B.S. Rajhans atau nama lengkapnya Balden Singh Rajhans adalah seorang sutradara film Melayu keturunan India. Ia memproduksi film dengan perusahaan Malay Film Productions Ltd (MFP). Ia berasal dari keturunan Punjabi dan lahir di Calcutta (Kolkata), India, pada tahun 1903. Pada tahun 1927, ia menyutradarai film "Krishnabana Tirandaz". Kemudian, ia bekerja dengan perusahaan East India Film yang dimiliki oleh seorang jutawan di sana.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| B. S. Rajhans | |
|---|---|
| Nama asal | ਬਲਦਨ ਸਿੰਘ ਰਾਜਹੰਸ பால்டன் சிங் ராஜ்ஹான்ஸ் |
| Lahir | Balden Singh Rajhans பால்டன் சிங் ராஜ்ஹான்ஸ் 1903 India |
| Meninggal | 31 Mei 1955 (umur 52) |
| Kebangsaan | India |
| Pekerjaan | Pengarah filem |
| Tempat kerja | East India Film Company Malay Film Productions Ltd (MFP) Cathay-Keris Film Productions |
| Karya terkenal | Laila Majnun Rachun Dunia Anjuran Nasib Antara Senyum dan Tangis Yatim Piatu |
| Kota asal | Calcutta kini Kalkota |
B.S. Rajhans atau nama lengkapnya Balden Singh Rajhans (1903 – 31 Mei 1955) adalah seorang sutradara film Melayu keturunan India. Ia memproduksi film dengan perusahaan Malay Film Productions Ltd (MFP). Ia berasal dari keturunan Punjabi dan lahir di Calcutta (Kolkata), India, pada tahun 1903. Pada tahun 1927, ia menyutradarai film "Krishnabana Tirandaz". Kemudian, ia bekerja dengan perusahaan East India Film yang dimiliki oleh seorang jutawan di sana.
Ia dikenal sebagai sosok yang memperkenalkan aktor legendaris Malaysia, P. Ramlee.
Dalam jangka waktu enam bulan, B.S. Rajhans telah menyutradarai empat film yang mendapat sambutan, termasuk "King for a Day" (Raja Sehari). Kemudian, B.S. Rajhans datang ke Malaya (Singapura). Perusahaan Malay Film Productions Ltd membawa B.S. Rajhans untuk memproduksi film Melayu, berdasarkan pengalamannya di industri perfilman.
Film pertama yang dikonfirmasi sebagai hasil arahannya adalah "Singapura di Waktu Malam", yang dibintangi oleh Siput Sarawak dan Bakhtiar Affendi pada tahun 1947. Ia juga menyutradarai film Melayu pertama, yaitu "Laila Majnun" pada tahun 1933.[1]
Namun, karena menghadapi kendala seperti tidak adanya studio dan keterbatasan peralatan perfilman yang tidak memadai, B.S. Rajhans kembali ke India. Di sana, ia terus memproduksi beberapa film, termasuk "Chhoti Si Duniya" (1939).
Pada bulan Oktober 1941, B.S. Rajhans kembali ke Malaya dan memulai pengambilan gambar untuk film "Menantoe Doerhaka" (Menantu Durhaka) . Namun, produksi film tersebut tertunda akibat pecahnya Perang Dunia Kedua. Meskipun demikian, film tersebut akhirnya berhasil diselesaikan dan ditayangkan pada tahun 1946.
Pada tahun 1946, S.M. Chesty bersama mitra bisnisnya mendirikan Malayan Arts Production dan menunjuk B.S. Rajhans sebagai sutradara untuk film "Seruan Merdeka".
Selain menyutradarai film, ia juga berperan sebagai pencari bakat. Saat berkunjung ke Pulau Pinang, B.S. Rajhans tertarik dengan suara P. Ramlee dan kemudian mengundangnya ke Singapura untuk menjadi penyanyi latar.
Ketika L. Krishnan dan S. Ramanathan bergabung sebagai sutradara di Shaw Brothers, beban kerja B.S. Rajhans sedikit berkurang. Namun, ia tetap melanjutkan kariernya dengan menyutradarai beberapa film yang hampir semuanya sukses besar di box office, seperti Rachun Dunia, Dewi Murni, Aloha, Bapa Saya, Sejoli, dan Anjoran Nasib.
Pada tahun 1953, ia menyutradarai Buloh Perindu, yang dapat dianggap sebagai film Malaysia pertama yang berwarna.
B.S. Rajhans meninggal dunia akibat serangan jantung pada 31 Mei 1955, saat berada di dalam mobil dalam perjalanan ke kantornya..