Bak Kut Teh adalah masakan khas Tionghoa yang populer di Singapura dan Malaysia. Bak Kut Teh diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin sebagai "rou gu cha" yang berarti tulang daging. Hidangan ini diperkenalkan oleh para kuli dari Fujian, Tiongkok, pada sekitar abad ke-19. Di Indonesia, Bak Kut Teh juga telah populer dalam kalangan Tionghoa di Kepulauan Riau karena lokasinya yang dekat dengan Malaysia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bak Kut Teh (Hanzi: 肉骨茶) adalah masakan khas Tionghoa yang populer di Singapura dan Malaysia.[1] Bak Kut Teh diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin sebagai "rou gu cha" yang berarti tulang daging. Hidangan ini diperkenalkan oleh para kuli dari Fujian, Tiongkok, pada sekitar abad ke-19.[2] Di Indonesia, Bak Kut Teh juga telah populer dalam kalangan Tionghoa di Kepulauan Riau karena lokasinya yang dekat dengan Malaysia.[3]
| Bak kut teh | |
|---|---|
Tampilan dekat bak kut teh | |
| Tempat asal | Fujian, Tiongkok, Malaysia,[4][5][6][7]
Singapura (Versi Tiociu)[8] |
| Daerah | Kawasan penutur bahasa Hokkian dan Tiociu di Malaysia, Singapura dan Kepulauan Riau (Indonesia)[9] |
| Hidangan nasional terkait | Malaysia, Singapura |
| Bahan utama | Iga babi, kaldu kaya rempah daun dan bumbu rempah (termasuk bunga lawang, kayu manis, cengkih, dang gui, biji adas dan bawang putih) |
| Aneka | Hokkian dan Tiociu |
| Bak kut teh | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Hanzi: | 肉骨茶code: zh is deprecated | ||||||||||||||
| Hokkien POJ: | Bah-kut-tê | ||||||||||||||
| Makna harfiah: | Teh tulang daging | ||||||||||||||
| |||||||||||||||
Bak Kut Teh dikenal sebagai makanan yang dibawa oleh para kuli dari Tiongkok. Para kuli tersebut bekerja sebagai buruh pelabuhan, membawa barang dari kapal dengan menerima upah sesuai barang yang mereka bawa. Untuk mengisi kembali energi mereka, para kuli tersebut membuat makanan yang terbuat dari iga babi dan usus babi dengan ramuan dan rempah obat tradisional Tiongkok, termasuk adas bintang, kayu manis, cengkeh, angelica, dan bawang putih. Iga dan usus babi digunakan karena bagian tersebut lebih murah dibandingkan bagian lain. Para kuli tersebut menyantap Bak Kut Teh dengan semangkuk nasi dan teh Tiongkok yang diseduh.[10]
Klang, Malaysia, dianggap sebagai tempat kelahiran makanan Bak Kut Teh yang dibawa oleh para pendatang dari Tiongkok. Sebagaian besar dari pendatang tersebut beretnis Hokkien. Mereka banyak berdatangan selama periode pra-kolonial Inggris pada akhir abad ke-19.[1]
Kedai Bak Kut Teh pertama muncul pada tahun 1940-an, meskipun pengetahuan tentang pembuatan sup ini telah ada sebelum abad ke-20. Konon, kata "teh" dalam nama hidangan tersebut sebenarnya berasal dari nama pendirinya, Lee Boon Teh.[1]
Menurut buku Singapore Hawker Classics Unveiled: Decoding 25 Favourite Dishes by Temasek Polytechnic, terdapat dua varian dari Bak Kut Teh.
Pertama, varian Hokkien/Fujian Bak Kut Teh. Varian ini secara umum berwarna lebih gelap karena selain dibuat dengan herbal dan rempah, ada tambahan saus soya. Di Singapura, Hokkien Bak Kut Teh biasa dijual di area Hokkien Street di mana banyak Chinese Hokkien tinggal sejak tahun 1950-an.[10]
Kedua, varian Teochew ak Kut Teh. Varian ini banyak dijual di Clarke Quay dan River Valley area setelah Perang Dunia II di mana ada banyak pekerja Teochew dan Hokkien. Supnya terbuat dari rebusan tulang babi dengan bawang putih dan merica. Variasi Teochew inilah yang populer dan banyak ditemukan di Singapura saat ini.[10]