Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Baku tembak Intan Jaya 2024

Baku tembak Intan Jaya 2024 terjadi antara aparat TNI dan Polri secara berkala di berbagai lokasi di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah sejak 19 Januari hingga 23 Januari 2024.

Wikipedia article
Diperbarui 6 Agustus 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Baku tembak Intan Jaya 2024
Baku tembak 2024 Intan Jaya
Bagian dari Konflik Papua

Lokasi Kabupaten Intan Jaya di Papua Tengah, Indonesia
Tanggal19–23 Januari 2024 (4 hari)
LokasiIntan Jaya, Papua Tengah
Hasil Kemenangan Indonesia
Pejuang
 Indonesia Organisasi Papua Merdeka Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat
Pasukan
  • Operasi Damai Cartenz
    • TNI
    • POLRI
Komando Pertahanan Daerah ke-8
Korban
1 orang tewas 4–5 orang tewas
2 terluka
1 warga sipil tewas
500 warga sipil mengungsi di dalam negeri
  • l
  • b
  • s
Konflik Papua
1960-an
  • Arfai, 1965
  • Sadar, 1965
  • Bharatayudha, 1966
  • Wibawa, 1968
  • Penentuan Pendapat Rakyat, 1969
1970-an
  • Pamungkas, 1970
  • Jayapura, 1976
  • Lembah Baliem, 1977
  • Cenderawasih,1976-1981
1980-an
  • Krisis pengungsi 1984
  • Gagak, 1986
1990-an
  • Mapenduma, 1996
    • Pembebasan sandera
  • Timika, 1996
  • Biak, 1998
2000-an
  • Wamena, 2003
  • Yalengga, 2003
  • Abepura, 2006
2010-an
  • Paniai, 2014
  • Mimika, 2017
  • Nduga, 2018
  • Damai Cartenz, 2018
  • Mugi, 2019
  • Unjuk rasa dan kerusuhan, 2019
2020-an
  • Maybrat, 2021
  • Kiwirok, 2021
  • Beoga, 2022
  • Nogolait, 2022
  • Timika, 2022
  • Oksibil, 2023
  • Nduga, 2023
  • Gome, 2024
  • Intan Jaya, 2024
  • Soanggama, 2025

Baku tembak Intan Jaya 2024 terjadi antara aparat TNI dan Polri secara berkala di berbagai lokasi di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah sejak 19 Januari hingga 23 Januari 2024.

Latar belakang

Menurut Kepolisian Daerah Papua, Intan Jaya adalah salah satu dari 7 kabupaten yang rentan terhadap serangan separatis.[1] Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) di Intan Jaya diorganisasikan di bawah Komando Daerah Pertahanan ke-8 (Kodap VIII Intan Jaya), di bawah komando Brigadir Jenderal Undius Kogoya dan wakilnya Apen (atau Apeni) Kobogau.[2] Angkatan bersenjata dan polisi Indonesia secara bersama-sama diorganisasikan di bawah Operasi Damai Cartenz.

Garis waktu

19 Januari

Militan TPNPB di bawah komando Apen Kobogau menyerang pasukan keamanan Indonesia di Desa Bilogai, Wandoga, dan Yokatapa, Distrik Sugapa, Intan Jaya. Dalam baku tembak tersebut, militan TPNPB menembak dan menewaskan Brigadir Dua Polisi Alfandi Karamoy.[3]

20 Januari

Militan TPNPB terus menyerang pasukan keamanan Indonesia di berbagai desa di Distrik Sugapa. Militan TPNPB memasuki Desa Mamba, menyerang pos TNI, dan membakar kediaman seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Intan Jaya.[4] Akibat pertempuran tersebut, seorang warga sipil, Apriana Sani, terluka oleh peluru nyasar di Desa Yokatapa.[5]

21 Januari: Pembunuhan Yusak Sondegau

Pada 21 Januari, Yusak Sondegau ditembak mati di Desa Yokatapa, Distrik Sugapa. Terdapat perbedaan pendapat mengenai identitas Sondegau dan bagaimana ia dibunuh.

Saksi-saksi sipil di lapangan menyatakan bahwa Sondegau dibunuh setelah menghadiri ibadah di halaman rumahnya oleh TNI setelah tentara TNI menggeledah rumah keluarganya.[6] Jenazahnya dievakuasi ke puskesmas setempat oleh warga dan petugas gereja. Saksi-saksi setempat dan keluarga Sondegau mengenalnya sebagai seorang petani yang juga bekerja sebagai pegawai negeri di Desa Buwisiga, Distrik Homeyo.[5] Pernyataan ini didukung oleh juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, yang selanjutnya mengklaim bahwa TNI membakar beberapa rumah di daerah tersebut.[5]

Keterangan pasukan keamanan Indonesia tentang kronologi dan identitas Sondegau berbeda-beda. Juru bicara utama Operasi Damai Cartenz, Ajun Komisaris Besar Polisi Dr. Bayu Suseno, membenarkan bahwa Yusak Sondegau adalah warga sipil, tetapi menegaskan bahwa ia dibunuh oleh TPNPB.[5] Akan tetapi, TNI (Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih) menegaskan bahwa Yusak Sondegau adalah militan TPNPB yang bersama enam militan lainnya membawa senjata api di jalan dari Desa Baitapa ke Desa Kumbalagupa, Distrik Sugapa. TNI menegaskan bahwa Sondegau ditembak dan tewas dalam baku tembak dengan pasukan keamanan. TNI lebih lanjut menyatakan bahwa jenazah Sondegau dievakuasi ke puskesmas setempat oleh pasukan keamanan.[6] Namun, sebuah foto yang beredar di media yang memperlihatkan jenazah Sondegau dibawa ke puskesmas oleh warga setempat dan pejabat gereja (bukan oleh pasukan keamanan Indonesia) menimbulkan keraguan terhadap kebenaran klaim TNI.

