Bennett Cohen adalah seorang pembisnis, aktivis, dan filantropis asal Amerika Serikat. Dia adalah salah satu pendiri dari sebuah perusahaan es krim Ben & Jerry's.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Ben Cohen | |
|---|---|
Cohen di tahun 2010 | |
| Lahir | Bennett Cohen 18 Maret 1951 New York City, New York, AS |
| Pekerjaan | Pendiri Perusahaan Makanan |
| Dikenal atas | Salah satu pendiri bersama Jerry Greenfield dari Ben & Jerrys, mantan CEO perusahaan |
Bennett Cohen (lahir 18 Maret 1951) adalah seorang pembisnis, aktivis, dan filantropis asal Amerika Serikat. Dia adalah salah satu pendiri dari sebuah perusahaan es krim Ben & Jerry's.[1]
Cohen lahir di Brooklyn, New York, dan dibesarkan di daerah Merrick, New York, di Long Island oleh orang tua Yahudi, Frances dan Irving. Dia menghabiskan setidaknya satu musim panas di Buck's Rock Performing and Creative Arts Camp di New Milford, Connecticut.[2] Cohen pertama kali bertemu dan berteman dengan calon rekan bisnisnya, Jerry Greenfield dalam kelas olahraga di kelas tujuh pada tahun 1963.[3] Mereka melanjutkan sekolah mereka di Sanford H. Calhoun High School.[4] Di tahun terakhirnya, Cohen bekerja sebagai penjual es krim sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan di universitas. Dia belajar di Colgate University di Hamilton, New York;[1] Skidmore College di Saratoga Springs, New York, di mana Ia sebagian besar mengambil kelas tembikar;[5] Universitas New York di New York, New York; dan pada program University Without Walls dari Universitas Massachusetts di Amherst, Massachusetts.[5][6]
Selama dekade berikutnya, Cohen mengejar minatnya dalam tembikar dan keluar dari perguruan tinggi setelah tahun kedua.[7]

Pada tahun 1977, Cohen memutuskan untuk berbisnis dengan teman lamanya Jerry Greenfield, dan pada bulan Mei tahun berikutnya, kedua pria ini membuka Ben & Jerry's Homemade Ice Cream Parlor di Burlington, Vermont. Mereka awalnya berniat untuk memulai bisnis bagel, tapi ternyata biaya peralatannya mahal dan beralih ke es krim sebagai gantinya. Mereka memilih Burlington sebagai lokasi karena kota ini merupakan kota perguruan tinggi terkemuka yang, pada saat itu, tidak memilki toko es krim. Gaya es krim khas Ben & Jerry's dikembangkan untuk mengimbangi anosmia yang diderita Cohen, karena itu Ia terus menambahkan potongan es krim yang lebih besar dan lebih besar untuk memuaskan kebutuhannya akan tekstur dalam makanan.[8]
Cohen mengundurkan diri sebagai kepala eksekutif Ben & Jerry's pada tahun 1996.[9]
Pada bulan Maret tahun 2023, dilaporkan bahwa Cohen mendirikan Ben's Best Blnz, atau B3, sebuah perusahaan nirlaba yang menawarkan produk ganja seperti pre-roll rendah dan vape spektrum penuh. Tujuan yang dinyatakan dari upaya ini adalah untuk memperbaiki kesalahan Perang Melawan Narkoba dan mempersempit kesenjangan kekayaan rasial. Hasil penjualan akan di bagi di antara tiga entitas, dengan 10% diberikan kepada Last Prisoner Project, 10% diberikan kepada Vermont Racial Justice Alliance, dan 80% sisanya diberikan kepada NuProject.[10]
Ketika Ben & Jerry's berangsur-angsur tumbuh menjadi bisnis nasional dan salah satu perusahaan es krim terbesar di AS, Cohen mengalihkan kekayaan dan ketenarannya yang baru didapatkannya untuk berbagai tujuan politik, umumnya melalui Yayasan Ben & Jerry's. Yayasan ini menerima 7.5% dari seluruh laba sebelum pajak dan mendistribusikan dana ke organisasi-organisasi seperti Anti Displacement Project. Cohen juga mengawasi TrueMajority dan Business Leaders for Sensible Priorities.[11]
Dia adalah pendukung vokal kandidat Partai Demokrat tujuan-tujuan progresif. Ia mendukung Dennis Kucinich pada 2004 pemilihan pendahuluan presiden Partai Demokrat tahun 2004.[12] Pada tahun 2008, Ia awalnya mendukung John Edwards yang kemudian diikuti oleh Barack Obama.[13]
Di tahun 2012, Ia membantu meluncurkan kampanye Stamp Stampede untuk memberi stempel pada mata uang negara dalam rangka mendukung pengesahan amendemen konstitusi untuk membantu membatalkan putusan Citizens United v. Federal Election Commission dan mengurangi pengaruh dari perusahaan swasta dalam politik
Pada 18 April 2016, Cohen ditangkap, bersama dengan Jerry Greenfield, saat berada di sebuah protes Kebangkitan Demokrasi di Washington, D.C.[14][15]
Di Juli 2021, Cohen dan Greenfield mengumumkan dukungan mereka terhadap keputusan perusahaan untuk menghentikan penjualan produk Ben & Jerry's di wilayah Palestina yang diduduki. Dalam sebuah artikel opini di New York Times mereka menullis "mungkin saja untuk mendukung Israel dan menentang beberapa kebijakannya.[16]
