Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Belanda Raya

Belanda Raya adalah sebuah konsep irredentisme yang berkeinginan menyatukan Belanda, Flandria, dan terkadang Brussel. Selain itu, sebuah negara Belanda Raya mungkin termasuk menganeksasi Westhoek Prancis, Suriname, area-area yang dahulunya berbahasa Belanda di Jerman dan Prancis, atau bahkan bagian Afrika Selatan yang beretnis Belanda dan/atau berbahasa Afrikaans, meskipun varian-varian tersebut lebih terbatas di kalangan kelompok kanan jauh. Usulan terkait adalah konsep Pan-Belanda, yang meliputi Wallonia dan kemungkinan juga Luksemburg.

model sebuah negara bangsa dengan penyatuan Flanders dan Belanda
Diperbarui 14 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Belanda Raya
Belanda Raya

Bendera Belanda (kiri)
Bendera Flandria (kanan)
Luas
 - Total
55.652 km2
Populasi
 - Perkiraan 2022
25.785.400a[1][2]
 - Kepadatan
463/km2
PDB (nominal)2023
 - Total
€1,662 triliuna[3]
  1. Tidak termasuk Brussel.
Sunting kotak info
Sunting kotak info • Lihat • Bicara
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Belanda Raya (bahasa Belanda: Groot-Nederlandcode: nl is deprecated ) adalah sebuah konsep irredentisme yang berkeinginan menyatukan Belanda, Flandria, dan terkadang Brussel. Selain itu, sebuah negara Belanda Raya mungkin termasuk menganeksasi Westhoek Prancis, Suriname, area-area yang dahulunya berbahasa Belanda di Jerman dan Prancis, atau bahkan bagian Afrika Selatan yang beretnis Belanda dan/atau berbahasa Afrikaans,[4] meskipun varian-varian tersebut lebih terbatas di kalangan kelompok kanan jauh. Usulan terkait adalah konsep Pan-Belanda, yang meliputi Wallonia dan kemungkinan juga Luksemburg.

Konsep Belanda Raya awalnya dikembangkan oleh Pieter Geyl,[5] yang berpendapat bahwa "orang Belanda", yang mencakup orang Flandria dan Belanda, terpisah hanya karena Perang Delapan Puluh Tahun melawan Spanyol pada abad ke-16.[6] Sedangkan Geyl – seorang anti-fasis – berpendapat dari perspektif sejarah dan budaya, gerakan fasis seperti Verdinaso dan Nazi dibangun berdasarkan gagasan Belanda Raya selama tahun 1930-an dan 1940-an dengan fokus pada nasionalisme etnik, sebuah konsep yang masih menonjol di antara beberapa pihak di spektrum kanan jauh. Pendukung konsep Belanda Raya lainnya dari abad ke-21 adalah moderat di Belgia dan Belanda yang berusaha meninggikan cita-cita Benelux menjadi persatuan politik yang lebih terpusat.[7]

Dukungan publik untuk persatuan Flandria dengan Belanda relatif kecil, khususnya di Flandria, di mana kemerdekaan Flandria dipandang sebagai alternatif utama untuk negara bangsa Belgia.

Ekonomi

Belanda Raya tanpa Brussel:

Area km2 Populasi

(2022)

PDB

(2023)

 Belanda 41.865 17.933,600 €1.067.599 miliar
 Flandria 13.625 6.629,143 €356.049 miliar
Belanda Raya 55.490 24.562.743 €1.423,648 miliar

Atau dengan Brussel:

Area km2 Populasi

(2022)

PDB

(2023)

 Belanda 41.865 17.933,600 €1.067.599 miliar
 Flandria 13.625 6.629,143 €356.049 miliar
 Brussel 162 1.222.657 €103,miliar
Belanda Raya 55.652 25.785.400 €1.526.933 miliar

