Atavisme adalah kemunculan karakteristik dalam organisme setelah absen selama beberapa generasi. Hal ini disebabkan karena adanya kesempatan berbagai gen untuk melakukan rekombinasi atau penyatuan kembali. Dengan demikian, akan terjadi pengulangan kembali sifat atau perilaku sebelumnya, setelah sebelumnya hilang untuk jangka waktu yang lama. Lebih sederhana, atavisme merupakan pemunculan kembali sifat-sifat pada seseorang yang sudah lama tidak muncul pada generasi yg sebelumnya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Atavisme adalah kemunculan karakteristik dalam organisme setelah absen selama beberapa generasi.[1] Hal ini disebabkan karena adanya kesempatan berbagai gen untuk melakukan rekombinasi atau penyatuan kembali.[1] Dengan demikian, akan terjadi pengulangan kembali sifat atau perilaku sebelumnya, setelah sebelumnya hilang untuk jangka waktu yang lama.[1] Lebih sederhana, atavisme merupakan pemunculan kembali sifat-sifat pada seseorang yang sudah lama tidak muncul pada generasi yg sebelumnya.[2]
Menurut Yarolavsky, “visi kulit” pada manusia kemungkinan yang mempunyai kemampuan berhubungan dengan atavisme alami yang melibatkan sel-sel peka cahaya pada kulit yang terhubung ke mesin neuro di dalam tubuh dan otak.[1] Yarolavsky juga sedang mengembangkan teori simulasi pencitraan yang menggunakan perangkat komputer.[1] Teori ini ia gunakan untuk terapi visi kulit yang bisa menjadi terapi memunculkan sifat-sifat pada seseorang yang sudah lama tidak muncul.[1]
Ia memang belum bisa menjelaskan bagaimana atavisme menyebabkan sel yang peka di kulit terhubung dengan mesin neuro.[1] Namun penelitiannya membuka mata kita bahwa melihat melalui kulit, secara konseptual dapat terjadi.[1]