Babat Ramba Jaya adalah salah satu desa di kecamatan Babat Supat, kabupaten Musi Banyuasin, provinsi Sumatera Selatan, Indonesia. Desa yang dikelilingi rawa-rawa dan sungai kecil ini dihuni oleh etnis penduduk yang sangat beragam, mulai dari Melayu, Komering, Jawa, Sunda, Batak, dan lainnya. Sehingga, bahasa yang digunakan pun menjadi beragam. Namun, mayoritas penduduk desa menggunakan bahasa Palembang sebagai bahasa sehari-hari.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini membutuhkan penyuntingan lebih lanjut mengenai tata bahasa, gaya penulisan, hubungan antarparagraf, nada penulisan, atau ejaan. |
Babat Ramba Jaya | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Sumatera Selatan | ||||
| Kabupaten | Musi Banyuasin | ||||
| Kecamatan | Babat Supat | ||||
| Kode pos | 30755 | ||||
| Kode Kemendagri | 16.06.14.2015 | ||||
| Luas | ... km² | ||||
| Jumlah penduduk | 5.000 jiwa | ||||
| Kepadatan | ... jiwa/km² | ||||
| |||||
Babat Ramba Jaya adalah salah satu desa di kecamatan Babat Supat, kabupaten Musi Banyuasin, provinsi Sumatera Selatan, Indonesia. Desa yang dikelilingi rawa-rawa dan sungai kecil ini dihuni oleh etnis penduduk yang sangat beragam, mulai dari Melayu, Komering, Jawa, Sunda, Batak, dan lainnya. Sehingga, bahasa yang digunakan pun menjadi beragam. Namun, mayoritas penduduk desa menggunakan bahasa Palembang sebagai bahasa sehari-hari.
Mayoritas penduduk desa Babat Ramba Jaya memiliki pencaharian di bidang perkebunan dan pertambangan. Kelapa sawit dan karet menjadi produk andalan mereka.[1] Sebagai salah satu daerah penghasil minyak dan gas bumi, tentu ada perusahaan migas yang beroperasi, salah satunya adalah PT Pertamina EP Field Ramba.[2]
Desa Rambat Jaya mempunyai fasilitas yang cukup memadai,[3] seperti sekolah, puskesmas, tempat olahraga, dan lainnya. Hanya saja, jalan utama akses keluar-masuk desa kurang memadai. Hal ini perlu dijadikan perhatian khusus, agar penduduk desa bisa hidup lebih sejahtera lagi, mengingat infrastruktur jalan adalah salah satu faktor utama pendongkrak ekonomi penduduk.[4]