Terminologi

Negara potensial ini juga dikenal sebagai Tanah Belanda (Dietsland), dari kata Diets – istilah kuno untuk bahasa Belanda Pertengahan. Sebutan ini populer hingga Perang Dunia II, tetapi karena dikaitkan dengan kolaborasionisme (terutama di Flandria), istilah ini kini jarang digunakan.[8] Ideologi ini sering disebut Belandaisme Raya (Groot-Nederlandisme). Istilah lain yang digunakan adalah Gerakan Belanda[9] (Dietse Beweging), sedangkan dalam literatur kerap disebut Pemikiran Belanda Raya (Grootnederlandse Gedachte).[5]

Belandaisme Raya sering disamakan dengan gerakan Orangis di Belgia yang ingin menyatukan kembali Kerajaan Bersatu Belanda setelah kemerdekaan Belgia. Meski banyak Orangis juga mendukung gagasan Belanda Raya, fokus utama mereka adalah memulihkan kekuasaan Oranye-Nassau di wilayah selatan karena alasan legitimasi politik.[10]

Bendera Prinsenvlag kadang digunakan oleh kelompok Orangis dan Belanda Raya, karena dulu merupakan simbol pendukung Willem I dari Oranye dalam Perang Delapan Puluh Tahun melawan Spanyol. Saat itu, wilayah berbahasa Belanda (kini Flandria dan Belanda) bersatu dalam Uni Utrecht, cikal bakal negara Belanda modern. Bendera ini juga pernah dipakai oleh Republik Belanda dan Kerajaan Bersatu Belanda, tetapi kini lebih sering diasosiasikan dengan kelompok sayap kanan di Belanda.

Pan-Belanda

Artikel utama: Pan-Belanda

Istilah Pan-Belanda (Heel-Nederland) dulu dipakai untuk menggambarkan negara Belanda Raya yang bersifat teoretis,[11] tetapi kini lebih merujuk pada gerakan yang ingin menyatukan seluruh wilayah Negeri Rendah (Benelux) – termasuk Walonia dan Luksemburg – menjadi satu entitas multibahasa.[9]

Sejarah

Peta baru Kerajaan Bersatu Belanda dan Luksemburg, 1815

Usulan pertama untuk menyatukan Belanda Selatan dengan Republik Belanda guna membentuk negara berbahasa Belanda yang lebih besar muncul setelah pecahnya Revolusi Prancis pada 1789.[12] Gagasan ini terwujud setelah Perang Napoleon tahun 1815, ketika Kongres Wina membentuk Kerajaan Belanda dari wilayah bekas Republik Belanda dan Belanda Austria. Setelah Belgia merdeka pada tahun 1830, muncul kembali minat di Flandria pada tahun 1860-an untuk bersatu dengan Belanda, karena sebagian warga Belgia berbahasa Belanda menentang dominasi kaum borjuis yang berbahasa Prancis.[13] Menjelang akhir abad ke-19, gerakan Belanda Raya tumbuh bersama Gerakan Flandria sebagai respons terhadap perlakuan rendah terhadap penutur Belanda dalam pemerintahan Belgia. Lagu "Waar Maas en Schelde vloeien" (juga dikenal sebagai "Het Lied der Vlamingen") karya Peter Benoit dan Emmanuel Hiel menjadi simbol gerakan ini.[14] Tahun 1895, nasionalis dari Flandria dan Belanda membentuk Algemeen-Nederlands Verbond (ANV) untuk memperkuat kerja sama antarwilayah, fungsi yang masih dijalankan hingga kini.[15]

Pendudukan Jerman di Belgia selama Perang Dunia I memperdalam perpecahan antara komunitas Walonia dan Flandria. Jerman menerapkan kebijakan Flamenpolitik dengan memisahkan administrasi Belgia berdasarkan bahasa untuk mempermudah kontrolnya.[16][17] Akibatnya, ANV semakin populer di Flandria dan Belanda, dan sekelompok mahasiswa radikal mendirikan Dietsch Studentenverbond (Persatuan Mahasiswa Diets).[18][19][20] Bahkan partai sosialis Belgia pertama, BWP, memiliki sejumlah anggota yang mendukung ide Belanda Raya di Antwerpen, termasuk Maurits Naessens.[10]

Pada awal abad ke-20, gagasan Belanda Raya mulai lebih terstruktur. Di Belanda, beberapa nasionalis menganggap Flandria bagian dari identitas Belanda yang lebih luas, pandangan yang juga disambut oleh nasionalis Flandria yang memperjuangkan pelestarian bahasa Belanda.

