Baker Hughes Company adalah sebuah penyedia jasa industrial internasional asal Amerika dan merupakan salah satu penyedia jasa ladang minyak terbesar di dunia. Perusahaan ini menyediakan produk dan jasa pengeboran minyak, evaluasi formasi, penyelesaian, serta konsultansi produksi dan reservoir untuk industri minyak dan gas. Baker Hughes didaftarkan sebagai sebuah badan hukum di Delaware dan berkantor pusat di Houston. Perusahaan ini bernama Baker Hughes Inc. hingga tahun 2017 saat digabung dengan GE Oil and Gas untuk membentuk Baker Hughes, a GE Company (BHGE), yang kemudian dipisah dari General Electric pada tahun 2019, dan menjadi Baker Hughes Company. Hingga bulan September 2020, GE tidak lagi menjadi pemegang mayoritas saham perusahaan ini, karena hanya memegang kurang dari 37%, dan berniat untuk menjualnya dalam beberapa tahun ke depan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Jenis perusahaan | Publik |
|---|---|
| Kode emiten | |
| ISIN | US05722G1004 |
| Industri | Eksplorasi hidrokarbon |
| Didirikan | 1907 (1907) |
| Kantor pusat | Houston, Texas, Amerika Serikat |
Tokoh kunci | Lorenzo Simonelli (Chairman & CEO) |
| Pendapatan | |
| $1,949 miliar (2013) | |
| Total aset | |
| Total ekuitas | |
| Pemilik | General Electric (36,6%) [1] |
Karyawan | 60.000 (2020) |
| Situs web | bakerhughes |
| Catatan kaki / referensi [2] | |
Baker Hughes Company adalah sebuah penyedia jasa industrial internasional asal Amerika dan merupakan salah satu penyedia jasa ladang minyak terbesar di dunia. Perusahaan ini menyediakan produk dan jasa pengeboran minyak, evaluasi formasi, penyelesaian, serta konsultansi produksi dan reservoir untuk industri minyak dan gas. Baker Hughes didaftarkan sebagai sebuah badan hukum di Delaware dan berkantor pusat di Houston.[2] Perusahaan ini bernama Baker Hughes Inc. hingga tahun 2017 saat digabung dengan GE Oil and Gas untuk membentuk Baker Hughes, a GE Company (BHGE), yang kemudian dipisah dari General Electric pada tahun 2019, dan menjadi Baker Hughes Company. Hingga bulan September 2020, GE tidak lagi menjadi pemegang mayoritas saham perusahaan ini, karena hanya memegang kurang dari 37%, dan berniat untuk menjualnya dalam beberapa tahun ke depan.
Baker Hughes beroperasi di lebih dari 120 negara di seluruh dunia. Kantor pusatnya dibagi antara di Amerika Serikat dan Britania Raya, dengan fasilitas riset dan pengembangannya terletak di Australia, Singapura, Malaysia, India, Dubai, Saudi Arabia, Italia, Jerman, Norwegia, Louisiana, dan Missouri.[3] Perusahaan ini menyediakan berbagai macam produk dan jasa yang meliputi semua bidang eksplorasi dan produksi minyak dan gas.[4]
Baker Hughes adalah kombinasi sejumlah perusahaan yang telah mengembangkan dan memperkenalkan teknologi untuk melayani industri minyak bumi. Perusahaan ini memulai sejarahnya pada awal dekade 1900-an. Sepanjang sejarahnya, Baker Hughes juga telah mengakuisisi dan mengasimilasi sejumlah pelopor ladang minyak, seperti Brown Oil Tools, CTC, EDECO, dan Elder Oil Tools (penyelesaian); Milchem (cairan pengeboran); EXLOG (pencatatan lumpur); Eastman Christensen dan Drilex (pengeboran direksional dan mata bor berlian); Teleco (pengukuran saat mengebor); Tri-State dan Wilson (jasa dan alat pemancingan); Aquaness, Chemlink, dan Petrolite (zat kimia khusus), Western Atlas (eksplorasi seismik, pencatatan sumur), BJ Services (pemompaan tekanan).

