Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Bentek | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Nusa Tenggara Barat | ||||
| Kabupaten | Lombok Utara | ||||
| Kecamatan | Gangga | ||||
| Kode pos | 83353 | ||||
| Kode Kemendagri | 52.08.02.2002 | ||||
| Luas | 23,22 km² | ||||
| Jumlah penduduk | 7.321 Jiwa | ||||
| |||||
Nama Desa Bentek berasal dari tumbuhan merambat bernama "Tandan Bentek", yang dulu tumbuh mengelilingi pagar pemukiman atau gubuk. Pemukiman tersebut kemudian dikenal dengan nama “Dasan Bentek”, yang kini terletak di Dusun San Baro, sekitar 3 km ke arah selatan dari pusat pemerintahan Desa Bentek saat ini. Tandan Bentek digunakan masyarakat setempat sebagai bahan alami untuk sampo, sabun mandi, dan sabun cuci. Seiring waktu, penduduk mulai berpindah dari Dasan Bentek ke pemukiman lain seperti Gubuk Pekatan, Dasan Lebok, San Gelumpang, dan Enda yang kini menjadi bagian dari Desa Sama Guna. Sebagian juga pindah ke Dasan Bangket, yang kini termasuk wilayah Desa Bentek. Dasan Bangket dikenal dalam legenda sebagai tempat bersejarah, dengan peninggalan berupa tempat pemandian yang disebut “Tiu Bentek”.
Pada tahun 1912 adalah tahun awal berdirinya Pemerintahan Desa Bentek. Desa baru ini termasuk ke dalam wilayah administrasi pemerintahan kedistrikan Tanjung yang meliputi wilayah Desa Jenggala dan wilayah Desa Bentek pada saat ini. Pada tahun 1966 sampai dengan tahun 1967, Desa Bentek mengalami perubahan nama menjadi Desa Bebekeq. Nama ini merujuk kepada sebuah legenda “makam bebekeq” yang terletak di dalam kawasan hutan lindung (sekarang diabadikan sebagai hutan adat). Kawasan hutan ini dijadikan tempat upacara (ritual) “Menunas-Memule”, dilaksanakan setiap tahun. Kawasan hutan tersebut saat ini berada di wilayah Dusun Selelos. Di samping ritual di atas dilakukan pula sebuah ritual adat “Sedekah Gumi Paer Bebekeq/Ngaji Lawat” bertempat di makam berangkaq, sebelah barat Gubuk Selelos. Upacara ini dilakukan 10 tahun sekali jika kondisi gumi paer dalam keadaan normal, tetapi dapat juga dilaksanakan kurang dari rentang waktu tersebut jika dirasakan “gumi sakit”. Pelaksanaan acara dilaksanakan oleh pemangku bersama belian pengorong dan seluruh masyarakat adat. Akhirnya pada tahun 1967 tatkala bernama Desa Bebekeq terjadi pemekaran yaitu Desa Jenggala Kecamatan Tanjung dan Desa Bentek Kecamatan Gangga. Pada waktu itu pimpinan desa disebut Pemusungan.