Balairung Mahavira atau Balairung Mahawira, biasanya hanya dikenal sebagai Balairung Utama, adalah balairung atau bangunan utama dalam sebuah kuil Buddhis Tiongkok tradisional, untuk meletakkan citra Buddha Gautama dan berbagai buddha dan bodhisattva lainnya. Balairung ini ditemui di seluruh Asia Timur, termasuk di beberapa Balairung Utama Buddhis Jepang.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Balairung Mahawira | |||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Balairung Mahavira Vihara Avalokita (Jakarta) | |||||||||||||
| Nama Tionghoa | |||||||||||||
| Hanzi tradisional: | 大雄寶殿code: zh is deprecated | ||||||||||||
| Hanzi sederhana: | 大雄宝殿code: zh is deprecated | ||||||||||||
| Makna harfiah: | Balairung Mulia Sang Virya (Pahlawan) | ||||||||||||
| |||||||||||||
| Nama Jepang | |||||||||||||
| Kanji: | 大雄宝殿code: ja is deprecated | ||||||||||||
| Nama Korea | |||||||||||||
| Hangul: | 대웅전code: ko is deprecated | ||||||||||||
Balairung Mahavira atau Balairung Mahawira, biasanya hanya dikenal sebagai Balairung Utama, adalah balairung atau bangunan utama dalam sebuah kuil Buddhis Tiongkok tradisional, untuk meletakkan citra Buddha Gautama dan berbagai buddha dan bodhisattva lainnya.[1][2] Balairung ini ditemui di seluruh Asia Timur, termasuk di beberapa Balairung Utama Buddhis Jepang.
Dari kepentingan dan kegunaannya, balairung ini sering hanya dikenal dalam bahasa Inggris sebagai "Balairung Utama" atau "Balairung Besar" kuil. Istilah "Balairung Mahavira", juga ditemui sebagai "Balairung Mahāvīra" atau "Balairung dari Mahāvīra", adalah sebuah terjemahan balik, menggunakan istilah Sanskerta yang asli sebagai pengganti padanan bahasa Tionghoa atau Inggrisnya. Balairung ini juga dikenal sebagai Balairung Mulia dari Wira Agung, Balairung Kekuatan Agung, atau Balairung Daxiongbao. Lebih jarang, balairung utama disebut "adyton", sesuai tempat yang sepadan dalam kuil Yunani-Romawi.[3] Balairung ini juga kadang-kadang disalahpahami sebagai "Istana Agung, Kuat, dan Mulia".[4]