Prof. Dr. Bambang Istijono, M.Eng adalah seorang akademisi Indonesia bidang teknik pengairan, manajemen konstruksi, dan manajemen bencana. Ia merupakan guru besar Fakultas Teknik (FT) Universitas Andalas. Sebelumnya, ia berkiprah sebagai ASN selama 38 tahun dengen penempatan awal di Departemen Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta. Sejak 1999, ia bertugas di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan jabatan di antaranya Kepala Dinas PU Pengairan (1999-2001), Kepala Dinas Pertambangan dan Enegeri (2001-2006), serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (2007-2010).
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Prof. Dr. Bambang Istijono, M.Eng (lahir 14 Mei 1952) adalah seorang akademisi Indonesia bidang teknik pengairan, manajemen konstruksi, dan manajemen bencana.[1] Ia merupakan guru besar Fakultas Teknik (FT) Universitas Andalas.[2][3] Sebelumnya, ia berkiprah sebagai ASN selama 38 tahun dengen penempatan awal di Departemen Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta. Sejak 1999, ia bertugas di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan jabatan di antaranya Kepala Dinas PU Pengairan (1999-2001), Kepala Dinas Pertambangan dan Enegeri (2001-2006),[4] serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (2007-2010).[5]
Bambang lahir di Semarang pada 14 Mei 1952 dari keluarga pegawai. Ayahnya bekerja sebagai PNS di Jawatan Kereta Api. Usai tamat Sekolah Rakyat di Semarang, Bambang melanjutkan pendidikan menengah di Purwokerto mengikuti tempat tugas sang ayah. Ia masuk ke SMP Negeri 3 Purwokerto dan STM Negeri Purwokerto. Tahun 1971, ia mulai kuliah di Akademi Teknik Nasional (ATN) Semarang Jurusan Teknik Sipil dan lulus pada tahun 1974.[1]
Gelar akademik Magister Engineering kelak diperolehnya dari Water Resources Development Training Center (WRDTC) Universitas Roorkee India tahun 1981. Berikutnya, ia memperoleh gelar doktor pembangunan pertanian dari Universitas Andalas pada tahun 2006.[1]

Bambang mengawali kariernya di Direktorat Jenderal Pengairan Departemen PU di Jakarta pada 1974. Lalu, bertugas sebagai staf di Kantor Wilayah (Kanwil) PU Bengkulu (1984–1989) dan Kanwil PU Sumatera Barat (1989-1999) untuk menangani proyek-proyek pengairan.[6] Tahun 1999, ia ditugaskan Gubernur Sumatera Barat sebagai Kepala Dinas PU Pengairan.
Saat bertugas di Kanwil PU Sumatera Barat, ia terlibat dalam Proyek Pengendalian Banjir Kota Padang di bawah kepemimpinan Kepala Kanwil PU Sabri Zakaria.[7] Pekerjaan proyek ini meliputi normalisasi Batang Arau, Batang Kuranji, dan Batang Air Dingin serta pelebaran kanal banjir Banda Bakali dari 20 m menjadi 60 m sepanjang 6,8 km.[8] Berikutnya, ia juga mengerjakan normalisasi drainase di beberapa titik dan membangun krib/jetty batu gunung lebih dari 90 unit di sepanjang Pantai Padang.[1]
Setelah otonomi daerah tahun 2001, ia menjabat sebagai Kepala Dinas Pertambangan dan Energi.[9][10] Tahun 2006, bertugas selama enam bulan sebagai Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah. Selanjutnya, ia menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dari 2007 sampai 2010. Selesai melaksanakan tugas di Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, ia ditarik ke Kemendagri sebagai Deputi Bidang Infrastruktur Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dan dialntik pada 16 September 2010.[1][11]
Setelah mengakhiri penugasan di birokrasi pada Mei 2012, ia menjadi dosen ASN di Universitas Andalas.[12] Ia mencapai jabatan fungsional guru besar November 2016. Terhitung Juni 2022, ia purnatugas sebagai ASN. Sampai sekarang, ia tetap aktif sebagai dosen di Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas.[1]