Raden Ating Natadikusumah adalah pensiunan Komisaris Besar Polisi. Ketika menjabat Kepala Jawatan Kepolisian Karesidenan Pekalongan, Ating merupakan tandem Soeprapto dan Sukario Hatmodjo. Trio ini kompak dalam usaha penegakan hukum yang jujur dan profesional. Ketiganya menjadi inspirasi Hoegeng kecil untuk menjadi aparat penegak hukum di kemudian hari, "Gagah, suka menolong banyak orang dan banyak teman."
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Agustus 2017) |
Raden Ating Natadikusumah adalah pensiunan Komisaris Besar Polisi. Ketika menjabat Kepala Jawatan Kepolisian Karesidenan Pekalongan, Ating merupakan tandem Soeprapto (Kepala Pengadilan) dan Sukario Hatmodjo (Kepala Kejaksaan Karesidenan Pekalongan). Trio ini kompak dalam usaha penegakan hukum yang jujur dan profesional. Ketiganya menjadi inspirasi Hoegeng kecil untuk menjadi aparat penegak hukum di kemudian hari, "Gagah, suka menolong banyak orang dan banyak teman."[1]
Tak tanggung, trio Ating-Soeprapto-Sukario pun mendirikan Balai Cintraka Mulya di Pekalongan sebagai wujud aksi nyata kepedulian sosial yang mencakup panti asuhan, panti jompo, dan balai pelatihan.
“Kekuasaan ibarat pedang bermata dua. Kalau tidak pandai menggunakannya, maka bisa mendatangkan bahaya, baik bagi pemiliknya maupun pada orang lain. Ingat, hanya orang-orang berilmu yang mampu menggunakan kekuasaan yang ada dalam tangannya, untuk menolong orang-orang yang lemah dan tidak bersalah. Karena itu Hoegeng harus sekolah baik-baik, supaya bisa jadi Komisaris Polisi, untuk menolong orang yang lemah dan tidak bersalah.”[2]