3][4][5]

Latar belakang

Bibir dalam Pispot karya Hamsad Rangkuti tahun 2003 dan memperoleh Penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa. Cerpen Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu? dalam buku ini memberikan senyum pedih akan sebuah kisah cinta. Ini memang cerpen Hamsad paling dikenal setelah Sukri Menggenggam Pisau Belati. Meskipun oleh banyak sastrawan, cerpen ini dianggap bukan karya terbaik Hamsad, karya ini telah menjadi "gunjingan", bukan lantaran aspek intrinsik, tetapi pada kemampuan Hamsad memancing pertanyaan: Ini kejadian nyata atau rekaan? Berkisah tentang keputusasaan seorang perempuan yang nyaris bunuh diri. Dari segi tema, cerpen ini sebetulnya biasa saja, tapi kepiawaian Hamsad menata kata telah membuat kisah sederhana tersebut terasa indah. Cerpen Pispot yang diilhami oleh berita di koran, memberikan kepedihan yang lain lagi. Di sini kekuatan Hamsad mempermainkan perasaan pembaca terasa sekali. Seolah pembaca menjadi saksi sebuah pencurian, dan bersaksi di depan polisi dengan mengatakan bahwa barang curian tersebut ditelan si maling. Namun, setelah "kita" diinterogasi, ternyata keyakinan kita berbalik 180 derajat.

Lihat pula

  • Kusala Sastra Khatulistiwa
  • Hamsad Rangkuti

Referensi

  1. ↑ "Kusala Sastra Khatulistiwa". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-02-23. Diakses tanggal 2015-07-12.
  2. ↑ Bibir Catalog Hathitrust: Dalam Pispot[pranala nonaktif permanen]
  3. ↑ Alinea TV: Imajinasi liar cerpenis Hamsad Rangkuti[pranala nonaktif permanen]
  4. ↑ Jendela Sastra: Pengarang asal Sumatera Utara
  5. ↑ Kineruku: Bibir Dalam Pispot[pranala nonaktif permanen]


Ikon rintisan

Artikel bertopik buku ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang
  2. Lihat pula
  3. Referensi

Artikel Terkait

Hamsad Rangkuti

Sastrawan Indonesia

Sastra Indonesia

Noer, Darmanto Jatman, Arief Budiman, Goenawan Mohamad, Budi Darma, Hamsad Rangkuti, Putu Wijaya, Wisran Hadi, Wing Kardjo, Taufik Ismail, dan masih banyak

Prakoso Bhairawa Putera

Sastra-Indonesia.com". sastra-indonesia.com. Diakses tanggal 2016-10-17. Rangkuti, Hamsad (2006-01-01). Aisyah Di Balik Tirai Jendela. Didistribusikan oleh Bestari

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026