Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Asesmen nasional

Asesmen Nasional merupakan program evaluasi pendidikan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbudristek) sebagai bagian dari upaya sistematis untuk meningkatkan mutu pendidikan secara nasional. Program ini dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kualitas pendidikan di berbagai satuan pendidikan, dengan mempertimbangkan aspek input, proses, dan output pembelajaran.

Wikipedia article
Diperbarui 8 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini tidak memiliki pranala ke artikel lain. Bantu kami untuk mengembangkannya dengan memberikan pranala ke artikel lain secukupnya. (November 2025)
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025)

Asesmen Nasional merupakan program evaluasi pendidikan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbudristek) sebagai bagian dari upaya sistematis untuk meningkatkan mutu pendidikan secara nasional. Program ini dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kualitas pendidikan di berbagai satuan pendidikan, dengan mempertimbangkan aspek input, proses, dan output pembelajaran.[1]

Berbeda dari model ujian konvensional yang menitikberatkan pada penilaian hasil belajar individu, Asesmen Nasional bertujuan untuk mengevaluasi sistem pendidikan secara holistik. Evaluasi ini mencakup analisis terhadap efektivitas pelaksanaan kurikulum, kualitas proses pembelajaran, serta kompetensi dan peran pendidik dalam mendukung pencapaian tujuan pendidikan. Dengan demikian, AN berfungsi sebagai alat diagnostik untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan sistem pendidikan di tingkat lokal maupun nasional.[1]

Komponen

  • Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), yang mengukur kemampuan dasar siswa dalam literasi membaca dan numerasi. Kompetensi ini dianggap esensial dalam menghadapi tantangan abad ke-21 dan menjadi indikator awal terhadap kesiapan belajar siswa.[2]
  • Survei Karakter, yang bertujuan untuk menilai nilai-nilai dan sikap siswa dalam kehidupan sehari-hari, seperti tanggung jawab, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama. Survei ini mendukung penguatan pendidikan karakter sebagai bagian dari pembentukan profil pelajar Pancasila.[2]
  • Survei Lingkungan Belajar, yang mengevaluasi kondisi fisik dan sosial di lingkungan sekolah, termasuk ketersediaan sarana pembelajaran, iklim interaksi antara warga sekolah, serta dukungan terhadap proses pembelajaran yang inklusif dan efektif.[2]

Peserta

Dalam pelaksanaannya, Asesmen Nasional memiliki mekanisme pemilihan peserta yang berbeda dari Ujian Nasional (UN) yang sebelumnya diikuti oleh seluruh siswa pada jenjang akhir pendidikan. Peserta AN ditentukan secara acak oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbudristek) dengan mempertimbangkan representasi yang proporsional dari setiap satuan pendidikan.[3]

Untuk kategori siswa, peserta AN terdiri atas siswa kelas 5 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) sebanyak maksimal 30 orang, kelas 8 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) sebanyak maksimal 45 orang, dan kelas 11 Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah/Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/MA/SMK) sebanyak maksimal 45 orang. Pemilihan jenjang ini bertujuan agar siswa yang mengikuti asesmen masih memiliki waktu yang cukup untuk merasakan dampak perbaikan pembelajaran yang dilakukan berdasarkan hasil evaluasi AN selama mereka masih berada di satuan pendidikan tersebut.[3]

Manfaat

Manfaat Langsung untuk Sekolah dan Dinas Pendidikan adalah kontribusi signifikan tidak hanya dalam perumusan kebijakan pendidikan di tingkat nasional, tetapi juga dalam peningkatan mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan dan daerah. Data yang dihasilkan dari asesmen ini memungkinkan sekolah untuk melakukan refleksi terhadap capaian pembelajaran dan tantangan yang dihadapi, sehingga dapat merancang program pengembangan yang lebih tepat sasaran. Upaya perbaikan tersebut mencakup peningkatan kompetensi guru, penyesuaian strategi pembelajaran, serta penguatan fasilitas dan lingkungan belajar yang mendukung proses pendidikan secara optimal.[4]

Di tingkat daerah, Dinas Pendidikan kabupaten/kota dan provinsi memperoleh manfaat strategis dari hasil Asesmen Nasional dalam bentuk pemetaan kondisi satuan pendidikan. Informasi ini memungkinkan dinas untuk mengidentifikasi sekolah-sekolah yang memerlukan intervensi khusus, merancang kebijakan berbasis data, serta mendorong kolaborasi antarsatuan pendidikan dalam rangka berbagi praktik baik dan mempercepat peningkatan kualitas pembelajaran. Dengan demikian, Asesmen Nasional berfungsi sebagai instrumen diagnostik yang mendukung perbaikan berkelanjutan dan pemerataan mutu pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.[4]

Referensi

  1. 1 2 E-ujian (2024-07-31). "Asesmen Nasional: Pengertian, Tujuan dan Instrumennya". E-ujian.id. Diakses tanggal 2025-11-03.
  2. 1 2 3 Sriyanti, Hesti. "Tiga Dimensi Asesmen Nasional, Mengukur Kompetensi, Karakter, dan Kualitas Lingkungan Belajar - Melintas". Tiga Dimensi Asesmen Nasional, Mengukur Kompetensi, Karakter, dan Kualitas Lingkungan Belajar - Melintas. Diakses tanggal 2025-11-03.
  3. 1 2 Nasifah, Luthfi Zian. "Asesmen Nasional: Pengertian, Tujuan, Instrumen, dan Peserta". detikedu. Diakses tanggal 2025-11-03.
  4. 1 2 M, Adila V. "Tujuan Asesmen Nasional: Pengertian, Manfaat, dan Implikasinya". Diakses tanggal 2025-11-03.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Komponen
  2. Peserta
  3. Manfaat
  4. Referensi

Artikel Terkait

Ujian Nasional

Sistem ujian untuk naik ke suatu jenjang

Asesmen Sumatif

Asesmen Sumatif merupakan bentuk evaluasi yang dilaksanakan pada akhir suatu periode pembelajaran untuk menilai tingkat pencapaian peserta didik terhadap

Kurikulum Merdeka

Kurikulum Pendidikan di Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026