Bajidor adalah kesenian rakyat yang memiliki fungsi utama sebagai seni hiburan, sajiannya bersifat dinamis dengan iringan musik dan tarian yang luwes dari seorang penari/ronggeng yang menggambarkan keceriaan. Awal kemunculan bajidoran diduga dipelopori oleh mantan penari pria atau para penggemar ketuk tilu yang dahulu dikenal dengan istilah pamogoran. Seiring berjalannya waktu, istilah pamogoran menghilang disebabkan berubahnya ketertarikan masyarakat Subang dan Karawang terhadap seni ketuk tilu. Kemudian hadir bajidoran yang memiliki kemiripan dalam beberapa hal dengan ketuk tilu, utamanya lagu-lagu dan pola Bajidor yang digunakan adalah pola ketuk tiluan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. (Mei 2025) |
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
|
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia. Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus. |
Bajidor adalah kesenian rakyat yang memiliki fungsi utama sebagai seni hiburan, sajiannya bersifat dinamis dengan iringan musik dan tarian yang luwes dari seorang penari/ronggeng yang menggambarkan keceriaan (Rosidi, 1984:130). Awal kemunculan bajidoran diduga dipelopori oleh mantan penari pria atau para penggemar ketuk tilu yang dahulu dikenal dengan istilah pamogoran. Seiring berjalannya waktu, istilah pamogoran menghilang disebabkan berubahnya ketertarikan masyarakat Subang dan Karawang terhadap seni ketuk tilu. Kemudian hadir bajidoran yang memiliki kemiripan dalam beberapa hal dengan ketuk tilu, utamanya lagu-lagu dan pola Bajidor yang digunakan adalah pola ketuk tiluan.[1][2]