21 Januari

Pada tanggal 21 Januari[5] (sumber lain menyebutkan 22 Januari)[7] Militan TPNPB di bawah komando "komandan lapangan" Yoswa Maisani (bagian dari kelompok Guspi Waker) menyerang pos TNI milik Yonif 330/TD di Distrik Sugapa. Dalam serangan ini, tidak tercatat ada korban dari pihak TNI, sementara militan TPNPB Jaringan Belau, Oni Kobogau, dan Agustia ditembak oleh aparat keamanan.[5] Pasukan keamanan Indonesia memberikan keterangan yang saling bertentangan: satu pernyataan menyatakan bahwa ketiganya tewas,[7] sementara pernyataan lain menyatakan bahwa Oni Kobogau dan Jaringan Belau terluka (dan Agustia tewas), atau hanya Jaringan Belau yang terluka (dan Agustia serta Oni Kobogau tewas).[8]

22 Januari

Militan TPNPB membakar empat rumah warga sipil di Desa Bilogai, Distrik Sugapa. Tidak ada korban jiwa yang tercatat.[9]

23 Januari

Batalyon Wabu TPNPB di bawah komando Yoswa Maisani menyerang sebuah pos TNI di Distrik Sugapa. Serangan tersebut berhasil dihalau oleh pasukan keamanan Indonesia, dan pertempuran berikutnya menewaskan militan TPNPB Melkias Matani dan Harisatu Nambagani.[8]

Dampak

Akibat pertempuran tersebut, 500 warga sipil dari enam desa terpaksa mengungsi dan menjadi pengungsi internal.[10] Semua penerbangan ke daerah terpencil tersebut, termasuk penerbangan pengiriman bahan bakar, dihentikan sementara.[11]

Referensi

  1. ↑ Santoso, Audrey (2023-01-11). "Daftar Daerah Jadi Perhatian Polda Papua Terkait Kejahatan KKB". news.detik.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-01-12. Diakses tanggal 2023-01-12.
  2. ↑ Latimahuna, Raymond. "KKB Serang Aparat di Intan Jaya, 1 Polisi Gugur". detiksulsel. Diakses tanggal 2025-03-25.
  3. ↑ Latimahuna, Raymond. "Detik-detik KKB Serang Aparat di Intan Jaya hingga 1 Polisi Gugur". detiksulsel. Diakses tanggal 2025-03-25.
  4. ↑ Latumahina, Raymond. "KKB Bakar Rumah Dinas Anggota DPRD Intan Jaya hingga Teror Warga". detiknews. Diakses tanggal 2025-03-25.
  5. 1 2 3 4 5 6 seputarpapua (2024-01-22). "Klaim Berbeda Penembakan Yusak Sondegau Hingga Tewas". seputarpapua.com. Diakses tanggal 2025-03-25.
  6. 1 2 "Konflik Papua: Warga sipil tewas ditembak di Intan Jaya, ratusan orang mengungsi 'akibat rencana TNI/Polri bangun Patung Yesus'". BBC News Indonesia. 2024-01-26. Diakses tanggal 2025-03-25.
  7. 1 2 Latumahina, Raymond. "Aparat Kembali Tembak 3 Anggota KKB di Intan Jaya hingga Tewas". detiksulsel. Diakses tanggal 2025-03-25.
  8. 1 2 Latimahuna, Raymond. "Identitas 7 Anggota KKB Tertembak di Intan Jaya: 5 Tewas-2 Terluka". detiksulsel. Diakses tanggal 2025-03-25.
  9. ↑ Latimahina, Raymon. "KKB Kembali Tebar Teror, Bakar 4 Rumah Warga di Intan Jaya". detiksulsel. Diakses tanggal 2025-03-25.
  10. ↑ Latimahina, Raymon. "Rentetan Teror KKB di Intan Jaya: 500 Warga Mengungsi-Penerbangan Disetop". detiksulsel. Diakses tanggal 2025-03-25.
  11. ↑ Latumahina, Raymond. "Pertamina Setop Penyaluran BBM ke Intan Jaya Buntut Rentetan Serangan KKB". detiksulsel. Diakses tanggal 2025-03-25.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang
  2. Garis waktu
  3. 19 Januari
  4. 20 Januari
  5. 21 Januari: Pembunuhan Yusak Sondegau
  6. 21 Januari
  7. 22 Januari
  8. 23 Januari
  9. Dampak
  10. Referensi

Artikel Terkait

Penyerangan Soanggama

Penduduk kampung Soanggama dipaksa mengungsi karena baku tembak yang berlangsung. Ribuan penduduk Intan Jaya berdemonstrasi pada tanggal 28 Oktober di kantor

I Gusti Putu Danny Nugraha Karya

perwira tinggi TNI-AD yang terakhir kali sebelum meninggal menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Papua

Abubakar Tabuni

April 2024. "Jejak Abubakar Kogoya, Anggota KKB Guspi Waker yang Tewas dalam Baku Tembak di Mimika". Tempo.co. 2024-04-08. Diakses tanggal 2024-06-24

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026