Banaran atau Kabanaran adalah sebuah desa di Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Desa ini memiliki tempat wisata Banaran, Pantai Trisik dan Jembatan Kabanaran. Menurut sejarah di wilayah desa ini, Pangeran Mangkubumi mula-mula diangkat sebagai raja pada Jumat Legi tanggal 1 Suro tahun Alip 1675, atau pada 11 Desember 1749. Para pengikutnya mengakui sang raja baru dengan gelar Sampeyan Dalem Sinuwun Kanjeng Susuhunan Senapati ing Ngalaga Ngabdurrahman Sayidin Panatagama Khalifatullah. Dalam sumber lain disebutkan bahwa gelarnya adalah Susuhunan Adi Senapati Ngalaga ing Banaran, atau disingkat Sunan Kabanaran.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Banaran | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Daerah Istimewa Yogyakarta | ||||
| Kabupaten | Kulon Progo | ||||
| Kecamatan | Galur | ||||
| Kode Kemendagri | 34.01.04.2001 | ||||
| |||||
Banaran atau Kabanaran adalah sebuah desa di Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Desa ini memiliki tempat wisata Banaran[1][2] , Pantai Trisik dan Jembatan Kabanaran. Menurut sejarah di wilayah desa ini, Pangeran Mangkubumi (HB I) mula-mula diangkat sebagai raja pada Jumat Legi tanggal 1 Suro tahun Alip 1675, atau pada 11 Desember 1749 (sumber lain mengatakan pada 12 Desember 1749). Para pengikutnya mengakui sang raja baru dengan gelar Sampeyan Dalem Sinuwun Kanjeng Susuhunan Senapati ing Ngalaga Ngabdurrahman Sayidin Panatagama Khalifatullah. Dalam sumber lain disebutkan bahwa gelarnya adalah Susuhunan Adi Senapati Ngalaga ing Banaran, atau disingkat Sunan Kabanaran.[3]