Astronomi Inuit berpusat pada Qilak, nama Inuit untuk bola langit dan rumah bagi jiwa-jiwa dari orang yang telah pergi. Keyakinan Inuit soal astronomi terbentuk oleh iklim yang keras di Arktik dan kesulitan yang dihasilkan dari bertahan hidup dan berburu di kawasan tersebut. Bintang-bintang menjadi alat penting untuk melacak waktu, musik, dan lokasi, khususnya pada musim dingin.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Astronomi Inuit berpusat pada Qilak, nama Inuit untuk bola langit dan rumah bagi jiwa-jiwa dari orang yang telah pergi. Keyakinan Inuit soal astronomi terbentuk oleh iklim yang keras di Arktik dan kesulitan yang dihasilkan dari bertahan hidup dan berburu di kawasan tersebut. Bintang-bintang menjadi alat penting untuk melacak waktu, musik, dan lokasi, khususnya pada musim dingin.[1]
Inuit adalah sekelompok orang-orang kutub yang menghuni Arktik dan kawasan subarktik Kanada dan Alaska (Amerika Utara), Greenland/KalaallitNunaat (Denmark) dan sebagian Siberia utara (Rusia). Terdaoat kesamaan antara tradisi dan kepercayaan di kalangan penduduk asli di kawasan Arktik. Contohnya, Inuit, Chukchi dan Evenk semuanya memiliki pandangan dunia berdasarkan pada keyakinan agama mereka dan tradisi terkait tentang astronomiy.[2] Meskipun tradisi berbeda timbul di kalangan kelompok tersebut, mereka memiliki kesamaan dalam hal bintang, musim dan kisah dongeng yang membantu dalam berburu, navigasi dan mengajarkan kaum muda mereka tentang dunia.[1]
Astronomi dan hibungan mereka dengan langit sangat dipengaruhi oleh kebutuhan spirital dan pragmatis mereka, serta lintang paling utara tempat mereka bermukim. Bagi orang-orang yang tinggal di atas Lingkar Arktik, lintang berdampak pada pandangan langit malam, khususnya fakta bahwa malam kutub musim dingin terjadi selama beberapa bulan dan matahari tengah malam pada musim panas.[2]