Augustine Kasujja adalah seorang prelatus Gereja Katolik Uganda yang mengabdi dalam penugasan diplomatik Takhta Suci. Ia menjadi Nunsius Apostolik untuk Belgia dan Luksemburg dari 2016 sampai 2021.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Augustine Kasujja | |||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| |||||||||||||||||||||||||||||
Uskup Lucas Van Looy dan Uskup Agung Kasujja di Bruges, 2017 | |||||||||||||||||||||||||||||
| Penunjukan | 12 Oktober 2016 | ||||||||||||||||||||||||||||
| Pensiun | 31 Agustus 2021 | ||||||||||||||||||||||||||||
| Pendahulu | Giacinto Berloco | ||||||||||||||||||||||||||||
| Penerus | Franco Coppola | ||||||||||||||||||||||||||||
| Jabatan lain | Uskup Agung Tituler Caesarea in Numidia | ||||||||||||||||||||||||||||
| Informasi pribadi | |||||||||||||||||||||||||||||
| Lahir | 26 April 1946 Mitala Maria, Distrik Mpigi, Uganda | ||||||||||||||||||||||||||||
Jabatan sebelumnya |
| ||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||
Augustine Kasujja (lahir 26 April 1946) adalah seorang prelatus Gereja Katolik Uganda yang mengabdi dalam penugasan diplomatik Takhta Suci. Ia menjadi Nunsius Apostolik untuk Belgia dan Luksemburg dari 2016 sampai 2021.
Ia menjadi orang Afrika pertama yang memegang gelar nunsius apostolik.[1][2][3]
Sebagai anak ketiga dari 11 bersaudara, ia lahir dari pasangan Katalina Nanseko dan Yozefu Naluswa di Mitala Maria, Distrik Mpigi pada 26 April 1946.[1]
Sebelum bergabung dengan Seminari Minor Kisubi antara 1960 dan 1965, ia masuk Sekolah Dasar Ssango dan Mitala Maria. Ia belajar di seminari mayor di Katigondo (1966–1967) dan Universitas Kepausan Urbanus di Roma (1967–1974).[1] Ia ditahbiskan menjadi imam Keuskupan Agung Kampala pada 3 Januari 1973.[4]
Setelah menerima gelar doktor dalam bidang teologi, ia masuk penugasan diplomatik Takhta Suci pada 1979. Tempat penugasannya meliputi Argentina, Haiti, Bangladesh, Portugal, Peru, Trinidad dan Tobago, Aljazair, Tunisia, dan Mauritius.[5][6]
Paus Yohanes Paulus II mengangkatnya menjadi uskup agung tituler Caesarea in Numidia dan Nunsius Apostolik untuk Tunisia dan Aljazair pada 26 Mei 1998.[7] Ia menjadi orang kulit hitam Afrika pertama yang memegang gekar nunsius apostolik.[5] Ia menerima penahbisan episkopal pada 22 Agustus di Katedral Rubaga dari Kardinal Emmanuel Wamala.[8]
Pada 22 April 2004, Paus Yohanes Paulus mengangkatnya menjadi Nunsius Apostolik untuk Madagaskar dan Seychelles dan Delegasi Apostolik untuk Komoro dan Réunion.[9] Pada 9 Juni 2004, penugasannya ditambah dengan Nunsius untuk Mauritius.[10]
Pada 2 Februari 2010, Paus Benediktus XVI mengangkatnya menjadi Nunsius Apostolik untuk Nigeria.[11] Pada 13 Desember 2013, Paus Fransiskus menambahkan penugasannya dengan jabatan pengamat permanen Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat (ECOWAS).[12]
Pada 12 Oktober 2016, Paus Fransiskus mengangkatnya menjadi Nunsius Apostolik untuk Belgia,[13] menambahkan jabatan Nunsius untuk Luksemburg pada 7 Desember.[14] Ia menjadi orang non-Eropa pertama yang menduduki penugasan Belgia.[15] Ia menunjukkan surat kepercayaannya kepada raja dan haryapatih pada 2 Februari dan 2 Maret.[16][17]
Paus Fransiskus menerima pengunduran dirinya pada 31 Agustus 2021.[18]