Selama Perang Dunia I (1914–1918), sebagian nasionalis Flandria berkolaborasi dengan Jerman karena kebijakan yang mendukung otonomi Flandria untuk melemahkan Belgia. Kolaborasi ini memunculkan nasionalisme Flandria radikal yang mendorong ide penyatuan dengan Belanda.

Setelah perang, Gerakan Flandria semakin kuat di Belgia dengan tuntutan kesetaraan bahasa dan otonomi lebih besar. Meskipun mayoritas fokus pada hak di dalam Belgia, sebagian kecil mendorong pemisahan penuh dan penyatuan dengan Belanda di bawah konsep Belanda Raya.

Pendudukan Jerman Nazi di Belgia dan Belanda selama Perang Dunia II menumbuhkan keyakinan bahwa negara Belanda Raya bisa tercapai melalui kolaborasi dengan Jerman. Namun, Nazi tidak bermaksud menyatukan Flandria dengan Belanda. Mereka lebih menginginkan serikat Pan-Jermanisme antara penutur Belanda yang dianggap ras Jermanik, atau tatanan baru di mana Belgia dan Belanda tetap berdiri sebagai negara satelit Jerman.[11] Setelah perang, gerakan ini merosot drastis karena dikaitkan dengan kolaborator Nazi, terutama Uni Nasional Vlaams (VNV) di Flandria dan Gerakan Nasionalis-Sosialis (NSB) di Belanda. Meski begitu, ide Belanda Raya masih mendapat dukungan dari sebagian kecil kelompok sayap kanan di kedua negara.[21]

Partai politik

Belgia

Partai sayap kanan Vlaams Belang mendukung gagasan ini, karena mereka melihat pembentukan "Federasi Belanda" sebagai langkah logis setelah Flanders memisahkan diri dari Belgia. Pada tahun 2021, pemimpin partai nasionalis Flandria Aliansi Flandria Baru (N-VA), Bart De Wever, menyatakan dalam acara Trends Talk di Kanaal Z bahwa setelah Belgia menjadi negara konfederal, langkah berikutnya seharusnya adalah penyatuan Flandria dengan Belanda.[22] Pernyataan ini memicu kembali diskusi soal topik tersebut.

Belanda

Di Belanda, ide ini muncul di agenda dua partai sayap kanan: Partai untuk Kebebasan (PVV) dan Forum untuk Demokrasi (FvD). Pada 12 Mei 2008, politisi PVV, Geert Wilders menyatakan di De Telegraaf bahwa ia tertarik dengan kemungkinan penyatuan Belanda dan Flandria. Berdasarkan hasil survei sebelumnya, ia mengusulkan referendum di kedua wilayah.[23] Wilders menegaskan tidak berniat memaksakan unifikasi, tetapi meminta Perdana Menteri saat itu, Jan Peter Balkenende, untuk membahas topik ini dengan pemerintah Flanders, yang kemudian permintaan ini ditolak. Ketua FvD, Thierry Baudet, juga mendukung ide serupa, menyebut bahwa ia "menyambut Flandria" ke dalam kerajaan dan bahkan mengatakan bahwa Flandria "sebenarnya milik kita" dalam sebuah konferensi.[24]

Kelompok kecil pendukung Belanda Raya lainnya meliputi partai Uni Rakyat Belanda (NVU) dan organisasi Belanda-Belgia Voorpost. Sejak tahun 2018, organisasi pemuda Geuzenbond aktif di Belanda dan Flandria.[25] Anggotanya mendirikan Asosiasi Mahasiswa Belanda Raya di Leiden pada tahun 2021,[26][27] dan membuka cabang di Nijmegen pada tahun 2023.[28]

Jajak pendapat

Belanda

Meskipun isu ini sudah lama tidak menjadi topik politik utama di Belanda, jajak pendapat tahun 2007 menunjukkan dua pertiga masyarakat Belanda mendukung penyatuan dengan Flandria.[29] Survei lain oleh RTL 4 bahkan mencatat 77% responden di Belanda mendukung gagasan Belanda Raya.[30]

