Bendungan Challawa Gorge berada di Area Pemerintahan Lokal Karaye, Negara Bagian Kano, Nigeria bagian barat laut. Lokasinya sekitar 90 kilometer di barat daya Kota Kano. Bendungan ini menjadi salah satu waduk utama di Sungai Challawa, anak sungai dari Sungai Kano yang kemudian mengalir ke Sungai Hadejia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Challawa Gorge Dam | |
|---|---|
| Negara | Nigeria |
| Mulai dibangun | 1990 |
| Kontraktor | Julius Berger Nigeria |
Bendungan Challawa Gorge berada di Area Pemerintahan Lokal Karaye, Negara Bagian Kano, Nigeria bagian barat laut. Lokasinya sekitar 90 kilometer di barat daya Kota Kano. Bendungan ini menjadi salah satu waduk utama di Sungai Challawa, anak sungai dari Sungai Kano yang kemudian mengalir ke Sungai Hadejia.[1]
Proyek waduk Challawa Gorge dimulai oleh Water Resources and Engineering Construction Agency milik Pemerintah Negara Bagian Kano. Pengerjaannya kemudian dialihkan kepada Pemerintah Federal yang mengambil alih pendanaan. Bendungan ini dimiliki dan dioperasikan oleh Hadejia-Jama’are River Basin Development Authority, sebuah lembaga federal.[2]
Konstruksi bendungan dikerjakan oleh Julius Berger Nigeria antara tahun 1990 sampai 1992 dengan metode timbunan tanah. Tinggi bendungan mencapai 42 meter dengan panjang 7,8 kilometer.[3] Kapasitas tampungan penuh mencapai 930 juta meter kubik, dengan tampungan aktif 904 juta meter kubik. Daerah tangkapan langsungnya seluas 3.857 kilometer persegi.[4]
Desain bendungan mempertimbangkan kemungkinan pembangunan pembangkit listrik tenaga air. Daya yang dapat dihasilkan diperkirakan rata-rata 3 megawatt. Produksi meningkat pada musim hujan dan menurun pada musim kemarau. Namun biaya penyediaan listrik akan lebih tinggi daripada harga jual listrik saat ini, dan belum ada kejelasan terkait sumber pendanaan untuk pemasangan peralatan pembangkit.[5]
Tanah di daerah tangkapan dekat bendungan belum distabilkan sehingga waduk berisiko mengalami pendangkalan. Endapan lumpur juga masuk ke Sungai Challawa dan mengganggu struktur asupan air untuk sistem penyediaan air minum Kota Kano. Bendungan mengubah keseimbangan alami aliran sungai. Wilayah hulu kini lebih sering mengalami banjir. Sementara lahan basah dan lahan pertanian di hilir menjadi kering.[6]
Bendungan ini dirancang untuk mendukung proyek irigasi seperti Hadejia Valley Irrigation Scheme yang dimulai sejak 1990. Namun baru sekitar 6.000 hektare yang berhasil dikembangkan atau sekitar 30 persen dari target yang direncanakan selama beberapa dekade. Selain irigasi, bendungan ini juga digunakan untuk suplai air Kota Kano, irigasi informal di tepi sungai dan kegiatan rekreasi. Bendungan Challawa dan Bendungan Tiga juga memberikan dampak negatif terhadap lahan basah Hadejia-Nguru di bagian hilir. Berbagai studi menunjukkan bahwa nilai ekonomi bendungan-bendungan ini menjadi negatif jika memperhitungkan dampaknya terhadap masyarakat hilir.[7]