Asosiasi Sosial Demokrat Timor atau yang memiliki nama resmi Associação Social-Democrata Timorense adalah partai politik di Timor Leste. Baik ASDT yang asli tahun 1970-an dan ASDT yang sekarang didirikan oleh mendiang mantan Presiden Timor Leste, Francisco Xavier do Amaral.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Asosiasi Sosial Demokrat Timor Associação Social-Democrata Timorense | |
|---|---|
| Ketua umum | Francisco Xavier do Amaral |
| Dibentuk | 20 Mei 1974[1] 2000 |
| Dibubarkan | 28 Maret 2018[2] |
| Kantor pusat | Avenida do Direitos Humanos, Lecidere, Dili |
| Ideologi | Sosial demokrasi[3] Jalan Ketiga |
| Posisi politik | Pusat[4][3] ke kiri tengah |
| Warna | Kuning, Hijau, Biru, Putih, Merah |
| Bendera | |
Asosiasi Sosial Demokrat Timor atau yang memiliki nama resmi Associação Social-Democrata Timorense adalah partai politik di Timor Leste. Baik ASDT yang asli tahun 1970-an dan ASDT yang sekarang didirikan oleh mendiang mantan Presiden Timor Leste, Francisco Xavier do Amaral.[5]
Pada pemilihan umum parlemen tanggal 30 Agustus 2001, partai ini memenangkan 7,8% suara rakyat dan 6 dari 88 kursi.[6]
Dalam Pemilihan Umum Parlemen Juni 2007, ASDT yang saat itu dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Gil Alves membentuk aliansi dengan Partai Demokrat Sosial (PSD). Beliau menyatakan bahwa koalisi ini bertujuan untuk membangun kolaborasi yang baik, menciptakan sistem yang berbasis pada sejarah, budaya, pengalaman, dan kemampuan memerintah. Program kedua partai terkait ini didasarkan pada strategi yang jelas yang akan membawa kemajuan di semua sektor.[7] Bersama-sama mereka memenangkan 15,73% suara dan 11 kursi.[8] Pada tahun 2012, Presiden partai Francisco Xavier do Amaral meninggal dunia. Hal ini dan berbagai masalah sebelumnya menyebabkan ASDT terpecah menjadi dua, yaitu kubu Gil Alves sebagai Sekretaris Jenderal dan Presiden sementara partai, dan kubu João Correia yang mengusung Ramos-Horta sebagai presiden kehormatan. Pada akhirnya, keputusan Pengadilan Banding Timor-Leste memenangkan ASDT versi João Correia.[9] Pada tahun 2017 hal serupa kembali terjadi, di kubu internal partai ASDT telah terjadi perebutan kekuasaan antara dua kubu, yaitu kubu Francisco da Silva sebagai presiden dan kubu João Correia sebagai pemimpinnya.[10] Dan karena ada dua versi partai ASDT, Pengadilan Banding menyatakan bahwa partai ASDT tidak dapat ikut serta dalam pemilihan umum parlemen Juli 2017.[11] Dan sejak 2018, partai tersebut tidak mengikuti pemilu selama lima tahun, baik di tingkat lokal maupun nasional, dengan program mereka sendiri. Partai ASDT harus menyatakan kehilangan statusnya sebagai partai politik sesuai dengan hukum dan keputusan Pengadilan Banding sebagai konsekuensi tidak menyerahkan daftar calon mereka untuk Pemilu Parlemen Dini Mei 2018.[2] Pihak ASDT mengajukan banding atas keputusan tersebut dan ditolak.[12] Pada tahun 2021 Pengadilan Banding kembali menyatakan tujuh partai politik yang dinyatakan mati sejak tahun 2018 tidak dapat lagi mengikuti pemilihan umum termasuk ASDT.[13][14]