Flandria/Belanda

Di Flandria, dukungan terhadap ide ini lebih kecil. Studi tahun 1999 oleh Jaak Billiet dari Universitas Katolik Leuven menunjukkan hanya 1–2% warga Flandria yang mendukung penyatuan. Survei daring yang tidak mewakili populasi kemudian menunjukkan hasil bervariasi, antara 2% hingga 51% responden mendukung unifikasi dengan Belanda.[31] Bagi sebagian orang Belanda, penyatuan dianggap sebagai bentuk ekspansi wilayah, sedangkan pihak Flandria khawatir akan kehilangan identitas budaya karena diserap oleh Belanda yang lebih besar dan berpenduduk lebih banyak.

Namun, kesulitan dalam formasi pemerintahan Belgia tahun 2007, serta sebagian pada 2019–2020, dan kemenangan dua partai separatis Flandria – Aliansi Flandria Baru (N-VA) dan Vlaams Belang – kembali memunculkan pembahasan soal kemungkinan Flandria memisahkan diri dari Belgia. Meski kedua partai tidak secara resmi mendukung gagasan Belanda Raya, para pemimpinnya (Tom Van Grieken dan Bart De Wever) serta Ketua DPR Belanda Martin Bosma[32] pernah menyatakan dukungan terhadap penyatuan setelah Flandria merdeka.[33][22]

Lihat pula

  • Rencana Bakker Schut
  • Benelux
  • Belanda Burgundy
  • Gerakan Flandria
  • Hipotesis pembagian Belgia
  • Negeri Rendah
  • Orangisme
  • Rattachisme – gerakan serupa di Walonia yang bertujuan untuk bersatu dengan Prancis
  • Tujuh Belas Provinsi
  • Uni Utrecht
  • Kerajaan Bersatu Belanda

