Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Bak kut teh

Bak Kut Teh adalah masakan khas Tionghoa yang populer di Singapura dan Malaysia. Bak Kut Teh diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin sebagai "rou gu cha" yang berarti tulang daging. Hidangan ini diperkenalkan oleh para kuli dari Fujian, Tiongkok, pada sekitar abad ke-19. Di Indonesia, Bak Kut Teh juga telah populer dalam kalangan Tionghoa di Kepulauan Riau karena lokasinya yang dekat dengan Malaysia.

variasi makanan khas Tiongkok
Diperbarui 15 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bak kut teh

Bak Kut Teh (Hanzi: 肉骨茶) adalah masakan khas Tionghoa yang populer di Singapura dan Malaysia.[1] Bak Kut Teh diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin sebagai "rou gu cha" yang berarti tulang daging. Hidangan ini diperkenalkan oleh para kuli dari Fujian, Tiongkok, pada sekitar abad ke-19.[2] Di Indonesia, Bak Kut Teh juga telah populer dalam kalangan Tionghoa di Kepulauan Riau karena lokasinya yang dekat dengan Malaysia.[3]

Bak kut teh
Tampilan dekat bak kut teh
Tempat asalFujian, Tiongkok, Malaysia,[4][5][6][7]
Singapura (Versi Tiociu)[8]
DaerahKawasan penutur bahasa Hokkian dan Tiociu di Malaysia, Singapura dan Kepulauan Riau (Indonesia)[9]
Hidangan nasional terkaitMalaysia, Singapura
Bahan utamaIga babi, kaldu kaya rempah daun dan bumbu rempah (termasuk bunga lawang, kayu manis, cengkih, dang gui, biji adas dan bawang putih)
AnekaHokkian dan Tiociu
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini
  •   Media: Bak kut teh
Bak kut teh
Hanzi: 肉骨茶code: zh is deprecated
Hokkien POJ: Bah-kut-tê
Makna harfiah: Teh tulang daging
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Ròugǔchá
Min Nan
- Romanisasi POJ: Bah-kut-tê
Yue (Kantonis)
- Jyutping: juk6 gwat1 caa4

Sejarah

Bak Kut Teh dikenal sebagai makanan yang dibawa oleh para kuli dari Tiongkok. Para kuli tersebut bekerja sebagai buruh pelabuhan, membawa barang dari kapal dengan menerima upah sesuai barang yang mereka bawa. Untuk mengisi kembali energi mereka, para kuli tersebut membuat makanan yang terbuat dari iga babi dan usus babi dengan ramuan dan rempah obat tradisional Tiongkok, termasuk adas bintang, kayu manis, cengkeh, angelica, dan bawang putih. Iga dan usus babi digunakan karena bagian tersebut lebih murah dibandingkan bagian lain. Para kuli tersebut menyantap Bak Kut Teh dengan semangkuk nasi dan teh Tiongkok yang diseduh.[10]

Klang, Malaysia, dianggap sebagai tempat kelahiran makanan Bak Kut Teh yang dibawa oleh para pendatang dari Tiongkok. Sebagaian besar dari pendatang tersebut beretnis Hokkien. Mereka banyak berdatangan selama periode pra-kolonial Inggris pada akhir abad ke-19.[1]

Kedai Bak Kut Teh pertama muncul pada tahun 1940-an, meskipun pengetahuan tentang pembuatan sup ini telah ada sebelum abad ke-20. Konon, kata "teh" dalam nama hidangan tersebut sebenarnya berasal dari nama pendirinya, Lee Boon Teh.[1]

Varian

Menurut buku Singapore Hawker Classics Unveiled: Decoding 25 Favourite Dishes by Temasek Polytechnic, terdapat dua varian dari Bak Kut Teh.

Pertama, varian Hokkien/Fujian Bak Kut Teh. Varian ini secara umum berwarna lebih gelap karena selain dibuat dengan herbal dan rempah, ada tambahan saus soya. Di Singapura, Hokkien Bak Kut Teh biasa dijual di area Hokkien Street di mana banyak Chinese Hokkien tinggal sejak tahun 1950-an.[10]

Kedua, varian Teochew ak Kut Teh. Varian ini banyak dijual di Clarke Quay dan River Valley area setelah Perang Dunia II di mana ada banyak pekerja Teochew dan Hokkien. Supnya terbuat dari rebusan tulang babi dengan bawang putih dan merica. Variasi Teochew inilah yang populer dan banyak ditemukan di Singapura saat ini.[10]

Referensi

  1. 1 2 3 "Is bak kut teh from Malaysia or Singapore?". South China Morning Post (dalam bahasa Inggris). 2018-08-08. Diakses tanggal 2026-02-22.
  2. ↑ www.nlb.gov.sg https://www.nlb.gov.sg/main/article-detail?cmsuuid=d403ac22-9997-45bf-a65f-114d3cea47ab. Diakses tanggal 2026-02-22.
  3. ↑ Ibid[pranala nonaktif permanen]
  4. ↑ Yoshino, Kosaku (2010). "Malaysian Cuisine: A Case of Neglected Culinary Globalization" (PDF). Globalization, Food and Social Identities in the Asia Pacific Region. Tokyo: Sophia University Institute of Comparative Culture: 4. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2014-05-02. Diakses tanggal 2020-09-21.
  5. ↑ Chua Lam (5 April 2011). chua lam's gourmet journey in Malaysia (PDF). G.F. Publishing(M) Pte Ltd. hlm. 26. ISBN 9789675381119.
  6. ↑ Damien Lim. "Bak kut teh". National Library Board of Singapore.
  7. ↑ WANI MUTHIAH. "The man who put Teh in bak kut teh". TheStar newspaper.
  8. ↑
  9. ↑ "Resep Masakan : "Bak Kut Teh 肉骨茶 ala Teochew". web.budaya-tionghoa.net. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-01-20. Diakses tanggal 2020-09-21.
  10. 1 2 3 Temasek Polytechnic (2015). Singapore Hawker Classics Unveiled: Decoding 25 Favourite Dishes. Singapura: Marshall Cavendish Cuisine. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

  • (Indonesia) Situs web Budaya Tionghoa
  • (Indonesia) Yahoo! Groups: Budaya Tionghoa[pranala nonaktif permanen]


Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Varian
  3. Referensi
  4. Pranala luar

Artikel Terkait

Capcai

variasi makanan khas Tiongkok

Kue lapis

variasi makanan khas Indonesia

Mi ayam

salah satu jenis olahan pasta

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026