Pada 10 Oktober 2021, Ben dan Jerry diwawancarai oleh Alexi McCammond dari Axios di HBO. McCammond menanyakan Ben tentang pandangan politiknya terkait penghentian penjualan es krim di Israel. Ben kemudian ditanya mengapa es krim Ben & Jerry's dijual di Georgia dan Texas sebagai tanggapan terhadap undang-undang identifikasi pemilih Georgia dan Texas Hearbeat Act tahun 2021, yang melarang aborsi setelah 6 minggu. Ben menjawa dengan menyatakan "Saya tidak tahu" dan "Dengan penaran seperti itu, kita seharusnya tidak menjual es krim di mana pun."[17]
Di tahun 2022, Cohen mendanai Penghargaan Pierre Sprey untuk jurnalisme. Penerima penghargaan perdana meliputi Sam Husseini, Aaron Maté, Benjamin Abelow, and Sudarsan Raghavan.[18][19]
Pada tahun 2023, Cohen menghadapi kritik atas penentangannya terhadap pengiriman senjata AS ke Ukraina dalam perang melawan Rusia, dengan beberapa pihak menyerukan boikot terhadap Ben & Jerry's.[20] Cohen mengatakan: "AS dapat menggunakan kekuatannya untuk mengadvokasi penyelesaian yang dinegosiasikan, tetapi sebaliknya, mereka justru menggunakan kekuatannya untuk memperpanjang perang — memperpanjang dan memperpanjang serta meningkatkan kematian dan kehancuran".[18]
Cohen merupakan donatur utama People's Power Initiative dan Eisenhower Media Network, organisasi yang menentang bantuan militer dan keuangan AS ke Ukraina.[21] Daily Beast menuduh pembicara untuk Eisenhower Media Network menyuarakan pendapat Rusia tentang Ukraina, termasih menyalahkan ekspansi NATO atas pecahnya konflik. Cohen mengatakan kepada Daily Beast bahwa "AS seharusnya menggunakan kekuatannya untuk menegosiasikan akhir perang, bukan memperpanjang kematian dan kehancuran dengan memasok lebih banyak senjata.[22]
Pada tahun 2022, perusahaan induk Ben & Jerry's, Unilever, mengkritik sebuah tweet dari akun Twitter Ben & Jerry's yang menyalahkan Presiden AS Joe Biden karena berkontribusi dalam menigkatnya ketegangan dengan Rusia dan menjauhkan diri dari posisi Ben & Jerry's di Ukraina.[18][23]
Cohen ditanagkap pada Juli 2023 dalam sebuah protes terhadap penuntutan pemerintah AS kepada penerbit WikiLeaks, Julian Assange.[24]
Pada Maret 2024, Cohen merupakan salah satu dari beberapa penandatangan "A Statement From Jewish American Opposing AIPAC', sebuah surat yang mengecam upaya lobi AIPAC di pemerintahan Amerika Serikat.[25]
Cohen menegaskan kembali penentangannya terhadap keterlibatan AS di Ukraina dan mengkritik besarnya anggaran Pentagon di acara bincang-bincang Tucker Carlson pada Mei 2025.[26] Ia menyatakan bahwa AS adalah eksportir senjata terbesar di dunia dan memiliki militer terbesar di dunia, yang "mendukung pembantaian orang-orang di Gaza, [dan] jika ada orang yang memprotes pembantaian orang-orang di Gaza, kita akan menangkap mereka". Ia juga mempromosikan sebuah situs web untuk mendukung Departemen Efisiensi Pemerintah, sebuah inisiatif dari pemerintahan Trump kedua yang ditugaskan untuk memotong pengeluaran federal.[26]
Pada Mei 2025, Cohen ditangkap karena mengganggu sidang Senat Amerika Serikat di mana Robert F. Kennedy Jr. memberikan kesaksian. Cohen memprotes dukungan AS terhadap perang Israel di Gaza. Ia berteriak, "Kongres membunuh anak-anak malang di Gaza dengan membeli bom dan membayarnya dengan mengeluarkan anak-anak dari Medicaid di AS" saat Ia diseret keluar oleh polisi. Ia didakwa dengan pelanggaran ringan.[27][28]
Cohen menjadi pendukung dan donatur utama Bernie Sanders selama pemilihan pendahuluan calon presiden Partai Demokrat tahun 2016.[29]
Cohen memperkenalkan rasa es krim spesial yang disebut "Bernie's Yearning" pada 25 Januari 2016, sebagai dukungan terhadap Sanders. Rasa yang dirilis di bawah merek Ben's Best ini terdiri dari es krim mint polos yang dilapisi dengan lapisan cokelat mint yang padat. Menurut Cohen, "Piringan cokelat tersebut merepresentasikan sebagian besar keuntungan ekonomi yang masuk ke dalam 1 persen teratas sejak akhir resesi. Di bawahnya, kita semua."[30] Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menunjukkan masalah sosial ekonomi Amerika Serikat. Es krim tersebut dibuat dengan tangan di dapur Cohen dengan bahan-bahan yang dibeli oleh tim kampanye Sanders. Ben & Jerry's merilis pernyataan yang menyangkal adanya hubungan atau dukungan terhadap produk tersebut, dengan mengatakan "Ini dibuat oleh Ben sebagai warga negara, perusahaan tidak terlibat."[31]
Pada 21 Februari 2019, Cohen dinobatkan menjadi salah satu ketua nasional kampanye Bernie Sanders tahun 2020.[32] Di bulan Agustus 2019, Cohen memproduksi rasa Bernie Sanders lain yang disebut "Bernie's Back."[33] Rasa tersebut tidak dijual di toko-toko, tetapi diberikan sebagai hadiah untuk 40 pemenang kontes.