BAP Pisco (AMP-156) adalah sebuah landing platform dock kelas Makassar milik Angkatan Laut Peru yang dibangun antara tahun 2013-2017 oleh Shipyard Marine Industrial Services Peru yang dikenal dengan SIMA.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

BAP Pisco (AMP-156) | |
| Nama | BAP Pisco (AMP-156) |
| Pembangun | SIMA |
| Pasang lunas | 12 Juli 2013 |
| Diluncurkan | 25 April 2017 |
| Mulai berlayar | 6 Juni 2018 |
| Status | aktif beroperasi |
| Ciri-ciri umum | |
| Kelas dan jenis | Landing Platform Dock kelas Makassar |
| Tonase | 8400 ton |
| Berat benaman |
|
| Panjang | 122 meter[1] |
| Lebar | 22 meter |
| Tinggi | 56 meter |
| Sarat air | 4.9 meter |
| Dek | (Dek Tank); 6.7 meter, (Dek Truk); 11.3 meter |
| Pendorong |
|
| Kecepatan |
|
| Jangkauan | 30 hari, hingga 10.000 nmi |
| Daya tahan | +45 hari |
| Sensor dan sistem pemroses |
|
| Senjata |
|
BAP Pisco (AMP-156) adalah sebuah landing platform dock kelas Makassar milik Angkatan Laut Peru yang dibangun antara tahun 2013-2017 oleh Shipyard Marine Industrial Services Peru yang dikenal dengan SIMA.
Kapal ini berbobot 8400 ton, panjang 122 meter dengan tenaga penggerak CODAD, 2 poros, mesin 2 × MAN B&W 8L28/32A diesel dengan rating 2666 BHP/1960 kW@ 775 RPM. Kecepatan maksimum: 16 knot, daya jelajah: 14 knot, jangkauan 30 hari, hingga 10.000 Nm dan ketahanan +45 hari.[2]

Desain Pisco dilakukan oleh Daesun Shipbuilding & Engineering Co., Ltd. Korea Selatan bekerja sama dengan galangan kapal milik negara Peru, SIMA. Ini adalah landing platform dock kelas Makassar, dengan kelas yang awalnya dikembangkan pada awal 2000-an untuk Angkatan Laut Indonesia.[2]
Ketika Kementerian Pertahanan Peru merilis sebuah memorandum pada tanggal 10 April 2012 untuk dua LPD kelas Makassar dan pada awal 2013, Peru membayar kontrak $ 60 juta untuk membangun Pisco, yang pertama dari dua LPD yang ditunjuk untuk Angkatan Laut Peru. Pisco kemudian akan dibangun di Peru oleh SIMA dengan kerjasama lanjutan dari Daesun Shipbuilding & Marine Engineering.[2]
Desain Pisco mencakup akomodasi 157 anggota awak dan hingga 400 marinir. Dek sumur yang lebih rendah dari dek utama dapat menangani dua Kapal pendarat kendaraan personil sepanjang 23 meter sementara dek kargo tambahan di kapal dapat menampung hingga 14 kendaraan LAV II yang baru-baru ini diperoleh Peru dari Kanada pada pertengahan 2016.[2] which Peru acquired from Canada in mid-2016.[3]
Dek penerbangan Pisco memiliki kemampuan untuk menampung dua helikopter Sikorsky SH-3 Sea King dari Penerbangan Angkatan Laut Peru sementara hanggar yang tergabung dapat menyimpan sebuah helikopter tambahan. Kapal tersebut menggunakan sistem roll-on/roll-off, dan dilaporkan dapat mengangkut 450 tentara hingga 30 hari.[4]

Lunas Pisco dibaringkan pada 12 Juli 2013 meskipun kemajuan nyata pada pembangunan dimulai pada akhir-2014. Kapal (lambung) diluncurkan pada tanggal 25 April 2017 dan diharapkan dapat dikirim ke armada pada bulan Agustus 2018.[2] Pada bulan April 2018 kapal memulai uji coba laut.[5] Dia ditugaskan pada 6 Juli 2018.[6]

Salah satu tugas pertama Pisco dimulai pada 11 Februari 2019 yang mengharuskan kapal mengirimkan 500 ton bantuan kemanusiaan dari Callao ke Arequipa, Moquegua dan Tacna sebagai tanggapan atas hujan lebat dan tanah longsor di Peru selatan.[7]
Pisco adalah kapal serbaguna yang dibangun oleh galangan kapal milik negara Peru, Servicios Industriales de la Marina (SIMA), dan didasarkan pada kapal kelas Makasaar. Platform tersebut berukuran panjang 122 m, berat 7.300 ton, memiliki kecepatan maksimum 16 kt, dan dapat beroperasi di laut sendiri hingga 30 hari, menurut MGP. Di antara karakteristiknya, kapal ini memiliki sistem roll-on-roll off, dek yang dapat dibanjiri untuk kapal pendarat, dan dapat mengangkut hingga 450 pasukan.