Bebek ekor-panjang adalah spesies yang terancam punah secara global. Spesies ini masuk dalam kategori rentan pada Daftar Merah IUCN. Spesies ini memiliki distribusi perkembangbiakan sirkumpolar arktik yang tinggi. Bebek ini sering menghabiskan musim dingin di perairan pesisir Amerika Utara, Asia Timur bagian utara dan Eropa utara.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Bebek ekor panjang | |
|---|---|
| Jantan | |
| Betina | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Domain: | |
| Kerajaan: | |
| Filum: | |
| Kelas: | |
| Ordo: | |
| Superfamili: | |
| Famili: | |
| Genus: | Clangula Leach, 1819 |
| Spesies: | Clangula hyemalis |
| Peta persebaran | |
| Sinonim | |
| |
Bebek ekor-panjang (bahasa Inggris: long-tailed duckcode: en is deprecated ; nama ilmiahnya Clangula hyemalis) adalah spesies yang terancam punah secara global. Spesies ini masuk dalam kategori rentan pada Daftar Merah IUCN. Spesies ini memiliki distribusi perkembangbiakan sirkumpolar arktik yang tinggi. Bebek ini sering menghabiskan musim dingin di perairan pesisir Amerika Utara, Asia Timur bagian utara dan Eropa utara.[2]
Bebek ekor panjang merupakan hewan yang berkembang biak di habitat air tawar Arktik. Namun, ketika hewan ini tidak dalam musim kawin, mereka akan bermigrasi dalam yang jarak jauh ke daerah laut, sebagian besar ke selatan. Bebek ini sangat toleran terhadap kondisi musim dingin dan dapat melewati musim dingin jauh ke utara jika kondisi es laut memungkinkan.[2]
Keberhasilan perkembangbiakan bebek ekor panjang dipengaruhi oleh kelimpahan predator dan spesies mangsa utama mereka, leming siberia barat (Lemmus sibiricus) dan Dicrostonyx torquatus, yang fluktuasi populasinya dipengaruhi oleh perubahan iklim. Pada musim dingin, bebek ekor panjang umumnya memakan kedaung biru (Mytilus edulis).[3]