Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiAtmo Tan Sidik
Artikel Wikipedia

Atmo Tan Sidik

Drs. Atmo Tan Sidik adalah budayawan berkebangsaan Indonesia. Namanya dikenal melalui gagasannya yang dituangkan, baik dalam seminar dan diskusi maupun sejumlah buku yang telah diterbitkan. Atmo merupakan salah satu penerima penghargaan dari Mentri Pendidikan dan Kebudaan Republik Indonesia dan dinobatkan sebagai Maestro Pelestari dan Pengembang Warisan Budaya, tahun 2014.

Budayawan
Diperbarui 26 Juni 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Drs. Atmo Tan Sidik (lahir di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah) adalah budayawan berkebangsaan Indonesia. Namanya dikenal melalui gagasannya yang dituangkan, baik dalam seminar dan diskusi maupun sejumlah buku yang telah diterbitkan. Atmo merupakan salah satu penerima penghargaan dari Mentri Pendidikan dan Kebudaan Republik Indonesia dan dinobatkan sebagai Maestro Pelestari dan Pengembang Warisan Budaya, tahun 2014.[1][2]

Latar belakang

Atmo Tan Sidik lahir di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Mengawali kariernya sebagai kepala desa Pakijangan, Kecamatan Bulakamba, Brebes, tahun 1989. Setelah itu, dia diterima sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Brebes hingga menduduki jabatan Kepala Bagian Humas dan Protokol. Selain aktif dalam organisasi, Atmo juga menulis artikel di sejumlah media massa, utamanya untuk tema-tema filsafat Jawa, seni-budaya, dan kearifan lokal. Salah satu buku karyanya yang mendapat apresiasi dari Mentri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo adalah berjudul Dikendangi Wong Edan Aja Njoget, berisi nasihat praktis filosofis dalam menjawab tantangan zaman. Tahun 2009, bersama Joshua Igho, Atmo mendirikan Akademi Kebudayaan Tegal (AKT) dan menerbitkan buku Kesan Pergaulan Bersama Adi Winarso. Selanjutnya, menyelenggarakan seminar nasional kebangsaan dengan mendatangkan narasumber Mayor Jendral Saurip Kadi. Tahun 2014, Atmo menerima penghargaan dari Mentri Pendidikan dan Kebudaan Republik Indonesia dan dinobatkan sebagai Maestro Pelestari dan Pengembang Warisan Budaya bersana sejumlah nama lainnya yaitu Bondan Nusantara (seni ketoprak), Dimas Pramuka Atmaji (tari tradisional Jawa Timur), Heri Hendrayana Harris atau Gol A Gong (sastra dan komunitas), Merdeka Gedoan (drama, tari dan musik), Murti Bunanta (sastra anak), Sorimangaraja Sitanggang (seni budaya Batak), Tanto Mendut (budaya; Komunitas Gunung), Tengku Nasaruddin Said Efendi (seni-budaya Melayu), dan Tuti Soenardi (kuliner tradisional nusantara).[3][4][5]

Lihat pula

  • Kota Tegal
  • Kabupaten Brebes
  • Joshua Igho

Referensi

  1. ↑ Situs resmi Pemprov Jawa Tengah Diarsipkan 2015-06-21 di Wayback Machine., diakses 22 Juni 2015
  2. ↑ Situs resmi Pemkab Brebes Diarsipkan 2021-01-28 di Wayback Machine., diakses 22 Juni 2015
  3. ↑ Metro TV News Diarsipkan 2015-06-16 di Wayback Machine., diakses 22 Juni 2015
  4. ↑ Pantura News, diakses 22 Juni 2015
  5. ↑ Brebes News, diakses 22 Juni 2015


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang
  2. Lihat pula
  3. Referensi

Artikel Terkait

Budayawan

agama, sastrawan biasanya menyandang predikat budayawan. Di Indonesia, beberapa tokoh dianggap sebagai budayawan antara lain Abdurrahman Wahid, Frans Magnis

Sultan Agung dari Mataram

Susuhunan dari Mataram dan Pahlawan Nasional Indonesia

Mohammad Yamin

pahlawan nasional Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026