Rujukan

  1. ↑ "Structuur van de bevolking | Statbel". statbel.fgov.be.
  2. ↑ "Bevolkingsteller". Statistics Netherlands (dalam bahasa Dutch). Diakses tanggal 9 June 2021. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  3. ↑ "Eurostat National Accounts Database", ec.europa.eu
  4. ↑ "Groot-Nederlandse gedachte" (dalam bahasa Belanda). Network of War Collections. Diakses tanggal 2021-07-04.
  5. 1 2 Geyl, Pieter (1930). De Groot-Nederlandsche gedachte. Historische en politieke beschouwingen (dalam bahasa Dutch). Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  6. ↑ Geyl, Pieter. Geschiedenis van de Nederlandse Stam.
  7. ↑ van der Kwast, Ricus (17 Jul 2019). "Een verenigde Benelux zal een machtsfactor van jewelste blijken. En zal als cement en katalysator voor de EU fungeren". De Morgen.
  8. ↑ Bruning, Henri (1954–1955). Maatstaf. Jaargang 2 (dalam bahasa Belanda). hlm. 436.
  9. 1 2 Waltmans, H. J. G. (1962). "De Nederlandse politieke partijen en de nationale gedachte" (PDF). Tilburg University (dalam bahasa Dutch): 121. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 8 November 2021. Diakses tanggal 6 July 2021. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  10. 1 2 "Orangisme in België: het geheimschrift ontcijferd". www.apache.be (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 2021-07-04.
  11. ↑ Vandenbosch, A. (2012-12-06). Dutch Foreign Policy Since 1815: A Study in Small Power Politics (dalam bahasa Inggris). Springer Science & Business Media. hlm. 152. ISBN 978-94-011-6809-0.
  12. ↑ J. C. H. Blom; Emiel Lamberts, ed. (2006). History of the Low Countries (Edisi New). New York: Berghahn Books. ISBN 1-84545-272-0. OCLC 70857697.
  13. ↑ DBNL. "Bijdragen en Mededelingen van het Historisch Genootschap. Deel 76 · dbnl". DBNL (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 July 2021. Diakses tanggal 2021-08-17.
  14. ↑ "Benoit, Peter | Studiecentrum voor Vlaamse Muziek". www.svm.be. Diarsipkan dari asli tanggal 18 May 2016. Diakses tanggal 2021-07-04.
  15. ↑ Boeva, Luc (1996-01-01). "Recensie van: Tussen cultuur en politiek: Het Algemeen-Nederlands Verbond 1895-1995 / P. van Hees en H. De Schepper (red.) (1995)". WT. Tijdschrift over de Geschiedenis van de Vlaamse Beweging (dalam bahasa Belanda). 55 (3): 215–218. doi:10.21825/wt.v55i3.13112. ISSN 0774-532X. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 July 2021. Diakses tanggal 4 July 2021.
  16. ↑ Rash, Felicity; Declercq, Christophe (2018-07-02). The Great War in Belgium and the Netherlands: Beyond Flanders Fields (dalam bahasa Inggris). Springer. hlm. 88. ISBN 978-3-319-73108-7.
  17. ↑ De Schaepdrijver, Sophie (1997). De Grote Oorlog (dalam bahasa Belanda). Antwerp, Amsterdam: Atlas.
  18. ↑ "Algemeen-Nederlands Verbond (ANV) - NEVB Online". nevb.be. Diarsipkan dari asli tanggal 30 June 2021. Diakses tanggal 2021-07-04.
  19. ↑ Vandenbosch, A. (2012-12-06). Dutch Foreign Policy Since 1815: A Study in Small Power Politics (dalam bahasa Inggris). Springer Science & Business Media. hlm. 152. ISBN 978-94-011-6809-0. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 August 2024. Diakses tanggal 17 November 2021.
  20. ↑ "Dietsch Studentenverbond (DSV) — Universiteit Gent". 2010-08-23. Diarsipkan dari asli tanggal 23 August 2010. Diakses tanggal 2021-07-04.
  21. ↑ Verplancke, Marnix (2015-07-26). "Groot-Nederland is 'uit'". Trouw (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 2021-07-03.
  22. 1 2 "Reunify Flanders and the Netherlands, argues Bart De Wever". The Brussels Times (dalam bahasa Inggris). 2021-07-21. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 July 2021. Diakses tanggal 2021-07-27.
  23. ↑ "Nederland en Vlaanderen horen bij elkaar". NRC (dalam bahasa Belanda). 7 July 2008. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 August 2024. Diakses tanggal 4 July 2021.
  24. ↑ Baudet over Groot-Nederland (dalam bahasa Inggris), 25 May 2018, diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-12-12, diakses tanggal 2021-07-04
  25. ↑ Wagenaar, Willem (July 2019). "Geuzenbond". Factsheet 10: Extreem rechts in Nederlandse Gemeentes [Factsheet 10: Far-right in Dutch municipalities] (pdf) (dalam bahasa Belanda). Anne Frank Stichting. hlm. 39. Diakses tanggal 2024-08-21.
  26. ↑ Kraak, Haro (2024-08-28). "Gezellig bij de studentenvereniging, extreemrechts bij de jongerenbeweging: de nauwe banden tussen GNSV en Geuzenbond" [Cozy at the student association, far-right at the youth movement: the close ties between GNSV and Geuzenbond]. De Volkskrant. Diakses tanggal 2024-08-31.
  27. ↑ Palm, Tobiah (2023-08-30). "Waar staat de 'extreemrechtse' Groot-Nederlandse Studentenvereniging voor?" [What does the 'far-right' Greater Netherlands Student Association stand for?]. Trouw. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-09-06.
  28. ↑ "Studentenvereniging GNSV: al vaker te maken gehad met bedreiging" [GNSV student association: has dealt with threats more often]. ZeelandNet Nieuws (dalam bahasa Belanda). 2023-08-22. Diakses tanggal 2023-09-03.
  29. ↑ "Dutch Would Reunify with Belgium's Flanders." Diarsipkan 7 March 2014 di Wayback Machine. Angus Reid Global Monitor. 25 August 2007. Accessed 10 January 2008.
  30. ↑ "Nederlanders massaal voor fusie met Vlaanderen". Het Laatste Nieuws (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 July 2021. Diakses tanggal 4 July 2021.
  31. ↑ "Regional inequalities and localist movements" (PDF). Econstor.eu. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 31 July 2020. Diakses tanggal 21 April 2018.
  32. ↑ "Bosma: Dutch Colonialism in Full Force on Belgium Partition - Daily Euro Times". dailyeurotimes.com (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2025-04-28. Diakses tanggal 2025-04-28.
  33. ↑ Tom van Grieken over het herenigen van De Nederlanden (dalam bahasa Inggris), 24 October 2019, diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-12-12, diakses tanggal 2021-07-04

