Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiBeton semprot
Artikel Wikipedia

Beton semprot

Beton semprot adalah beton yang memiliki nilai kelecakan maksimum 80 + 3 mm serta terdapat pembatasan penggunaan agregat kasar (Split) maksimum 9,5 mm (3/8"). Kuat tekan campuran beton semprot pada umur 28 hari harus memenuhi persyaratan minimal 28 MPa. Jika dibandingkan beton konvensional, beton semprot memiliki ciri khas yakni adukan lebih kering. Hal ini dipengaruhi karena penggunaan Beton semprot mengharuskan penggunaan Faktor Air Semen (FAS) 0.35-0.45 dan kadar udara 3-4 % agar beton bisa ditembak dan menempel pada lereng.

Wikipedia article
Diperbarui 22 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini tidak memiliki pranala ke artikel lain. Bantu kami untuk mengembangkannya dengan memberikan pranala ke artikel lain secukupnya. (November 2025)
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Alasannya ialah: Penulisan. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Oktober 2025) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Beton semprot" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Oktober 2025)
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Beton semprot adalah beton yang memiliki nilai kelecakan maksimum (kemudahan pengerjaan dinyatakan dengan nilai/angka slump) 80 + 3 mm serta terdapat pembatasan penggunaan agregat kasar (Split) maksimum 9,5 mm (3/8"). Kuat tekan campuran beton semprot pada umur 28 hari harus memenuhi persyaratan minimal 28 MPa. Jika dibandingkan beton konvensional, beton semprot memiliki ciri khas yakni adukan lebih kering. Hal ini dipengaruhi karena penggunaan Beton semprot mengharuskan penggunaan Faktor Air Semen (FAS) 0.35-0.45 dan kadar udara 3-4 % agar beton bisa ditembak dan menempel pada lereng.[1]

Beton ini biasanya digunakan untuk memperbaiki lereng ataupun dinding pada terowongan/bendungan dan diaplikasikan dengan menggunakan mesin penyemprot (Concrete Pump). Pekerjaan beton semprot pada lereng biasanya sebagai upaya untuk menjaga stabilitas permukaan lereng agar tidak mengalami erosi.[1]

Beton Semprot memiliki banyak spesifikasi dan metode penggunaan, sesuai dengan kebutuhan pekerjaan, lokasi pekerjaan, waktu dan durasi pekerjaan, dan faktor lainnya. Beton semprot dapat dihasilkan dari campuran kering (dry mix) atau campuran basah (wet mix).[1][2]

Sejarah

Metode ini ditemukan oleh Carl Ethan Akeley di tahun 1910. Pengaplikasian beton sangat berbeda dibandingkan teknik lainnya. Biasanya, instalasi beton dilakukan dengan cara penuangan. Namun, teknik ini memanfaatkan kelecakan adukan beton sehingga mampu menempel pada permukaan lereng mapun atap.

Referensi

  1. 1 2 3 Spesifikasi Khusus Interim Beton Semprot (Shotcrete) SKh-3.7.18 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
  2. ↑ Agustina, Dian Hastari (Juni 2023). "ANALISIS KESTABILAN LERENG DENGAN PERKUATAN SHOTCRETE MENGGUNAKAN PLAXIS (STUDI KASUS : RUAS JALAN TAREMPA – RINTIS STA 07+800 KAB. ANAMBAS". Sigma Teknika. 6: 223–230.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Referensi

Artikel Terkait

Beton

bahan bangunan komposit

Jabal Rahmah

haji mereka dari berbagai sisi. Sebuah pelataran luas di sekelilingnya disemprotkan air untuk menurunkan suhu udara yang panas. Di sini, segala macam variasi

Yayasan SCP

organisasi fiktif; proyek penulisan kolaboratif komunitas daring berbasis web

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026