Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Astronomi Inuit

Astronomi Inuit berpusat pada Qilak, nama Inuit untuk bola langit dan rumah bagi jiwa-jiwa dari orang yang telah pergi. Keyakinan Inuit soal astronomi terbentuk oleh iklim yang keras di Arktik dan kesulitan yang dihasilkan dari bertahan hidup dan berburu di kawasan tersebut. Bintang-bintang menjadi alat penting untuk melacak waktu, musik, dan lokasi, khususnya pada musim dingin.

Wikipedia article
Diperbarui 12 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Astronomi Inuit
View of the night sky, showing the Big Dipper constellation
Tukturjuit, artinya "karibu". Dikenal seabagi bintang biduk dalam astronomi barat.

Astronomi Inuit berpusat pada Qilak, nama Inuit untuk bola langit dan rumah bagi jiwa-jiwa dari orang yang telah pergi. Keyakinan Inuit soal astronomi terbentuk oleh iklim yang keras di Arktik dan kesulitan yang dihasilkan dari bertahan hidup dan berburu di kawasan tersebut. Bintang-bintang menjadi alat penting untuk melacak waktu, musik, dan lokasi, khususnya pada musim dingin.[1]

Inuit adalah sekelompok orang-orang kutub yang menghuni Arktik dan kawasan subarktik Kanada dan Alaska (Amerika Utara), Greenland/KalaallitNunaat (Denmark) dan sebagian Siberia utara (Rusia). Terdaoat kesamaan antara tradisi dan kepercayaan di kalangan penduduk asli di kawasan Arktik. Contohnya, Inuit, Chukchi dan Evenk semuanya memiliki pandangan dunia berdasarkan pada keyakinan agama mereka dan tradisi terkait tentang astronomiy.[2] Meskipun tradisi berbeda timbul di kalangan kelompok tersebut, mereka memiliki kesamaan dalam hal bintang, musim dan kisah dongeng yang membantu dalam berburu, navigasi dan mengajarkan kaum muda mereka tentang dunia.[1]

Astronomi dan hibungan mereka dengan langit sangat dipengaruhi oleh kebutuhan spirital dan pragmatis mereka, serta lintang paling utara tempat mereka bermukim. Bagi orang-orang yang tinggal di atas Lingkar Arktik, lintang berdampak pada pandangan langit malam, khususnya fakta bahwa malam kutub musim dingin terjadi selama beberapa bulan dan matahari tengah malam pada musim panas.[2]

Referensi

  1. 1 2 Penprase, Bryan E. (2011). "Northern Circumpolar Sky from Around the World: The Arctic Inuit Sky". The Power of Stars. New York, NY: Springer. hlm. 42–46. ISBN 978-1-4419-6802-9.
  2. 1 2 MacDonald, John (2015), Ruggles, Clive L.N. (ed.), "Inuit Astronomy", Handbook of Archaeoastronomy and Ethnoastronomy (dalam bahasa Inggris), New York, NY: Springer, hlm. 533–539, doi:10.1007/978-1-4614-6141-8_40, ISBN 978-1-4614-6141-8, diakses tanggal 2021-09-17

Bacaan tambahan

  • Aveni, A. (2019). SIX. Polar Constellations: . In Star Stories: Constellations and People (pp. 89–102). New Haven: Yale University Press. https://doi.org/10.12987/9780300249095-008
  • Ruggles, C. (2010). Indigenous astronomies and progress in modern astronomy. Retrieved from https://arxiv.org/ftp/arxiv/papers/1010/1010.4873.pdf.

Pranala luar

  • http://www.stellarium.org/wiki/index.php/Inuit_Sky_Culture Diarsipkan 2008-07-23 di Wayback Machine.
Ikon rintisan

Artikel bertopik astronomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi
  2. Bacaan tambahan
  3. Pranala luar

Artikel Terkait

Arkeoastronomi

cabang ilmu arkeologi

Ijiraq (satelit)

dari mitologi Inuit. Kavelaars, seorang astronom di Universitas McMaster, menawarkan nama tersebt untuk membantu nomenklatur astronomi untuk mengeluarkannya

Sistem bilangan Hindu-Arab

berasal dari matematika India ketika era dinasti Gupta. Sekitar 500 M, ahli astronomi Aryabhata menggunakan sebutan kha ("kekosongan") untuk menulis angka "nol"

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026