Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Bahasa Pelauw

Bahasa Pelauw adalah dialek bahasa Haruku yang dituturkan di negeri Pelauw, sebuah desa adat (negeri) yang terletak di pesisir utara Pulau Haruku, Provinsi Maluku. Bahasa Pelauw merupakan salah satu ragam bahasa tanah yang masih digunakan oleh penduduk asli Maluku. Bahasa ini merupakan dialek utama dalam rantai dialek bahasa Haruku.

bahasa daerah di Indonesia
Diperbarui 2 September 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bahasa Pelauw
Sou Pelauw
Dituturkan diIndonesia
WilayahPulau Haruku bagian utara
Penutur
18.000[1]
Rumpun bahasa
  • Austronesia
    • Melayu-Polinesia
      • Tengah-Timur
        • Maluku Tengah ?
          • Seram ?
            • Nunusaku
              • Teluk Piru
                • Timur
                  • Solehua
                    • Selat Seram
                      • Uliase
                        • Haruku
                          • Pelauw
Tampilkan klasifikasi manual
    • Pelauw
    Tampilkan klasifikasi otomatis
    Sistem penulisan
    bahasa aslinya tidak tertulis; saat ini menggunakan huruf Latin dan huruf Arab-Melayu
    Kode bahasa
    ISO 639-3–
    Glottologpela1244[2]
    Informasi penggunaan templat turunan
    Sampel
    Pranala luar berkas tidak valid? (Diskusikan) Sunting pranala berkas eksternal ini
    Logo YouTube
    Video sampel dari media eksternal untuk bahasa Pelauw

    "Contoh Logat Pelauw Dalam Obrolan Sehari-Hari" di YouTube
    (Video lainnya)
     Portal Bahasa
    L • B • PW   
    Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
    Cari artikel bahasa
    Cari artikel bahasa
     
    Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
     
    Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
    Artikel bahasa sembarang
    Halaman bahasa acak

    Bahasa Pelauw adalah dialek bahasa Haruku yang dituturkan di negeri Pelauw, sebuah desa adat (negeri) yang terletak di pesisir utara Pulau Haruku, Provinsi Maluku. Bahasa Pelauw merupakan salah satu ragam bahasa tanah yang masih digunakan oleh penduduk asli Maluku. Bahasa ini merupakan dialek utama dalam rantai dialek bahasa Haruku.[1]

    Bahasa Pelauw umumnya memiliki ciri khas adanya penggunaan kata [-ale], [-ne], [-po], dan [-he] pada akhir kalimat. Contoh lagu yang menggunakan bahasa Pelauw dalam liriknya adalah Hinia.

    Lihat juga

    • iconPortal Bahasa
    • Portal Maluku
    • Bahasa Haruku
    • Bahasa tanah

    Referensi

    1. 1 2 "Bahasa Haruku: Pelauw". globalrecordings.net. Global Recordings Network. Diakses tanggal 26 Juni 2024.
    2. ↑ Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Pelauw". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;

    Nak tete kecewa sama kamu,prilaku kamu terhadap istri sangat tidak baik dan tidak adil.ucapan mu sungguh kurang baik.tete tidak pernah mengajarkan anak anak nya seperti itu.nak manua itu baik dan tulus tidak ada orang seperti manua baik sama keluarga kita dan kamu.tiap hari manua selalu berdoa buat tete dan kita.tete tulis ini hanya buat kamu.kerna kasian lihat manua.adil nak dlm keuangan kasih semua kemanus,manua tidak serakah dia adil dan dpt uang selalu berbagi kekelurga kita.jangan kamu sebelah pihak.kalau kamu ingin hidup lebih lama jalani ini amanat tete.kalau tidak teteh yang akan datang Najar lewat Nene kupa matikan kamu.manua berjuang cari uang buat hutang hutang kamu.hutang manua ke kamu juga itu dipake buat keluarga kita.jangan sampai bocor teteh WA ini.tete marah sama kamu.cukup simpan WA ini jangan dikasih tau siapa siapa,ini amanat orang tua.dan hati hati sama marga Tualeka.


    Templat:Bahasanya pelauw

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Lihat juga
    2. Referensi

    Artikel Terkait

    Bahasa Indonesia

    bahasa resmi di Indonesia

    Penataan daerah di Indonesia

    artikel daftar Wikimedia

    Bahasa di Indonesia

    artikel daftar Wikimedia

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026