Bacaan lebih lanjut

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Greater Netherlands.
  • Ham, L.J. Voeten vegen: Eenheid en verschil in het grootnederlandse discours van De Toorts (1916-1921) (2008)
  • l
  • b
  • s
Gerakan iredentisme di Dunia
Afrika
  • Congo
  • Maroko
    • Zona Bebas Sahara
  • Mauritania
  • Somalia
  • Afrika Selatan
Asia
  • Arab
  • Filipina
  • India
  • Indonesia
  • Iran
  • Israel
  • Kamboja
  • Korea
  • Kurdistan
  • Mongolia
  • Nepal
  • Palestina
  • Papua
  • Siprus
  • Suriah
  • Timor
  • Tiongkok
  • Turki
  • Vietnam
  • Yaman
Eropa
  • Azerbaijan
  • Albania
  • Armenia
  • Belanda
  • Bulgaria
  • Kroasia
  • Finlandia
  • Hungaria
  • Irlandia
  • Italia
  • Jerman
  • Makedonia
  • Polandia
  • Portugal
  • Prancis
    • Walonia
  • Rumania
  • Rusia
    • Eurasianisme
  • Serbia
  • Slovenia
  • Spanyol
  • Ukraina
  • Yugoslavia
  • Yunani
Amerika
  • Amerika Serikat
  • Argentina
  • Bolivia
  • Guatemala
  • Meksiko
  • Venezuela
Oseania
  • Samoa
  • l
  • b
  • s
Konsep pan-nasionalis
Gagasan
  • Pan-Afrikanisme
  • Pan-Amerikanisme
  • Pan-Arabisme
  • Pan-Asianisme
  • Pan-Keltikisme
  • Pan-Jermanisme
  • Pan-Jermanisisme
  • Nasionalisme Pan-Eropa
  • Panhispanisme
  • Pan-Indianisme
  • Pan-Iranisme
  • Pan-Islamisme
  • Pan-Latinisme
  • Pan-Mongolisme
  • Pan-Serbisme
  • Pan-Slavisme
  • Pan-Turkisme
  • Rattachisme
  • Skandinavisme
  • Yugoslavisme
Konsep wilayah
  • Albania Raya
  • Bulgaria Raya
  • Catalonia Raya
  • Tiongkok Raya
  • Kroasia Raya
  • Finlandia Raya
  • Hungaria Raya
  • Persia Raya
  • Israel Raya
  • Italia Raya
  • Meksiko Raya
  • Nepal Raya
  • Belanda Raya
  • Portugal Raya
  • Romania Raya
  • Rusia Raya
  • Serbia Raya
  • Somalia Raya
  • Spanyol Raya
  • Suriah Raya
  • Ukraina Raya
  • Gagasan Megali Yunani
  • Kurdistan
  • Armenia Serikat
  • Irlandia Serikat
  • Macedonia Serikat
  • Azerbaijan Keseluruhan

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Ekonomi
  2. Terminologi
  3. Pan-Belanda
  4. Sejarah
  5. Partai politik
  6. Belgia
  7. Belanda
  8. Jajak pendapat
  9. Belanda
  10. Flandria/Belanda
  11. Lihat pula
  12. Rujukan
  13. Bacaan lebih lanjut

Artikel Terkait

Republik Bataaf

republik di Eropa Barat dari 1795 hingga 1806

Galai

kapal yang menggunakan dayung sebagai penggerak utama

Malawi

negara di Afrika Timur

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026