Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiAsosiasionisme
Artikel Wikipedia

Asosiasionisme

Asosiasionisme merupakan gagasan yang menyatakan bahwa proses mental beroperasi dengan asosiasi satu keadaan mental dengan keadaan penerusnya. Hal ini berarti seluruh proses mental terdiri dari unsur-unsur psikologis diskrit dan kombinasinya yang diyakini terdiri dari sensasi atau perasaan sederhana. Dalam filsafat, gagasan ini dipandang sebagai hasil empirisme dan sensasionisme. Konsep tersebut mencakup teori psikologi serta landasan filosofis dan metodologi ilmiah yang komprehensif. Selain itu, asosiasionisme adalah aliran yang banyak menekankan pada hukum–hukum asosiasi untuk menerangkan berbagai gejala kejiwaan.

Wikipedia article
Diperbarui 22 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Asosiasionisme merupakan gagasan yang menyatakan bahwa proses mental beroperasi dengan asosiasi satu keadaan mental dengan keadaan penerusnya.[1] Hal ini berarti seluruh proses mental terdiri dari unsur-unsur psikologis diskrit dan kombinasinya yang diyakini terdiri dari sensasi atau perasaan sederhana.[2] Dalam filsafat, gagasan ini dipandang sebagai hasil empirisme dan sensasionisme.[3] Konsep tersebut mencakup teori psikologi serta landasan filosofis dan metodologi ilmiah yang komprehensif.[2] Selain itu, asosiasionisme adalah aliran yang banyak menekankan pada hukum–hukum asosiasi untuk menerangkan berbagai gejala kejiwaan.[butuh rujukan]

Sejarah

Aliran ini dapat di bagi menjadi dua bagian yakni ssosiasionisme lama dan asosiasionisme baru atau neo-asosiasionisme. Asosiasionisme lama sudah berkembang sejak Aristoteles mengemukakan hukum–hukum terjadinya asosiasi yaitu kesamaan (simiarity), perlawanan (contrast), dan kedekatan (contiguity). Salah satu tokoh asosiasionisme lama antara lain Thomas Hobbes.[4]

Referensi

  1. ↑ The faculties : a history. Dominik Perler. Oxford. 2015. ISBN 978-0-19-993525-3. OCLC 896787324. Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link) Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  2. 1 2 Bailey, Richard (2018-02-06). Education in the Open Society - Karl Popper and Schooling (dalam bahasa Inggris). Routledge. ISBN 978-1-351-72648-1.
  3. ↑ Banerjee, J. C. (1994). Encyclopaedic dictionary of psychological terms. New Delhi: M.D. Publications. ISBN 81-85880-28-X. OCLC 33860167.
  4. ↑ Anderson, John R. (2014). Human Associative Memory. G. H. Bower. Hoboken: Taylor and Francis. ISBN 978-1-317-76988-0. OCLC 871224620.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Referensi

Artikel Terkait

John Stuart Mill

anak-anak seusianya. Ayahnya adalah seorang pengikut Bentham dan penganut asosiasionisme yang memiliki tujuan eksplisit untuk menciptakan kecerdasan jenius pada

Johanes Gay

Edmund Law. dan diterbitkan pada tahn 1731. Hal ini berdasarkan pada asosiasionisme dalam psikologi dan prinsip utilitarianisme dalam etika. Gay dipengaruhi

Asosiasi (psikologi)

hubungan mental antara pikiran, konsep, peristiwa, keadaan dsb

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026