Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiBlustru
Artikel Wikipedia

Blustru

Blustru, belustru, petola atau ketola adalah tumbuhan merambat sejenis mentimun, buah yang masih muda dapat disayur, kulit buah yang tua dapat dijadikan spons.

Wikipedia article
Diperbarui 18 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Blustru

Blustru
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Cucurbitales
Famili: Cucurbitaceae
Genus: Luffa
Spesies:
L. aegyptiaca
Nama binomial
Luffa aegyptiaca
Mill.
Sinonim
  • Cucurbita luffa hort.
  • Luffa cylindrica M.Roem.
  • Luffa aegyptica (lapsus)
  • Luffa pentandra Roxb.
  • Momordica cylindrica L.
  • Momordica luffa L.

Blustru,[1] belustru, petola[2] atau ketola[3] (Luffa aegyptiaca) adalah tumbuhan merambat sejenis mentimun, buah yang masih muda dapat disayur, kulit buah yang tua dapat dijadikan spons.[1]

Penanaman

Penanamannya biasanya di pekarangan atau bagian ladang yang tidak digunakan untuk tanaman lain. Blustru ini pun biasa tumbuh liar di semak, tepi sungai, dan pantai.[4] Blustru biasanya dipanen ketika buahnya masak dan dimanfaatkan sebagai spons mandi. Buahnya yang masih muda juga bisa dimakan seperti gambas (Luffa acutangula), kerabatnya. Beberapa pihak menyebutnya sebagai luffa.

Ciri-Ciri Morfologi

Blustru memiliki ciri morfologi yang dapat dikenali sebagai berikut:

a. Batang dapat mencapai panjang 2–10 meter, memanjat dengan sulur-sulur sebagai alat pembelit yang keluar dari ketiak daun

b. Daunnya tunggal dengan panjang berkisar 6–25 cm dan lebarnya 7,5–27 cm. Warna daun hijau tua di permukaan atas, sedangkan di permukaan bawah hijau muda. Tangkai daun mencapai 4–9 cm berseling. Sedangkan helaian daun bulat telur melebar dan berkeluk 5–7 buah.

c. Bunga berkelamin tunggal(terdapat dalam satu pohon) yang warna kuning

d. Buahnya berbentuk silinder atau bulat memanjang berkisar 10–50 cm serta memiliki garis tengah sepanjang 5–10 cm. Buah tua akan berwarna cokelat tua

e. Bagian dalam buah yang masak terdapat anyaman sabut yang rapat. Anyaman sabut ini sering dimanfaatkan untuk mencuci peralatan rumah.

f. Bijinya berbentuk gepeng berwarna hitam dan bertekstur licin.[4]

Kandungan Kimia

Kandungan kimia tersebar pada buah, biji, daun, biji, sampai getahnya. Berikut rincian kandungan kimianya:

  • Pada buah terdapat zat kimia saponin, triterpena, luffein/zat pahit, sitrulina, dan kukurbitasin.
  • Getahnya mengandung saponin, lendir, lemak, protein, xilan, vitamin B, dan vitamin C.
  • Bijinya mengandung lemak, skualena, spinasterol, kukurbitasin b, dan protein
  • Bunganya mengandung senyawa glutamina, asam aspartat, alanina, lisina, dan arginina.
  • Sabutnya mengandung xilan, xilosa, mannosan, galaktan, saponin, selulosa, galaktosa, manitosa, Vitamin A, B, dan C.
  • Daun dan batangnya mengandung senyawa saponin dan tanin.[4]

Nama lain

Di Indonesia, blustru mempunyai nama-nama seperti blustru (Melayu), hurung jawa, ketolang, dan timput (Palembang). Di Jawa, dikenal dengan sebutan-sebutan seperti lopang, oyong (Sunda), bestru,[5] blestru, blustru, dan beludru (yang digunakan juga untuk menyebut jenis gambas). Di Maluku, dikenal dengan nama-nama seperti: dodahala (Halmahera), petola cina, dan petola panjang.[6]

Galeri

  • buah blustru
    buah blustru
  • buah yang sudah kering
    buah yang sudah kering
  • daun
    daun
  • bunga mode dekat, ada semut di dalam bunga
    bunga mode dekat, ada semut di dalam bunga
  • bunga blustru, dan pucuk daun pohon ketapang
    bunga blustru, dan pucuk daun pohon ketapang
  • pucuk kembang blustru
    pucuk kembang blustru
  • buah, bunga blustru dan daun pohon ketapang
    buah, bunga blustru dan daun pohon ketapang

Referensi

  1. 1 2 (Indonesia) Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Republik Indonesia "Arti kata blustru pada Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan". Diakses tanggal 2019-11-9.
  2. ↑ (Indonesia) Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Republik Indonesia "Arti kata petola pada Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan". Diakses tanggal 2019-11-11.
  3. ↑ (Indonesia) Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Republik Indonesia "Arti kata ketola pada Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan". Diakses tanggal 2019-11-11.
  4. 1 2 3 Tanaman Obat Tradisional. PT. Sarana Pancakarya Nusa. 2018. hlm. 11. ISBN 978-979-678-935-1. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Dharma, A.P. (1987). Indonesian Medicinal Plants [Tanaman-Tanaman Obat Indonesia] (dalam bahasa Inggris). hal.46 – 47. Jakarta: Balai Pustaka. ISBN 979-407-032-7.
  6. ↑ Dalimartha, Setiawan (2000). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia 2:17 – 24. Jakarta: Trubus Agriwidya. ISBN 979-661-065-5.
Pengidentifikasi takson
Luffa aegyptiaca
  • Wikidata: Q2308434
  • Wikispecies: Luffa aegyptiaca
  • AoFP: 178
  • APDB: 26182
  • APNI: 83588
  • ATRF: Luffa_aegyptiaca
  • CoL: 3WDJN
  • EoL: 52202223
  • FloraBase: 29597
  • FNA: 242424005
  • FoAO2: Luffa aegyptiaca
  • FoC: 242424005
  • GBIF: 2874599
  • GRIN: 22788
  • IPNI: 105320-3
  • IRMNG: 11085739
  • ITIS: 503570
  • MoBotPF: 364305
  • NatureServe: 2.132476
  • NCBI: 3670
  • NTFlora: 27251
  • NZOR: 5f4da089-a91f-4d3c-8955-80a5e3d5be6d
  • Observation.org: 198766
  • Open Tree of Life: 955527
  • PfaF: Luffa aegyptiaca
  • PFI: 11564
  • PLANTS: LUAE
  • POWO: urn:lsid:ipni.org:names:293060-1
  • Tropicos: 9200543
  • WFO: wfo-0000358882
Basis data pengawasan otoritas: Nasional Sunting di Wikidata
  • Jepang
  • Israel

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Penanaman
  2. Ciri-Ciri Morfologi
  3. Kandungan Kimia
  4. Nama lain
  5. Galeri
  6. Referensi

Artikel Terkait

Tanaman obat keluarga

tanaman yang digunakan sebagai obat untuk keluarga

Luffa

genus tumbuh-tumbuhan

Daftar sayur

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026