Badai di Ujung Negeri adalah film drama Indonesia yang dirilis pada 29 September 2011 yang disutradarai oleh Agung Sentausa serta dibintangi oleh Arifin Putra dan Astrid Tiar.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Badai di Ujung Negeri | |
|---|---|
| Sutradara | Agung Sentausa |
| Produser | Pingkan Warouw |
| Ditulis oleh | Ari M. Syarif |
| Pemeran | Arifin Putra Astrid Tiar Yama Carlos Jojon Ida Leman Edo Borne Lucky Rachman Loruma Adrian Alim Kukuh Adirizky M. Ilham Akbar Dedy Murphy |
| Penyunting | Aline Jusria |
| Distributor | Quanta Pictures |
Tanggal rilis | 29 September 2011 |
| Durasi | 97 menit |
| Negara | |
Badai di Ujung Negeri adalah film drama Indonesia yang dirilis pada 29 September 2011 yang disutradarai oleh Agung Sentausa serta dibintangi oleh Arifin Putra dan Astrid Tiar.
Badai adalah marinir yang ditugaskan di pos jaga perbatasan Indonesia di sebuah pulau di Laut Cina Selatan (Pulau Bintan). Penemuan mayat misterius mempertemukannya kembali dengan Joko, sahabat lama yang ditugaskan di kapal KRI.
Anisa seorang gadis setempat mempertanyakan kepastian hubungannya dengan Badai. Badai ragu untuk membuat keputusan karena dia bisa dipindah tugaskan kapan-pun, ke mana-pun.
Dika, anak nelayan teman Badai ditemukan mati. Kesalahpahaman Joko dan Badai tentang kematian Nugi, adik Joko, memengaruhi kerjasama mereka dalam menemukan siapa pembunuh Dika dan mayat-mayat lainnya yang belakangan bermunculan terapung di laut. Badai dan Joko dijebak ke pulau terpencil sementara para pembunuh merencanakan pembajakan sebuah kapal tanker di laut perbatasan, memanfaatkan kelemahan konflik di antara mereka dan kondisi kapal KRI yang sudah tua.[1]