Hughes Tool Company didirikan pada tahun 1908 oleh Walter Benona Sharp dan Howard R. Hughes, Sr., ayah Howard Hughes, Jr. Pada tahun yang sama, Hughes, Sr. dan Sharp mengembangkan mata bor dua kerucut, yang dirancang untuk memungkinkan pengeboran putar di formasi yang lebih keras dan lebih dalam daripada mata bor ekor ikan. Mereka pun mengadakan dua pengujian rahasia di sebuah rig pengeboran di Goose Creek, Texas. Tiap kali, Hughes meminta kru pengeboran untuk meninggalkan lantai rig, menarik mata bor dari sebuah kotak kayu yang terkunci, dan kemudian rekannya menjalankan mata bor ke lubang. Pada pengujian pertama, pipa pengeboran terpelintir, tetapi pada pengujian kedua sangat sukses. Pada tahun 1909, mata bor Sharp & Hughes pun memperoleh paten. Pada bulan Desember 1908, keduanya telah membentuk Sharp-Hughes Tool Company di Houston, Texas, untuk memproduksi mata bor di sebuah lahan sewaan seluas 20 x 40 ft (12 m).[butuh rujukan]
Setelah Walter Sharp meninggal pada tahun 1912, Hughes membeli semua saham Sharp-Hughes Tool Company yang dipegang oleh Sharp, dan mengubah nama perusahaan tersebut menjadi Hughes Tool Company pada tahun 1915. Hughes, Jr. kemudian mewarisi perusahaan tersebut setelah ayahnya meninggal pada tahun 1924. Selama dekade 1950-an dan 1960-an, Hughes Tool Company masih dimiliki oleh Hughes. Saat Hughes mengurusi bisnis Hollywood dan dirgantaranya, para manajer di Houston, seperti Fred Ayers dan Maynard Montrose, menjaga Hughes Tool Company tumbuh melalui inovasi teknis dan ekspansi internasional. Pada tahun 1958, Laboratorium Rekayasa dan Riset diperbesar untuk mengakomodasi enam bagian laboratorium yang menaungi instrumen khusus, seperti spektrometer pembacaan langsung dan difraktometer X-ray. Pada tahun 1959, Hughes memperkenalkan mata bor batu bantalan tersegel dan swalumas. Setelah mengumpulkan data dari ribuan pengoperasian mata bor, pada tahun 1960, Hughes memperkenalkan panduan komprehensif pertama untuk melakukan pengeboran efisien. Pada tahun 1964, Hughes memperkenalkan mata bor batu X-Line, yang menggabungkan desain struktur potongan baru dan jet hidrolik.
Reuben C. Baker adalah seorang anak petani yang kemudian mengikuti saudaranya, Aaron Alphonso Baker untuk bekerja di industri minyak. Pada tahun 1895, ia mendapat pekerjaan di sebuah ladang minyak di California. Pekerjaan pertamanya adalah mengendalikan sekelompok kuda guna mengangkut minyak untuk para pengebor. Setahun kemudian, ia menjadi kontraktor pengeboran.
Pada bulan Juli 1907, Reuben masih bekerja di Coalinga, California saat memperoleh paten untuk sepatu casing, yang memungkinkan para pengebor untuk menjalankan casing secara efisien dan menyemennya di sumur minyak.[10] Sepatu casing pun merevolusi pengeboran peralatan kabel dengan memastikan aliran minyak tak terputus melalui bawah casing di sumur.[11]
Inovasi tersebut pun melahirkan Baker Casing Shoe Company, yang pada tahun 1928 mengubah namanya menjadi Baker Oil Tools, Inc., untuk mencerminkan jajaran produknya dari peralatan penyelesaian, penyemenan, dan pemancingan. Pada dekade 1920-an, Baker Oil Tools berekspansi ke Houston, dan walaupun terhambat oleh Depresi Besar, perusahaan ini berhasil bertahan dan tumbuh hingga dekade 1960-an. Pada tahun 1976, Baker Oil Tools mengubah namanya menjadi Baker International Corporation dengan hampir semua operasinya berkantor pusat di Houston.
Pada awal tahun 1956, selama salah satu periode paling sukses dalam sejarah perusahaannya, Baker pensiun dari jabatan Presiden Baker Oil Tools dan digantikan oleh rekannya, Ted Sutter. Baker kemudian meninggal hanya beberapa minggu setelah sakit di usia 85 tahun. Walaupun hanya mengenyam pendidikan formal selama tiga tahun, Baker berhasil mendaftarkan lebih dari 150 paten selama hidupnya.[10] Pada tahun 1964, Sutter digantikan oleh E.H. "Hubie" Clark, yang kemudian menjadi chairman pertama Baker Hughes pada tahun 1987. Sebelum bergabung untuk membentuk Baker Hughes, Baker Oil Tools hanya memiliki tiga direktur.
INTEQ awalnya juga didirikan untuk menggabungkan divisi cairan pengeboran dari Baker Hughes, yang terdiri dari Milpark dan lain sebagainya. Divisi tersebut menyediakan merek premium di bidang lumpur pengeboran sumur minyak dan gas, serta cairan pembersih lubang sumur. Pada tahun 2003, jajaran produk tersebut dipisah untuk membentuk Baker Hughes Drilling Fluids (BHDF), dengan INTEQ tetap menjadi sebuah perusahaan pengeboran dan evaluasi. INTEQ menyediakan pengeboran direksional, MWD/LWD, pencatatan permukaan (pencatatan lumpur), dan jasa coring.
Merek unggulan dari perusahaan ini adalah sistem pengeboran putar yang dapat dikendalikan AutoTrak, yang merupakan pelopor peralatan pengeboran direksional. Diperkenalkan pada tahun 1997 bersama Agip S.p.A., peralatan tersebut sangat berbeda dengan produk dari kompetitornya, seperti PowerDrive dan GeoPilot, karena menggunakan teknik hibrida "mendorong dan mengarahkan (memvektor) mata bor", bukan hanya "mengarahkan mata bor" atau "mendorong mata bor".[12][13]
Akibat banjir minyak 1980-an, pada tahun 1987, Baker International resmi mengakuisisi Hughes Tool Company untuk membentuk Baker Hughes Inc.[14][15]
Pada tahun 1999, satu-satunya teknologi seismik baru yang diperkenalkan adalah pemantauan survei seismik empat dimensi.[16]
Pada tahun 2000, selama melemahnya industri minyak bumi, perusahaan ini menggabungkan divisi Western Geophysical miliknya dengan Geco (Geophysical Company of Norway) milik Schlumberger untuk membentuk WesternGeco.[17]
Pada tahun 2006, Baker Hughes menjual 30% saham WesternGeco ke Schlumberger dengan harga $2,4 miliar.[18]
Pada bulan April 2007, perusahaan ini dinyatakan bersalah, karena telah melanggar Undang-Undang Praktek Korupsi Luar Negeri. Sebelumnya, perusahaan ini melakukan pembayaran "komisi" sebesar $4,1 miliar antara tahun 2001 dan 2003, setelah mendapat kontrak di Ladang Karachaganak di Kazakhstan. Perusahaan inipun setuju untuk membayar denda dan penalti sebesar $44,1 juta.[19][20]
Pada tanggal 11 Juni 2012, selama periode negosiasi tahunan antara serikat pekerja, termasuk SAFE, serikat pekerja Norwegia di bidang energi, dengan perusahaan tempat mereka bekerja di Norwegia, 114 orang pekerja Baker Hughes diminta untuk melakukan mogok kerja, yang akan mempengaruhi lebih dari selusin instalasi.[21] Pada tanggal 18 Juni 2012, rencana mogok kerja tersebut dibatalkan setelah kedua pihak menyetujui perjanjian kolektif baru.[22]
Pada tahun 2001, perusahaan ini memperkenalkan kapal proppant perekah hidrolik terbesar untuk pekerjaan laut dalam di Teluk Meksiko. Kapal tersebut pun diberi nama sesuai nama Howard R. Hughes Sr..[23]